DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Rencana Bandara Sangatta Masih Dikaji, Dishub Kutim Koordinasi dengan Otoritas Bandara Wilayah VII.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com — Rencana pembangunan bandara baru di Sangatta, Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim), masih berada dalam tahap koordinasi dan kajian.

Pemkab Kutim melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus berkomunikasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, terkait regulasi pembangunan bandara tersebut.

Sekretaris Dishub Kutim, Ir. Masrianto Suriansyah, S.T., M.M., mengatakan rencana pembangunan bandara di Sangatta merupakan bagian dari 50 program prioritas kepala daerah.

Namun, pelaksanaannya masih harus menyesuaikan dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku di sektor penerbangan.

“Untuk pembangunan bandara sesuai dengan uraian 50 program prioritas, Kita masih terus berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, terkait dengan regulasi apakah Pemkab Kutim, dapat membangun bandara baru atau tidak,” kata Masrianto.

Menurutnya, proses koordinasi tersebut masih berjalan.

Pemerintah Daerah perlu memastikan aspek regulasi, sebelum menentukan langkah lebih lanjut terkait rencana pembangunan bandara baru, di wilayah Sangatta.

Masrianto menyebut kondisi tersebut juga, berkaitan dengan adanya rencana pengoperasian bandara di wilayah tetangga, yakni Kota Bontang.

Pemerintah Kota Bontang saat ini juga disebut, tengah berupaya mengoperasikan bandara di wilayahnya.

“Nah ini, masih berjalan terus dikarenakan juga ada tetangga Kita Pemerintah Kota Bontang, yang saat ini juga lagi berupaya untuk mengoperasikan bandara di Bontang,” ujarnya.

Di tengah proses tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutim, mengambil langkah alternatif dengan mendorong optimalisasi Bandara Tanjung Bara, yang dikelola manajemen PT Kaltim Prima Coal (KPC).

Menurut Masrianto, pemerintah daerah telah melakukan kerja sama dengan PT KPC, untuk melihat kemungkinan Bandara Tanjung Bara dapat dikembangkan, sehingga ke depan mampu melayani penerbangan umum.

“Bapak Bupati ini, mengambil langkah strategis melalui kebijakan Pemerintah melakukan kerja sama dengan PT KPC, untuk ke depannya bagaimana Bandara Tanjung Bara, ini dapat dioptimalisasikan untuk dapat melayani penerbangan umum,” jelasnya.

Upaya tersebut kini memasuki tahap kajian. Manajemen PT KPC, atas arahan Pemerintah Daerah, tengah melaksanakan kajian yang dilakukan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri (LAPI) Institut Teknologi Bandung (ITB).

Kajian tersebut, antara lain akan melihat kondisi eksisting Bandara Tanjung Bara, termasuk kesiapan dan ketersediaan lahan serta kemungkinan pengembangan fasilitas, untuk mendukung pelayanan penerbangan umum.

“Sedang melakukan kajian yang dilaksanakan oleh LAPI ITB, untuk melaksanakan kajian apakah ke depan Bandara Tanjung Bara ini dapat dioptimalisasikan dari segi existing, kesiapan lahan, ketersediaan lahan, apakah mampu untuk bisa dikembangkan untuk melayani penerbangan umum,” ungkap Masrianto.

Saat ini, Pemkab Kutim masih menunggu hasil kajian tersebut. Masrianto berharap rekomendasi dari pihak ketiga dapat diperoleh tahun ini, sehingga pemerintah memiliki dasar untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Kita menunggu, mudah-mudahan di tahun ini sudah ada hasil rekomendasi dari pihak ketiga, terkait dengan bandara itu apakah ke depan bisa dilakukan pengembangan atau tidak,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *