DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Dishub Kutim Rancang Tambah Bus Pelajar, Layanan Gratis Tak Lagi Terpusat di Sangatta.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana menambah satu unit bus pelajar pada 2027, untuk memperluas akses transportasi gratis bagi siswa.

Rencana tersebut, disiapkan Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim sebagai bagian dari keberlanjutan program transportasi pelajar yang saat ini telah berjalan di kawasan Sangatta.

Sekretaris Dishub Kutim, Masrianto Suriansyah, mengatakan program bus pelajar merupakan bagian dari visi dan misi Bupati Kutai Timur yang diterjemahkan melalui 50 program prioritas pemerintah daerah.

Satu unit bus yang saat ini, beroperasi telah diadakan Dishub Kutim pada 2025.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, armada tersebut mulai melayani pelajar pada 2026 dan telah diluncurkan langsung oleh Bupati Kutai Timur.

“Alhamdulillah, pemerintah Kutai Timur melalui Dishub ini sudah mengadakan, ini di tahun 2025. Dan Alhamdulillah, atas kerja sama kita dengan Dinas Pendidikan, di 2026 ini, ini sudah beroperasi dan diresmikan oleh Bapak Bupati langsung,” kata Masrianto saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (7/9/2026).

Saat ini, bus pelajar tersebut melayani sejumlah titik di kawasan Sangatta. Rute pelayanan di antaranya mencakup koridor Soekarno-Hatta, SMK Negeri 2 hingga Sangatta Lama.

Layanan ini, nantinya dapat digunakan pelajar secara gratis tanpa pungutan biaya.

Seluruh operasional bus pelajar berada di bawah penanganan Dishub Kutim. Namun, dengan jumlah armada yang baru satu unit, cakupan pelayanan masih terbatas.

Kondisi tersebut, menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah untuk menambah armada pada tahun berikutnya.

Masrianto menyebutkan, satu unit bus pelajar telah dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kutai Timur 2027.

Armada tambahan ini, direncanakan menggunakan bus konvensional, berbeda dengan armada yang saat ini tersedia.

“Dinas Perhubungan insya Allah 2027 akan mengadakan kembali bus pelajar, tetapi bukan bus listrik dikarenakan ketersediaan infrastruktur pendukung bus listrik tidak tersedia di kecamatan. Jadi kita mengganti dengan bus konvensional biasa,” jelasnya.

Menurut Masrianto, pertimbangan penggunaan bus konvensional berkaitan dengan kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

Jika layanan bus pelajar nantinya diperluas hingga ke wilayah kecamatan di luar Sangatta, ketersediaan fasilitas pendukung kendaraan listrik menjadi salah satu aspek yang harus diperhitungkan.

Meski telah direncanakan dalam RKPD 2027, Dishub Kutim belum menetapkan kecamatan yang akan menjadi tujuan pelayanan armada baru tersebut.

Penentuan wilayah nantinya akan dilakukan melalui koordinasi bersama Dinas Pendidikan, dengan mempertimbangkan kebutuhan transportasi pelajar di masing-masing daerah.

Pola itu, diharapkan dapat membuat penempatan armada lebih tepat sasaran.

Pemerintah daerah dapat melihat kebutuhan siswa terhadap transportasi sekolah, sebelum menentukan wilayah pelayanan bus tambahan.

Selain pengadaan melalui anggaran pemerintah daerah, Dishub Kutim juga mulai membuka peluang keterlibatan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) maupun Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Masrianto mengatakan, dukungan perusahaan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menambah jumlah armada bus sekolah, terutama bagi wilayah kecamatan yang membutuhkan akses transportasi bagi pelajar.

Rencana tersebut akan disampaikan kepada Wakil Bupati Kutim, yang juga memiliki peran sebagai Ketua TJSL.

Dishub berharap, kebutuhan transportasi sekolah dapat menjadi salah satu program yang memperoleh dukungan melalui kolaborasi pemerintah dan dunia usaha.

“Ini juga akan kita berikan masukan kepada beliau agar juga bisa dapat diprioritaskan diadakan melalui program TJSL-CSR ke depan untuk bus sekolah anak-anak kita yang ada di kecamatan,” kata Masrianto.

Dishub Kutim masih berharap jumlah armada yang dapat direalisasikan pada 2027 tidak berhenti pada satu unit, dan tambahan armada akan membuka peluang perluasan layanan yang saat ini masih terkonsentrasi di kawasan Sangatta.

“Untuk tahun depan ini yang sudah kami susun pada RKPD 2027 ini masih satu unit. Mudah-mudahan masih bisa kita perjuangkan untuk bertambah,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *