DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Debit Sungai Kelinjau Menyusut, Distribusi Sembako ke Muara Ancalong Terganggu.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com – Menyusutnya debit Sungai Kelinjau akibat kemarau mulai mengganggu distribusi kebutuhan pokok menuju Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Kapal motor pengangkut barang dari Samarinda, yang sebelumnya dapat menjangkau wilayah tersebut kini hanya mampu membawa muatan hingga Desa Senyiur.

Perubahan kondisi jalur sungai itu, membuat pengiriman barang harus menyesuaikan dengan akses yang masih dapat dilalui.

Setelah tiba di Desa Senyiur, kebutuhan pokok yang dibawa kapal motor perlu didistribusikan kembali melalui jalur darat untuk mencapai masyarakat di Muara Ancalong.

Situasi ini, menjadi tantangan bagi kelancaran pasokan barang ke kawasan pedalaman.

Selama ini, transportasi sungai menjadi salah satu jalur penting untuk membawa kebutuhan masyarakat dari Samarinda menuju wilayah yang dilayani melalui Sungai Kelinjau.

Ketika debit air menyusut, kemampuan kapal motor untuk menjangkau lokasi tujuan ikut terbatas.

Akibatnya, pola distribusi yang sebelumnya mengandalkan jalur sungai harus disesuaikan dengan kondisi perairan dan akses darat yang tersedia.

Dampak gangguan distribusi tidak hanya berkaitan dengan perjalanan kapal, tetapi juga menyangkut kelancaran penyaluran barang hingga ke tempat penjualan di wilayah Kecamatan.

Perpindahan muatan dari jalur sungai ke jalur darat menambah tahapan pengiriman, yang harus dilalui sebelum barang sampai kepada masyarakat.

Warga Muara Ancalong, Iman, mengatakan pasokan melalui jalur sungai sebelumnya membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk BBM.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah debit Sungai Kelinjau menyusut dan kapal tidak lagi dapat menjangkau Muara Ancalong seperti sebelumnya.

“Kalau lewat sungai, ketersediaan BBM cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Sekarang terbatas,” kata Iman, saat di konfirmasi media ini, Sabtu (29/8/2026).

Gangguan jalur distribusi ini juga terjadi, ketika masyarakat membutuhkan kepastian pasokan barang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jika kemarau terus berlangsung dan debit sungai belum kembali mendukung pelayaran, kelancaran pengiriman logistik berpotensi tetap menghadapi kendala.

Meski demikian, belum tersedia keterangan mengenai jadwal pemulihan distribusi, jumlah kapal yang terdampak, maupun kapasitas angkutan yang masih dapat beroperasi.

Informasi ini, diperlukan untuk mengetahui sejauh mana perubahan kondisi Sungai Kelinjau memengaruhi penyaluran kebutuhan pokok ke pedalaman.

Iman menegaskan bahwa, jalur sungai selama ini berperan penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kalau lewat sungai, ketersediaan BBM cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Sekarang terbatas,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *