![]()
Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda Musmuliadi: “Ini Bukan Hanya Tanggung Jawab SMK Medika, Tetapi Juga Pemerintah Provinsi Kaltim”.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim).
Pelajar SMK Medika Samarinda, Alvero Jordan Setiawan Nepelius, telah berhasil meraih juara pertama ajang Rising Star Internasional di Balikpapan.
Capaian tersebut, menjadi langkah penting bagi Alvero untuk melanjutkan perjuangan ke tingkat berikutnya.
Ia dipersiapkan tampil di Jakarta, pada Januari mendatang dalam tahapan seleksi yang akan menentukan peserta, menuju babak final internasional.
Guru Musik SMK Medika Samarinda, Prasetya, mengatakan keberhasilan Alvero tidak terlepas dari persiapan intensif, meski waktu yang dimiliki sekolah sangat terbatas.
Informasi mengenai kompetisi tersebut, diterima sekitar dua pekan sebelum pelaksanaan.
“Persiapannya cukup singkat, hanya dua minggu. Setelah mendapatkan informasi, Kami langsung mendaftar dan melakukan latihan secara penuh,” ujar Prasetya.
Dari sejumlah siswa yang memiliki kemampuan vokal, pihak sekolah kemudian menetapkan Alvero sebagai wakil SMK Medika Samarinda.
Pertimbangan utamanya, karena Alvero dinilai telah memiliki kesiapan vokal serta konsep penampilan yang matang.
Dalam penampilannya di Balikpapan, Alvero memilih membawakan lagu milik penyanyi dunia Celine Dion.
Pilihan lagu tersebut, menjadi salah satu pembeda karena mayoritas peserta menggunakan lagu berbahasa Indonesia.
Hasilnya, Alvero mampu tampil sebagai peserta terbaik dan mengamankan posisi juara pertama.
Keberhasilan itu sekaligus, membuka kesempatan baginya untuk melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi.
Prasetya menjelaskan, persiapan menuju Jakarta kini menjadi perhatian utama sekolah.
Selain meningkatkan kemampuan vokal, pemilihan materi lagu juga tengah dimatangkan agar sesuai dengan karakter kompetisi berikutnya.
Menurutnya, tahapan di Jakarta nantinya menjadi bagian dari proses seleksi sebelum peserta melangkah ke babak final.
Informasi yang diterima sekolah menyebutkan adanya peluang babak final digelar di luar negeri, meski kepastian mengenai lokasi tersebut masih menunggu informasi resmi.
“Kita sekarang fokus persiapan dan memilih lagu yang paling pas, dan harapannya Alvero bisa memberikan hasil terbaik,” katanya.
Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, menilai capaian Alvero memiliki arti lebih luas karena perjuangannya tidak lagi sebatas membawa nama sekolah.
Ia menyebut Alvero diproyeksikan mewakili Kaltim, sekaligus Indonesia dalam kompetisi yang akan mempertemukannya dengan peserta dari sejumlah negara, yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Timor Leste dan Brunei Darussalam.
“Bukan hanya mewakili Kaltim, tetapi mewakili Indonesia,” kata Musmuliadi.
Menurutnya, keberadaan pelajar asal SMK Medika Samarinda dalam kompetisi internasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi daerah.
Karena itu, pihak sekolah berharap dukungan pemerintah Provinsi Kaltim dapat diberikan untuk membantu kebutuhan keberangkatan Alvero.
Musmuliadi secara khusus berharap Pemerintah dapat membantu pembiayaan perjalanan, termasuk kebutuhan tiket keberangkatan pada Januari mendatang.
Ia menilai prestasi tersebut, juga memperlihatkan bahwa pengembangan kegiatan ekstrakurikuler mampu menjadi wadah bagi siswa, untuk mengembangkan talenta hingga ke tingkat internasional.

Menurut Musmuliadi, sekolah tidak hanya berkonsentrasi pada bidang akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan musik, tari dan berbagai potensi lain yang dimiliki peserta didik.
“Anak-anak itu punya bakat dan talenta yang memang bisa dikembangkan. Bukan hanya untuk kepentingan dirinya, tetapi paling tidak untuk kepentingan bangsa dan negara,” tuturnya.
Atas dasar itu, ia kembali mendorong adanya keterlibatan pemerintah daerah dalam mendukung perjuangan Alvero.
Menurutnya, keberangkatan seorang pelajar untuk membawa nama Indonesia dalam ajang internasional merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata sekolah.
Alvero sendiri bukan pendatang baru di dunia tarik suara. Siswa kelas XII jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) tersebut, telah mengembangkan kemampuan bernyanyi sejak duduk di bangku kelas II sekolah dasar.
Minat itu tumbuh, setelah ia melihat orang-orang mengikuti perlombaan menyanyi.
Dukungan lingkungan keluarga yang juga memiliki kegemaran bernyanyi, turut mendorong dirinya untuk terus mengasah kemampuan.
Sejak usia sekolah dasar, Alvero telah mengikuti berbagai perlombaan, mulai dari tingkat sekolah, kegiatan peringatan kemerdekaan hingga kompetisi tingkat Kabupaten.
Perjalanan tersebut, kemudian berkembang hingga membawanya mengikuti kompetisi internasional.
Ketika memilih SMK Medika Samarinda, Alvero mengaku salah satu pertimbangannya, adalah perhatian sekolah terhadap siswa yang memiliki prestasi.
Ia merasakan dukungan tersebut, sejak bergabung hingga mengikuti kompetisi berskala internasional.
“Saya pilih SMK Medika karena sekolah ini punya prioritas, untuk anak-anak yang berprestasi, dan Alhamdulillah saya didukung sampai internasional,” ujarnya.
Menjelang kompetisi berikutnya, Alvero terus menjaga kondisi fisik dan vokalnya.
Latihan dilakukan secara rutin, bersama pelatih maupun secara mandiri.
Ia menyebut, latihan vokal dapat dilakukan tiga kali dalam sepekan.
Ketika memiliki waktu luang, dirinya juga mendengarkan kembali lagu yang akan dibawakan untuk memperkuat penguasaan materi.
Selain latihan, menjaga kualitas suara menjadi perhatian penting.
Ia berupaya menghindari begadang, karena kondisi istirahat menurutnya sangat berpengaruh terhadap kemampuan bernyanyi.
Pengalaman panjang mengikuti perlombaan membuat Alvero, memahami bahwa keberanian menjadi bagian penting dalam perjalanan meraih prestasi.
Ia pun mengajak pelajar lain, agar tidak takut mencoba dan tidak mudah menyerah hanya karena mendapat penilaian dari orang lain.
“Jangan takut untuk melangkah. Kritik orang jangan terlalu dimasukkan ke hati. Menurut Saya, melangkah sendiri itu bagus tanpa harus terlalu mendengarkan orang yang men-judge,” pesannya.
Kini, perhatian SMK Medika Samarinda tertuju pada tahapan berikutnya di Jakarta.
Jika mampu melewati seleksi tersebut, Alvero berpeluang melanjutkan perjuangan menghadapi peserta dari negara lain.
Bagi SMK Medika Samarinda, capaian itu bukan sekadar sebuah trofi, melainkan bukti bahwa pengembangan talenta pelajar daerah, dapat membuka jalan menuju panggung internasional.
Sekolah berharap, dukungan berbagai pihak dapat memperkuat langkah Alvero dalam membawa nama Kaltim dan Indonesia.
“Kami mohon terutama kepada Pemerintah Provinsi Kaltim, agar bisa memberikan bantuan apa saja yang dapat meringankan tanggung jawab ini,” ungkap Kepala Sekolah SMK Medika Samarinda Musmuliadi.
“Karena ini bukan hanya tanggung jawab SMK Medika, tetapi juga tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kaltim,” tandasnya.
Penulis: Ira Rosalina













