![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Dikala cuaca panas, suhu udara cenderung akan lebih tinggi dan debu jalanan mudah berterbangan.
Untuk sepeda motor yang digunakan dalam beraktivitas harian, udara panas dapat membuat suhu mesin bisa lebih tinggi dan debu yang berterbangan bisa mempercepat penurunan performa sepeda motor.
Menyikapi ini, Ignatius Nindyatama selaku Technical Service Manager Astra Motor Kalimantan Timur 2 berikan tips, untuk menjaga kondisi sepeda motor kesayangan dikala cuaca panas melanda kota Tepian.
“Setidaknya, ada 7 komponen sepeda motor yang perlu mendapatkan perhatian khusus, agar performa dan ketahanan sepeda motor tetap terjaga,” ucapnya.
“7 Komponen ini yakni oli mesin, filter udara, ban, system penggerak, system pengereman, aki & kelistrikan, serta kebersihan body sepeda motor” ungkap Nindya.
Lebih lanjut, ia membagikan tips cara memperhatikan ketujuh komponen penting, yang perlu mendapat perhatian khusus.
1. Oli Mesin.
Komponen ini memiliki peran krusial, agar komponen bagian dalam mesin tetap terlindungi dengan optimal dan menjaga suhu mesin tetap ideal.
Saat cuaca panas dan terjebak di kemacetan, mesin bekerja lebih berat sehingga volume dan kualitas oli cepat mengalami degradasi.
Karena itu, pastikan volume dan kekentalan oli masih dalam kondisi baik.
Bila perlu, percepat interval jadwal pemeriksaan dan perawatan untuk memastikan oli masih dalam kondisinya bak.
2. Filter Udara.
Filter udara jadi garda terdepan penghalau debu dan kotoran, agar tak ikut masuk bersama udara ke dalam ruang bakar. Untuk itu, pastikan kondisi filter dalam kondisi baik dan bersih.
Selain berpotenti membuat kotoran dan debu masuk ke ruang bakar, filter udara yang kotor dapat menghambat aliran udara bersih ke ruang bakar.
Akibatnya, proses pembakaran jadi tak sempurna, tarikan motor kurang responsif dan konsumsi bahan bakar jadi lebih boros.
3. Ban.
Udara dan suhu permukaan jalan yang lebih tinggi, dapat memengaruhi tekanan angin dan kondisi ban.
Tekanan angin dan kondisi ban yang tidak sesuai anjuran pabrikan, dapat mengganggu kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Ban yang kekurangan angin membuat tarikan motor terasa berat, dan konsumsi bahan bakar akan meningkat, sementara tekanan berlebihan mengurangi daya cengkeramnya ke permukaan jalan.
4. Sistem Penggerak.
Pada motor matic, area CVT rentan terhadap penumpukan debu dan kotoran yang mengganggu performa tarikan dan daya tahan komponen CVT.
Sementara pada motor bebek dan sport yang menggunakan rantai, membutuhkan perawatan dan pelumasan dengan pelumas khusus rantai untuk menghindari suara berisik dan keausan komponen.
5. Sistem Pengereman.
Rem jadi komponen utama di sektor keselamatan berkendra. Meski jalanan kering, rem tetap harus dalam kondisi optimal.
Pastikan ketebalan kampas rem masih dalam batas yang dianjurkan, responsivitas tuas tak terhambat kotoran, dan tidak ada bunyi aneh saat pengereman serta pastikan volume minyak rem mencukupi.
6. Aki dan Kelistrikan.
Aki yang mulai melemah akan menyulitkan menghidupkan mesin menggunakan starter elektrik, nyala lampu meredup, dan melemahkan suara klakson.
Selain mengganggu kenyamanan, kondisi ini sangat memengaruhi keselamatan saat berkendara khususnya di malam hari.
Lakukanlah pemeriksaan rutin, agar aki selalu dalam kondisi prima sehingga gangguan mendadak di tengah aktivitas padat, yang bersumber pada kelistrikan dapat dicegah.
7. Kebersihan Body dan Komponen Luar.
Selain menjaga tampilan motor tetap indah dipandang, membersihkan motor dari debu membantu pemilik motor mendeteksi potensi kerusakan komponen motor. Sehingga potensi kerusakan yang lebih besar dapat dicegah.
“Yang tak kalah penting, lakukan servis berkala secara rutin di AHASS terdekat, untuk mendapatkan perawatan dari teknisi berpengalaman dan suku cadang resmi Honda,” tuturnya.
“Perawatan rutin di musim kemarau bukan sekadar menjaga performa, melainkan investasi untuk kenyamanan dan keamanan berkendara setiap hari” tutup Nindya.
REDAKSI.













