![]()
Sekretaris Dishub Kutim Masrianto Suriansyah menyebut sejumlah program prioritas telah berjalan sejak 2025 dan dilanjutkan secara bertahap pada 2026.
KUTIM, literasikaltim.com — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus menjalankan sejumlah program prioritas Pemerintah Daerah, sebagai bagian dari peningkatan pelayanan transportasi dan penerangan jalan umum (PJU) bagi masyarakat.
Sekretaris Dishub Kutai Timur, Ir. Masrianto Suriansyah, S.T., M.M., mengatakan sejumlah program telah direalisasikan sejak 2025, termasuk pengadaan bus listrik, yang hingga kini masih beroperasi untuk melayani kebutuhan transportasi pelajar.
Hal itu disampaikannya saat diwawancarai media ini di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026).
Menurut Masrianto, pengadaan bus listrik tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas Bupati Kutai Timur.
Armada tersebut saat ini, melayani rute dari kawasan Jalan Soekarno-Hatta menuju Sangatta Lama.
Dalam pelaksanaannya, Dishub Kutim berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk menentukan titik-titik lokasi penjemputan, yang dinilai dapat mendukung akses pelajar terhadap layanan transportasi.
“Untuk 2025 terkait dengan kinerja, ini juga sudah dilaksanakan 50 program prioritas Bapak Bupati. Yang pertama adalah pengadaan bus listrik yang sudah beroperasi sampai saat ini, untuk melayani rute sekolah dari Soekarno-Hatta menuju Sangatta Lama,” ujar Masrianto.
Selain transportasi pelajar, Dishub Kutim juga mulai mendapat kewenangan dalam pengelolaan PJU.
Masrianto menjelaskan, pelimpahan kewenangan tersebut baru diterima Dishub pada 2025.
Sejak kewenangan itu diberikan, Dishub Kutim mulai menyusun langkah inventarisasi terhadap seluruh PJU, yang tersebar di wilayah Kabupaten Kutim.
Inventarisasi tersebut, dinilai penting untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan penerangan jalan di masing-masing wilayah.
“Untuk PJU, Dinas Perhubungan ini baru mendapatkan pelimpahan kewenangan sejak 2025 dan saat ini Dinas Perhubungan insyaallah lagi membuat program, untuk menginventarisasi seluruh PJU yang ada di Kabupaten Kutim,” jelasnya.
Masrianto menyebut, sejumlah pembangunan dan pengadaan PJU telah direalisasikan sejak 2025.
Beberapa lokasi yang telah mendapatkan fasilitas tersebut antara lain Kecamatan Muara Ancalong, Muara Bengkal, serta sejumlah Kecamatan lainnya.
Program pembangunan PJU kemudian dilanjutkan pada 2026, dan salah satu lokasi yang menjadi perhatian Dishub Kutim adalah akses menuju Pelabuhan Kenyamukan.
Pembangunan PJU juga, direncanakan di wilayah Kecamatan Kaliorang.
Menurut Masrianto, pembangunan PJU dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan prioritas dan kemampuan program yang tersedia.
Karena itu, Kecamatan yang belum mendapatkan pembangunan PJU diminta menunggu proses perencanaan dan pelaksanaan pada tahap berikutnya.
“Di 2026 kita juga ada program pembangunan atau pengadaan PJU. Insyaallah di 2026 ini, Kita meneruskan PJU yang menuju jalan ke Pelabuhan Kenyamukan. Yang kedua ada di Kecamatan Kaliorang,” katanya.
Ia menegaskan, pemerataan penerangan jalan menjadi bagian dari rencana kerja Dishub Kutim.
Pembangunan tidak hanya diarahkan pada satu wilayah, tetapi dilakukan secara bertahap untuk menjangkau Kecamatan yang membutuhkan.
“Jadi untuk kecamatan yang belum mendapatkan pembangunan PJU ini tinggal bersabar saja karena kita bertahap melakukan pembangunan,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar












