DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Perlunya Integrasi Perencanaan dan Pengelolaan Destinasi Wisata.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com — Komisi II DPRD Samarinda menyoroti perlunya penguatan integrasi dalam perencanaan dan pengelolaan destinasi wisata di Kota Samarinda.

Sejumlah aspek dasar seperti penataan kawasan, ketersediaan fasilitas, kebersihan lingkungan, hingga aksesibilitas menuju lokasi wisata dinilai masih memerlukan peningkatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, H. Viktor Yuan, SH., MH, menilai bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya berfokus pada promosi dan peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga harus didukung oleh perencanaan kawasan yang matang dan terintegrasi antar-sektor.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah destinasi wisata yang berkembang secara sektoral tanpa perencanaan terpadu, sehingga berdampak pada kualitas layanan dan kenyamanan pengunjung di lapangan.

“Pengelolaan destinasi wisata harus terintegrasi, mulai dari penataan kawasan, fasilitas, kebersihan, sampai akses jalan menuju lokasi. Ini penting agar wisata kita benar-benar siap bersaing,” ujarnya, saat di wawancarai melalui telepon selularnya, Sabtu (27/6/2026) sore.

Ia menjelaskan bahwa, penataan kawasan menjadi salah satu aspek krusial dalam membangun citra destinasi wisata.

Kawasan yang tertata baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga menciptakan daya tarik tersendiri yang dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan.

Selain itu, ketersediaan fasilitas dasar seperti area parkir, toilet umum, tempat istirahat, serta sarana informasi wisata dinilai masih perlu ditingkatkan di sejumlah lokasi.

Fasilitas tersebut, dianggap sebagai elemen penting dalam mendukung pengalaman wisata yang lebih baik.

Viktor juga menyoroti aspek kebersihan lingkungan, yang menjadi salah satu faktor penentu dalam keberhasilan pengelolaan destinasi wisata.

Menurutnya, kebersihan kawasan wisata harus menjadi perhatian bersama antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat sekitar.

Tidak hanya itu, aksesibilitas menuju lokasi wisata juga dinilai masih menjadi tantangan tersendiri.

Kondisi infrastruktur jalan dan petunjuk arah menuju destinasi wisata perlu diperkuat agar wisatawan dapat mengakses lokasi dengan lebih mudah dan nyaman.

Ia menegaskan bahwa tanpa integrasi perencanaan yang baik, pengembangan sektor pariwisata akan berjalan parsial dan tidak memberikan dampak optimal bagi peningkatan daya saing daerah.

“Kalau ini tidak direncanakan secara terintegrasi, maka pengembangan wisata akan berjalan sendiri-sendiri dan tidak maksimal hasilnya,” tandasnya.

Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *