![]()
Kontingen berkekuatan 33 atlet, pelatih, dan ofisial berhasil membawa pulang empat emas, satu perak, serta lima medali perunggu.
JAKARTA, literasikaltim.com — Kontingen Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) Kalimantan Timur (Kaltim), telah menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) IODI XVI 2026, yang berlangsung di Jakarta, 14–16 Agustus 2026.
Dalam ajang nasional yang mempertemukan atlet dancesport dari berbagai daerah tersebut, kontingen IODI Kaltim berhasil mengoleksi 10 medali, terdiri dari empat medali emas, satu perak, dan lima perunggu.
Sekretaris IODI Kaltim, Roni Andi Pangajoang, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil positif bagi pembinaan olahraga dancesport di Benua Etam.
“Alhamdulillah, kontingen Kaltim berhasil menunjukkan prestasi membanggakan,” ujar Roni yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua KONI V Kaltim, Minggu (16/8/2026).
Kejurnas IODI XVI 2026 digelar pada Sabtu (15/8/2026) di Grand Rasamala Lantai 3, Aston Kartika Grogol Hotel & Conference Center, Jakarta.
Kejuaraan tersebut, mempertandingkan berbagai nomor dancesport dengan persaingan yang diikuti kontingen dari sejumlah provinsi di Indonesia.
Kontingen IODI Kaltim sendiri berkekuatan 33 orang, terdiri atas atlet, pelatih, dan ofisial.
Mereka membawa misi, untuk mengukur kemampuan sekaligus menambah pengalaman bertanding di tingkat nasional.
Empat medali emas, menjadi pencapaian paling menonjol kontingen IODI Kaltim dalam kejuaraan tersebut.
Medali emas pertama diraih pasangan Leo G. Fredy dan Alya Devi Kamila pada nomor Rising Star.
Penampilan keduanya, mampu membawa Kaltim bersaing di jajaran teratas dalam kategori tersebut.
Emas berikutnya, dipersembahkan pasangan Jumawan dan Dewi Indah Rahmadani pada nomor Beginner.
Sementara itu, Nabila Gadistia dan Jacelin turut menyumbangkan medali emas untuk kontingen Kaltim.
Emas keempat diraih pasangan Reyvan Maicael Iroth dan Anastasya Jolie melalui penampilan mereka pada nomor Free M L.
Perolehan empat medali emas tersebut, menjadi bukti bahwa atlet dancesport Kaltim memiliki kemampuan, untuk bersaing dengan atlet dari daerah lain dalam kompetisi berskala Nasional.
Selain empat emas, IODI Kaltim juga membawa pulang satu medali perak.
Medali tersebut, dipersembahkan Nazwa Kirey Sakura pada nomor Linedance. Raihan tersebut menambah koleksi medali sekaligus memperlihatkan konsistensi atlet Kaltim pada nomor yang berbeda.
Sementara lima medali perunggu, melengkapi perolehan kontingen IODI Kaltim.
Tiga medali perunggu di antaranya, telah diraih pasangan Jumawan dan Dewi Rahmadani melalui nomor Beginner Waltz, Beginner Quickstep, dan Beginner Tango.
Dua perunggu lainnya, masing-masing disumbangkan pasangan Leo G. Freddy dan Alya Devi Kamila pada nomor Amateur Standard, serta Reyvan Maicael Iroth dan Anastasya Jolie pada nomor Pre Amateur.
Dengan demikian, total 10 medali yang dikumpulkan Kaltim terdiri atas empat emas, satu perak, dan lima perunggu.
Kejurnas IODI XVI 2026, menjadi salah satu ajang penting untuk mengukur perkembangan dancesport nasional.
Berbagai kategori dipertandingkan, mulai dari Ballroom, Latin American, Breaking atau B-Boy/B-Girl, Hip Hop, hingga Traditional Dance.
Persaingan antarkontingen berlangsung ketat, dan salah satu daerah yang mencatatkan perolehan medali cukup tinggi adalah Sumatera Selatan, dengan total 13 medali yang terdiri dari tujuh emas, empat perak, dan dua perunggu.
Di tengah persaingan tersebut, capaian 10 medali yang diraih IODI Kaltim menjadi hasil yang patut diapresiasi.
Raihan itu, sekaligus menunjukkan potensi atlet dancesport Kaltim untuk terus berkembang dan bersaing pada level nasional.
Keikutsertaan 33 anggota kontingen, juga tidak semata-mata berorientasi pada perolehan medali.
Ajang tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan, terutama dalam memberikan pengalaman bertanding kepada atlet menghadapi kompetisi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi.
Bagi IODI Kaltim, hasil Kejurnas XVI 2026 di Jakarta diharapkan menjadi bahan evaluasi, untuk memperkuat program pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, serta mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda kompetisi selanjutnya.
Capaian empat emas, satu perak, dan lima perunggu juga menjadi modal penting bagi dancesport Kaltim untuk terus meningkatkan prestasi dan memperluas peluang melahirkan atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional.
Roni menegaskan, perjuangan para atlet, pelatih, dan ofisial dalam membawa nama Kaltim patut diapresiasi.
Menurutnya, hasil tersebut harus menjadi motivasi untuk terus bekerja keras dan meningkatkan kualitas pembinaan secara berkelanjutan.
“Capaian ini, tentu menjadi motivasi bagi Kami untuk terus melakukan pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet IODI Kaltim pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar
Sumber: Humas KONI Kaltim













