![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Lonjakan volume sampah di Kota Samarinda menjadi perhatian serius Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, dan kondisi tersebut dinilai telah memberi tekanan terhadap kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA), sehingga diperlukan langkah pengendalian yang lebih sistematis mulai dari sumber timbulan sampah.
Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Abdul Rohim, menegaskan bahwa peningkatan volume sampah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir menjadi persoalan utama yang harus segera direspons dengan kebijakan yang lebih terarah.
Menurutnya, tanpa pengendalian dari hulu, beban TPA akan semakin berat dan berpotensi menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Ia menyebutkan, pola pengelolaan sampah yang masih bertumpu pada sistem kumpul-angkut-buang sudah tidak lagi memadai untuk menjawab tantangan perkotaan yang terus berkembang. Karena itu, diperlukan perubahan pendekatan agar volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara signifikan.
“Masalah utama kita adalah volume sampah yang terus meningkat. Kalau tidak ditekan dari sumbernya, TPA akan semakin terbebani,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).
Rohim juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengurangi produksi sampah rumah tangga sebagai bagian dari upaya menekan laju penumpukan di TPA.
Menurutnya, tanpa partisipasi publik, upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah akan berjalan kurang optimal.
“Karena itu, pengurangan sampah dari sumbernya harus menjadi prioritas utama agar TPA tidak terus terbebani oleh volume sampah yang meningkat,” pungkasnya.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar












