DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Bus Listrik Jadi Bagian Program Prioritas, Dishub Kutim Fokus Kembangkan Transportasi.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com — Program bus listrik menjadi salah satu agenda sektor transportasi, yang masuk dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) pada 2026.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menyatakan dukungan terhadap program tersebut, sebagai bagian dari upaya pengembangan transportasi daerah.

Sekretaris Dishub Kutim, Ir. Masrianto Suriansyah, S.T., M.M., mengatakan bahwa program yang dijalankan Dishub pada 2026, telah diarahkan untuk mendukung visi dan misi Kepala Daerah, termasuk 50 program prioritas Pemkab Kutim.

Menurutnya, terdapat sejumlah program sektor perhubungan yang menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda).

Selain pembangunan Pelabuhan Kenyamukan dan pengembangan sektor transportasi udara, program bus listrik juga masuk dalam agenda tersebut.

“Kalau untuk program Kita di 2026, ini juga sudah ter-cover sesuai dengan visi misi Bapak Bupati dan juga 50 program prioritas Bapak Bupati,” kata Masrianto.

Ia kemudian menyebut tiga agenda transportasi yang menjadi bagian dari program tersebut, yakni Pelabuhan Kenyamukan, bus listrik, serta pembangunan atau pengembangan bandara di Sangatta.

“Yang pertama adalah Pelabuhan Kenyamukan itu sendiri, yang kedua adalah program bus listrik dan juga program pembangunan bandara untuk di Kota Sangata,” ujarnya.

Masrianto menjelaskan, keterlibatan Dishub dalam program tersebut dilaksanakan sesuai tugas pokok dan fungsi perangkat daerah.

Dengan demikian, program bus listrik menjadi bagian dari agenda transportasi yang perlu mendapat dukungan Pemda, melalui perangkat teknis yang membidangi urusan perhubungan.

Kehadiran program bus listrik juga, menunjukkan adanya agenda Pemda, untuk mengembangkan sistem transportasi yang lebih modern.

Namun, dalam keterangannya, Masrianto belum memerinci terkait jumlah armada, rute pelayanan, waktu pengoperasian, maupun tahapan teknis pelaksanaan program bus listrik tersebut.

Ia menegaskan, pelaksanaan program Dishub secara keseluruhan tetap mengacu pada tugas pokok dan fungsi, serta arah kebijakan Pemda.

“Ya tentu, sesuai dengan tugas pokok fungsi selama ini,” katanya.

Program bus listrik ini, menjadi salah satu bagian dari agenda transportasi Kutim pada 2026, berdampingan dengan sejumlah program strategis lainnya.

Dishub Kutim selanjutnya, memiliki peran sesuai kewenangan dalam mendukung implementasi program, agar selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.

Masrianto menambahkan, pelaksanaan berbagai program sektor perhubungan juga berkaitan dengan capaian kinerja perangkat daerah.

Dishub Kutim sebelumnya menyatakan indeks kinerjanya berada dalam kategori baik, berdasarkan aturan dan regulasi penilaian yang berlaku.

Dengan masuknya bus listrik dalam 50 program prioritas, pengembangan transportasi di Kutim tidak hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup agenda modernisasi layanan transportasi.

Implementasinya, akan menjadi bagian dari pelaksanaan program Pemda pada 2026.

“Kalau untuk program Kita di 2026, ini juga sudah ter-cover sesuai dengan visi misi Bapak Bupati,” pungkas Masrianto.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *