![]()
Novian Pranata: Expo Kutim Jadi Momentum Perkuat Promosi Potensi Daerah.
KUTim, literasikaltim.com – Penyelenggaraan Pekan Raya Expo Kutai Timur (Kutim) 2026, mencatat nilai transaksi peserta pameran sebesar Rp4.245.900.000 hingga hari penutupan.
Capaian itu, menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk memperkuat promosi produk lokal, meningkatkan partisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengembangkan potensi ekonomi Kutai Timur secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Pranata, menyebut penutupan expo bukan sekadar akhir dari rangkaian kegiatan selama sepekan, melainkan momentum untuk mengevaluasi hasil penyelenggaraan dan memperkuat upaya pengembangan potensi daerah.
Menurutnya, nilai transaksi yang berhasil dihimpun, keterlibatan pelaku UMKM, serta antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pameran dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal.
Penutupan Pekan Raya Expo Kutim 2026 berlangsung di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, Minggu (18/10/2026).
Ribuan masyarakat hadir dalam malam penutupan, yang semakin meriah dengan penampilan Band Nasional Geisha.
Di balik kemeriahan tersebut, capaian transaksi menjadi salah satu indikator penting untuk melihat respons masyarakat terhadap produk yang ditawarkan peserta pameran.
Nilai transaksi mencapai Rp4.245.900.000, berdasarkan data yang dihimpun panitia pada hari penutupan.
Bagi pengembangan ekonomi daerah, angka tersebut memberikan gambaran mengenai peluang pasar yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal melalui promosi langsung kepada masyarakat.
Pameran juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM, untuk memperkenalkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, serta memperluas peluang pemasaran.
Novian menilai hasil penyelenggaraan expo perlu menjadi bahan evaluasi agar kegiatan serupa ke depan tidak hanya berorientasi pada kemeriahan acara dan tingginya kunjungan masyarakat.
Manfaat ekonomi yang dihasilkan juga perlu diperhatikan, terutama dalam kaitannya dengan keberlanjutan usaha peserta setelah kegiatan selesai.
Keberhasilan pameran, menurutnya, perlu dilihat dari kemampuan pelaku usaha mempertahankan pasar, meningkatkan kualitas produk, dan memanfaatkan peluang kerja sama yang muncul selama kegiatan berlangsung.
Selain pengembangan UMKM, promosi potensi daerah juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan peluang ekonomi Kutim kepada masyarakat dan dunia usaha.
Melalui kegiatan yang mempertemukan berbagai pihak, potensi produk maupun sektor usaha lokal diharapkan memperoleh perhatian lebih luas.
Namun, capaian transaksi selama expo perlu ditindaklanjuti melalui langkah yang berkelanjutan.
Pelaku usaha membutuhkan pengembangan produk, pemasaran yang lebih luas, serta peningkatan kapasitas agar mampu menghadapi persaingan pasar.
Dengan demikian, kegiatan pameran dapat memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung.
Evaluasi penyelenggaraan juga menjadi kesempatan untuk melihat aspek yang perlu ditingkatkan pada pelaksanaan berikutnya, mulai dari keterlibatan peserta, efektivitas promosi, hingga kemampuan kegiatan dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Novian menegaskan, partisipasi UMKM dan antusiasme masyarakat merupakan modal penting untuk memperkuat peran expo dalam pengembangan ekonomi daerah.
Hasil yang telah dicapai perlu dijadikan pijakan untuk mendorong promosi potensi Kutai Timur, agar semakin produktif dan berkelanjutan.
“Penutupan Pekan Raya Expo Kutim 2026 menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian sekaligus memperkuat komitmen dalam mengembangkan potensi daerah. Nilai transaksi yang berhasil terhimpun selama kegiatan berlangsung, partisipasi pelaku UMKM, serta antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan pameran dapat menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi lokal,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar












