DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Tak Biasa! SMK Medika Samarinda Rayakan HUT RI ke-81 dengan Khataman Al-Qur’an dan 3.420 Kreasi Telur.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KH Ahsanur Ahmad, Lc., MA,: Kegiatan Khataman Al-Qur’an di Sekolah Harus Ditiru, Jadikan SMK Medika Inspirasi.

SAMARINDA, literasikaltim.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 diisi dengan kegiatan yang tidak hanya bernuansa hiburan, tetapi juga sarat nilai religius dan pendidikan.

SMK Medika Samarinda menggelar rangkaian Festival Merah Putih dengan menghadirkan kegiatan khataman Al-Qur’an bagi para siswa, yang dipusatkan di lantai 3 Samarinda Square Mall, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 15.30 WITA.

Kegiatan tersebut, merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yang digelar SMK Medika Samarinda melalui kolaborasi bersama sejumlah pihak, termasuk Samarinda Square dan Ramayana.

Kepala SMK Medika Samarinda, Musmuliadi, mengatakan kegiatan Festival Merah Putih tersebut, sengaja dirancang dengan memadukan berbagai kegiatan untuk memberikan pengalaman berbeda kepada para siswa dalam mengisi momentum kemerdekaan.

Menurutnya, salah satu agenda utama yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan adalah, khataman Al-Qur’an yang dilaksanakan secara berkala bagi siswa SMK Medika Samarinda.

“Iya, ini kegiatan merupakan Festival Merah Putih bekerja sama dengan Ramayana, Jakarta Intiland, Samarinda Square untuk ulang tahun kemerdekaan RI yang ke-81, dan kebetulan di antara kegiatan-kegiatan 17-an ini kita rangkai dengan kegiatan khatam Al-Qur’an untuk anak-anak SMK Medika per enam bulan,” ujar Musmuliadi, saat di wawancarai media ini.

Ia menjelaskan, kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut bukan kali pertama digelar oleh SMK Medika Samarinda.

Dalam satu tahun terakhir, tercatat sekitar 35 siswa telah mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an.

Pada periode kali ini, kegiatan tersebut sekaligus dipadukan dengan lomba kreatif kreasi telur bernuansa merah putih.

Konsep tersebut, mengambil inspirasi dari tradisi masyarakat dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan di lingkungan kampung, masjid maupun surau.

Namun, SMK Medika Samarinda memilih menghadirkan suasana yang berbeda dengan memindahkan kegiatan ke pusat perbelanjaan.

“Seperti pada umumnya dilaksanakan orang-orang di kampung, di masjid, di surau. Nah, kita laksanakan di mal Samarinda Square. Kenapa? Karena ini suasananya lebih enak, dingin, kemudian sekaligus shopping,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah turut mengundang orang tua siswa serta sejumlah unsur terkait, di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, Kantor Kementerian Agama, koordinator pengawas agama Samarinda, pengurus yayasan dan para guru SMK Medika Samarinda.

Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda juga, diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan para siswa. Beberapa di antaranya yakni lomba joget balon, memasukkan kelereng ke dalam botol hingga lomba tarik tambang.

Musmuliadi menyebut rangkaian kegiatan tersebut, telah memasuki hari kedua.

Sementara sebagai penutup seluruh rangkaian peringatan, pihak sekolah akan menggelar upacara HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026 di area parkir Samarinda Square.

Menariknya, pelaksanaan khataman Al-Qur’an yang dirangkai dengan kreasi telur dalam momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI tahun ini, menjadi kegiatan yang pertama kali dilakukan secara bersamaan.

“Khatam Al-Qur’an sudah dua kali, termasuk hiasan telur juga sudah dua kali. Tapi bertepatan dengan 17 Agustus baru ini, baru pertama kali,” katanya.

Kreasi telur tersebut, juga memiliki nuansa merah putih dan dilombakan antarkelas. Telur yang digunakan merupakan sumbangan dari orang tua siswa.

Setiap siswa menyumbangkan dua butir telur, dengan jumlah siswa yang disebut mencapai sekitar 1.500 orang, jumlah telur yang terkumpul mencapai sekitar 3.000 butir, ditambah 10 telur dari masing-masing kelas.

“Berarti ada 3.420 telur yang beredar pada sore hari ini dan siap untuk dimangsa anak-anak Kita dan semua orang-orang yang berkunjung di mal Samarinda Square ini,” ungkap Musmuliadi.

Pelaksanaan lomba melibatkan sekitar 42 kelas. Namun, beberapa kelas dengan jumlah siswa yang tidak memenuhi kapasitas satu kelas digabungkan, termasuk sejumlah jurusan seperti Farmasi dan Analis.

Lomba kreasi telur tersebut dilaksanakan antarkelas dan dipandu langsung oleh wali kelas masing-masing.

Sejumlah jurusan yang terlibat antara lain kelas XII Keperawatan A, Farmasi, Teknik Sepeda Motor (TSM), Desain Komunikasi Visual (DKV), Multimedia, Keperawatan serta Analis Kesehatan.

Musmuliadi menegaskan, rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan kemerdekaan, melainkan juga menjadi sarana bagi siswa untuk mendapatkan suasana belajar dan interaksi yang lebih variatif.

Menurutnya, siswa membutuhkan kegiatan yang dapat menghilangkan kejenuhan setelah menjalani rutinitas pembelajaran di sekolah.

“Kami ingin bagaimana anak-anak selalu diberikan semangat dengan kegiatan variasi, dan bukan hanya monoton belajar di sekolah, jenuh, tapi dengan kegiatan seperti ini,” tuturnya.

Untuk mendukung seluruh rangkaian Festival Merah Putih, kegiatan pembelajaran di sekolah diliburkan selama tiga hari.

Seluruh pusat kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan kemudian dipusatkan di Samarinda Square, sebagai bagian dari kolaborasi dengan pihak pengelola dan mitra kegiatan.

Sementara itu, KH Ahsanur Ahmad, Lc., MA, dari Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur, memberikan apresiasi terhadap inisiatif SMK Medika Samarinda yang memasukkan khataman Al-Qur’an dalam rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan.

Ia bahkan mendorong, agar kegiatan serupa dapat ditiru sekolah-sekolah lainnya, tidak hanya di Samarinda dan Kalimantan Timur, tetapi juga di seluruh Indonesia.

“Masyaallah luar biasa sekali. Ini mesti ditiru oleh sekolah-sekolah yang ada, bukan cuma di Samarinda tapi seluruh Indonesia,” ujar KH Ahsanur Ahmad.

Menurutnya, kegiatan khataman Al-Qur’an memiliki nilai penting dalam membangun kehidupan religius di lingkungan pendidikan.

Al-Qur’an, kata dia, merupakan pedoman bagi umat Islam sekaligus petunjuk untuk keselamatan kehidupan dunia dan akhirat.

Ia menilai berbagai persoalan dan kekacauan yang terjadi saat ini, salah satunya dapat dikaitkan dengan semakin jauhnya manusia dari nilai-nilai Al-Qur’an.

Karena itu, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Kepala SMK Medika Samarinda yang telah menginisiasi kegiatan tersebut.

“Saya sangat berharap yang lain ngikut dengan kegiatan ini,” katanya.

Mewakili MUI Kalimantan Timur, KH Ahsanur Ahmad juga mengajak sekolah-sekolah, untuk menghidupkan Al-Qur’an di lingkungan pendidikan masing-masing.

“Saya mewakili Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Timur hari ini mengajak kepada seluruh sekolah-sekolah yang ada di Samarinda, di Kalimantan Timur bahkan seluruh Indonesia, ayo kita ramaikan dan hidupkan Al-Qur’an di sekolah-sekolah kita masing-masing,” ajaknya.

Lebih jauh, KH Ahsanur Ahmad menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan kitab yang memberikan petunjuk dan mudah untuk dipelajari.

Ia menilai kegiatan yang dilakukan SMK Medika Samarinda, menjadi salah satu bentuk nyata dalam menghidupkan Al-Qur’an di kalangan generasi muda.

Ia juga mengapresiasi para siswa, yang mengikuti kegiatan khataman Al-Qur’an tersebut.

Menurutnya, kemampuan anak-anak dalam membaca bahkan menghafal Al-Qur’an menunjukkan bahwa, kitab suci tersebut dapat dipelajari dan dihafalkan oleh generasi muda.

“Makanya untuk membuat dan membuktikan mudahnya Al-Qur’an ini ya seperti yang dilakukan oleh SMK Medika yang tercinta ini. Barakallah,” ungkapnya.

Ia pun memberikan dorongan kepada SMK Medika Samarinda agar terus mengembangkan kegiatan positif dan menjadi inspirasi bagi lingkungan pendidikan di Samarinda, Kalimantan Timur hingga Indonesia.

“Medika tetap semangat, tetap berkembang, jadilah inspirasi dan penyemangat bagi Samarinda dan Kalimantan Timur dan Indonesia umumnya, insyaallah,” pungkasnya.

Di sisi lain, Musmuliadi menekankan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI harus menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat juang generasi muda.

Menurutnya, perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa lalu dilakukan dengan pengorbanan besar. Kini, generasi penerus memiliki tugas untuk mengisi kemerdekaan melalui pendidikan, kegiatan positif dan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Semangat juang bahwa jangan lelah mengisi kemerdekaan ini. Kita sadar bahwa perebutan kemerdekaan waktu itu dengan melalui bambu runcing. Sekarang tinggal kita mengisinya dan menikmati saja. Pertahankan tetap menjadi manusia pejuang sampai ke akhir hayat,” pungkas Musmuliadi.

Festival Merah Putih SMK Medika Samarinda dengan memadukan khataman Al-Qur’an, kreasi telur merah putih dan berbagai perlombaan menjadi bentuk perayaan kemerdekaan yang menggabungkan unsur pendidikan, kreativitas, kebersamaan serta nilai keagamaan.

Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dapat dirayakan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan aktivitas yang mendorong karakter, kreativitas dan semangat kebangsaan generasi muda.

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *