![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com — Serikat Perusahaan Pers (SPS) menggelar kegiatan Dialog dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), bertajuk Paparan Pertamina, Otorita IKN, dan Dewan Pers; Rakernas Menuju Kongres SPS 2027.
Kegiatan ini, menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) SPS ke-80 yang berlangsung di Ruang Serbaguna Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim), Kompleks Stadion Kadrie Oening, Samarinda, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispora Kaltim, Rasman Rading, Kapolda Kaltim Inspektur Jenderal Polisi Endar Priantoro, S.H., S.I.K., C.F.E., M.H., serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim.
Dialog tersebut, menjadi salah satu agenda penting dalam memperkuat peran perusahaan pers, di tengah derasnya arus informasi digital.
Selain membahas paparan dari Pertamina, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), dan Dewan Pers, Rakernas juga diarahkan untuk mempersiapkan agenda Kongres SPS 2027.
Usai menghadiri kegiatan, Rasman Rading menyampaikan apresiasi terhadap peran SPS dalam menjaga kualitas pemberitaan, serta mendorong terciptanya ekosistem informasi yang sehat di tengah masyarakat.
Menurutnya, perusahaan pers memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik, bersumber dari proses jurnalistik yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar mengikuti derasnya penyebaran informasi di ruang digital.
Ia menilai, keberadaan SPS dapat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong media menghasilkan pemberitaan yang informatif, terpercaya, dan terhindar dari penyebaran kabar bohong atau hoaks.
Rasman juga menyoroti masih maraknya informasi yang tidak aktual dan belum terverifikasi, tetapi telanjur beredar luas di tengah masyarakat.
Kondisi tersebut, dinilai membutuhkan peran aktif perusahaan pers profesional untuk menghadirkan informasi yang benar dan berimbang.
“Pers ini betul-betul menjadi lokomotif informasi yang tidak bersumber dari hoaks, dan Saya meyakini SPS dapat melahirkan informasi-informasi yang informatif dan terpercaya, serta tidak ikut dalam arus penyebaran informasi yang menyesatkan publik,” ujar Rasman.
Ia berharap, momentum peringatan HUT SPS ke-80 sekaligus pelaksanaan Dialog dan Rakernas tersebut mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan dunia pers, khususnya dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi yang semakin cepat.
Lebih lanjut, Rasman menegaskan bahwa media yang tidak terverifikasi dan tidak menjalankan prinsip jurnalistik berpotensi menjadi salah satu sumber beredarnya informasi yang tidak akurat.
Karena itu, perusahaan pers dituntut semakin memperkuat profesionalisme dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“SPS inilah yang diharapkan menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi-informasi yang tidak valid, sehingga masyarakat mendapatkan pemberitaan yang benar, aktual, dan dapat dipercaya,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar












