![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Kabar mengenai program mudik gratis bagi masyarakat Jawa Tengah (Jateng), yang berada di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat sambutan positif dari para perantau.
Program tersebut, dinilai menjadi bentuk perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap masyarakat asal Jateng, yang telah lama menetap dan beraktivitas di tanah perantauan.
Program mudik gratis itu mengemuka, dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K. dengan para perantau asal Jateng di Kaltim yang difasilitasi Wakil Gubernur Kaltim Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si., di Rumah Dinas Wakil Gubernur Kaltim, Samarinda, Rabu (5/8/2026).
Salah satu anggota SEMAR, Ifam Irwiyanto, menyambut baik pertemuan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Gubernur Jateng di Kaltim menjadi momentum penting bagi para perantau, untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempererat hubungan dengan Pemerintah Daerah asal.
Ifam berharap, perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap warga Jateng di perantauan tidak berhenti pada program mudik gratis, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara masyarakat perantauan dengan daerah asal.
“Harapannya, tentu program ini bisa memberikan manfaat bagi para perantau asal Jawa Tengah di Kaltim. Selain menjadi kesempatan untuk pulang ke kampung halaman, ini juga mempererat hubungan dan rasa memiliki terhadap daerah asal,” ujar Ifam, melalui pesan WhatsApp ke media ini, Senin (10/8/2026)
Menurut Ifam, banyak masyarakat asal Jawa Tengah yang telah bertahun-tahun tinggal di Kaltim.
Mereka bekerja dan membangun kehidupan di tanah perantauan, namun tetap memiliki ikatan kuat dengan kampung halaman.
Karena itu, menurutnya, perhatian Pemerintah terhadap masyarakat perantauan menjadi hal yang sangat berarti, terlebih ketika aspirasi yang disampaikan dapat langsung diterima dan ditindaklanjuti.
Dalam pertemuan tersebut, Ifam juga menyampaikan aspirasi yang berkaitan dengan kondisi infrastruktur penerangan di wilayah asalnya, khususnya ruas dari Subah menuju Desa Kuripan, Kabupaten Batang.
Ia berharap penerangan jalan dapat diperhatikan Pemerintah, karena keberadaan lampu penerangan sangat berkaitan dengan keselamatan dan kenyamanan masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari.
“Saya menyampaikan aspirasi terkait penerangan lampu dari daerah Subah sampai Desa Kuripan, dan harapannya penerangan jalan tersebut bisa menjadi perhatian dan segera ditindaklanjuti, termasuk rambu-rambu jalan yang dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.
Aspirasi tersebut, kemudian mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Ifam menyebut dirinya mendapatkan amanah, untuk menindaklanjuti persoalan tersebut ketika kembali ke kampung halaman.
Ia diminta langsung menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan dalam pertemuan di Samarinda, untuk berkoordinasi dengan Bupati Batang mengenai persoalan penerangan dan rambu-rambu jalan di wilayah tersebut.
“Ketika nanti pulang kampung, Saya diamanahkan untuk mampir terlebih dahulu ke Kantor Gubernur Jawa Tengah. Setelah itu baru datang ke Bupati Batang, untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya terkait penerangan dan rambu-rambu jalan,” ungkap Ifam.
Menurutnya, arahan tersebut, menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat asal Jawa Tengah yang berada di perantauan Kaltim mendapat ruang, untuk disampaikan secara langsung kepada Pemerintah.
Ifam menilai pertemuan tersebut, bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat perantauan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang ada di kampung halaman.
“Ini tentu menjadi kesempatan yang baik bagi kami warga Jawa Tengah yang berada di Kaltim, dan Kami bisa menyampaikan langsung apa yang menjadi harapan dan aspirasi masyarakat di kampung halaman,” katanya.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan komitmennya, untuk menyiapkan program mudik gratis khusus bagi masyarakat asal Jateng yang berada di Kaltim.
“Saya siapkan mudik gratis khusus Kaltim. Nanti yang mengendalikan Mas Bambang,” kata Ahmad Luthfi.
Selain program mudik gratis, Ahmad Luthfi juga memberikan perhatian terhadap upaya pelestarian budaya Jawa di tanah perantauan.
Ia meminta Bank Jateng menyiapkan satu set gamelan baru, untuk mendukung kegiatan seni dan budaya masyarakat Jawa Tengah di Kaltim.
“Bank Jateng tolong siapkan gamelan, segera digeser ke sekretariat paguyuban, gamelan baru untuk nguri-uri budaya, biar bisa klenengan,” ujarnya.
Pertemuan tersebut, mempertemukan Gubernur Jawa Tengah dengan sejumlah paguyuban masyarakat asal Jateng yang berada di Kaltim.
Di antaranya Sedulur Paguyuban Jawa Tengah Gayeng Tenan atau Sapu Jagat, yang mengkoordinasikan sejumlah paguyuban seperti Pakerten (Paguyuban Keluarga Klaten), Sukowati, Pak Semar, Sragen Asri, hingga Paguyuban Keluarga Ngapak.
Pertemuan itu juga menjadi momentum penting bagi masyarakat perantauan, untuk menyampaikan berbagai persoalan di daerah asal, mulai dari penerangan jalan, kebutuhan air bersih, kekeringan, hingga pengembangan dan distribusi produk UMKM Jawa Tengah ke Kalimantan Timur.
Ifam berharap, komunikasi antara Pemerintah dan masyarakat Jawa Tengah di perantauan dapat terus terjalin, sehingga berbagai aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada pertemuan, tetapi benar-benar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah terkait.

Ia juga mengapresiasi peran Wakil Gubernur Kaltim H Seno Aji, yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut, sehingga warga perantauan asal Jawa Tengah memiliki kesempatan bertemu langsung dan menyampaikan aspirasi kepada Gubernur Jawa Tengah.
“Pertemuan ini sangat berarti bagi Kami, dan harapan Kami, aspirasi masyarakat Jawa Tengah yang ada di perantauan Kaltim bisa terus diperhatikan dan ditindaklanjuti, baik terkait program mudik maupun persoalan yang ada di kampung halaman,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar













