![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kecamatan Palaran dipastikan telah memasuki tahap akhir, dan fasilitas pendidikan yang diproyeksikan menjadi pusat kegiatan belajar seluruh peserta didik Program Sekolah Rakyat di Kota Samarinda itu, ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Kepastian tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Samarinda, H. Helmi Abdullah, usai menghadiri kegiatan Open House Sekolah Rakyat 24 (SR 24) di SRT 24 Samarinda, Jalan Cipto Mangunkusumo Kilometer 2, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Helmi, berdasarkan laporan yang diterimanya, pembangunan sarana dan prasarana sekolah permanen hampir rampung. Pemerintah juga telah mempersiapkan seluruh fasilitas pendukung agar sekolah tersebut dapat langsung digunakan pada awal tahun ajaran baru.
“Dari laporan yang kami terima, seluruh peserta didik baru nantinya akan dipusatkan di Sekolah Rakyat permanen di Palaran. Jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 280 siswa untuk tahun ajaran 2026/2027, dan fasilitas yang disiapkan saat ini dikatakan sudah siap,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan gedung permanen menjadi langkah strategis dalam pengembangan Program Sekolah Rakyat di Samarinda. Selama masa transisi, kegiatan belajar mengajar masih memanfaatkan sejumlah fasilitas milik pemerintah di lokasi yang berbeda.
Saat ini, proses pembelajaran dilaksanakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Timur, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda, serta kawasan di sekitar SMAN 16 Samarinda di Jalan Perjuangan.
Dengan hadirnya sekolah permanen di Palaran, seluruh aktivitas pendidikan akan dipusatkan di satu kawasan.
Menurut Helmi, sistem tersebut akan memudahkan pengelolaan pembelajaran, meningkatkan koordinasi antar pengelola, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana yang telah disiapkan Pemerintah.
Ia menilai keberadaan fasilitas permanen tidak hanya memberikan kenyamanan bagi peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan merata bagi masyarakat.
Lebih lanjut, Helmi mengatakan daya tampung sekitar 280 peserta didik pada tahun ajaran 2026/2027, menunjukkan Program Sekolah Rakyat terus berkembang dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Meningkatnya jumlah siswa menjadi indikator bahwa kepercayaan publik terhadap program tersebut semakin tinggi.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pembangunan gedung sekolah harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan Program Sekolah Rakyat tidak hanya diukur dari tersedianya fasilitas yang representatif, tetapi juga dari kualitas pembelajaran, pendampingan, serta pembentukan karakter peserta didik.
“Fasilitas yang baik tentu menjadi penunjang utama. Namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana proses pembelajaran terus ditingkatkan agar anak-anak memperoleh pendidikan yang benar-benar berkualitas,” katanya.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Kota Samarinda, lanjut Helmi, berkomitmen mendukung keberlanjutan Program Sekolah Rakyat.
Program tersebut, dinilai memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Tepian.
Ia berharap Sekolah Rakyat permanen di Palaran nantinya tidak hanya menjadi pusat kegiatan belajar, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang memiliki keterampilan, karakter kuat, dan kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan di masa depan.
“Harapan kita, dengan fasilitas yang lebih lengkap dan pembinaan yang berkelanjutan, anak-anak ini memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan mereka menjadi lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar












