DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

PORDI Targetkan 1.000 Gardu Domino di Kaltim pada 2027.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com — Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) menargetkan pembentukan 1.000 Gardu Domino di Kalimantan Timur (Kaltim) pada 2027.

Target tersebut, menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga domino, sekaligus mendorongnya berkembang sebagai cabang olahraga masyarakat, yang terorganisasi dan kompetitif.

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) PORDI, Dr. H. Andi Jamaro Dulung, mengatakan PORDI yang lahir pada 2019 kini telah berkembang di berbagai daerah.

Organisasi ini, telah menerbitkan surat keputusan untuk 31 provinsi dan melantik 21 provinsi, serta memiliki lebih dari 200 Pengurus Daerah (Pengda) dan 2.000 Gardu di Indonesia.

Menurutnya, Gardu yang merupakan singkatan dari Garda Domino Unggul ditargetkan hadir di setiap Desa.

Secara Nasional, PORDI membidik terbentuknya sekitar 80.000 Gardu pada 2027.

“Khusus Kaltim, dari 1.055 Kelurahan dan desain, Kami targetkan 1.000 Desa akan kita bentuk satu Gardu di tahun 2027,” kata Andi Jamaro dalam konferensi pers Samarinda Domino Turnamen (SMDT), Sabtu (12/9/2026).

Ia menilai Kaltim memiliki potensi besar untuk mencapai target tersebut, dengan kepengurusan yang terus diperkuat hingga tingkat bawah, pengembangan Gardu dinilai dapat menjadi basis pembinaan atlet domino secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua PORDI Kaltim H. Andi Patur menyampaikan, hingga saat ini telah terbentuk 315 Gardu di sejumlah daerah.

Dari 10 Kabupaten/Kota, PORDI Kaltim telah memiliki kepengurusan di sembilan daerah, sementara Mahakam Ulu masih menjadi satu-satunya wilayah yang belum terbentuk Pengda.

Rinciannya, Balikpapan memiliki 54 Gardu, Bontang 62, Samarinda 56, Kutai Timur 27, Tenggarong 38, Kutai Barat 31, Paser 26, dan Penajam Paser Utara 21 Gardu.

“Target Kami ke depan bagaimana terus membenahi diri, membangun infrastruktur dan mampu memberikan capaian minimal 75 persen dari target dalam beberapa waktu ke depan,” ujar Andi Patur.

Ia menambahkan, Kaltim kembali dipercaya menjadi tuan rumah event domino berskala Nasional.

Sebelumnya, Kaltim telah menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional kelima yang diikuti 18 provinsi.

Pada SMDT kali ini, sebanyak 1.536 peserta mengikuti turnamen, yang menjadi bagian dari delapan series babak kualifikasi Road to Liga Pro PORDI Indonesia.

Dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen juga disampaikan Corporate Affairs Higgs Games Island (HGI), Michael Prawira, dan mengatakan bahwa dukungan diberikan, karena domino dinilai memiliki potensi sebagai permainan yang melatih strategi, konsentrasi, kemampuan membaca situasi, serta pengambilan keputusan.

“Pemain yang tadinya sekadar bermain jadi berlatih, pemain yang berlatih jadi berkompetisi, dan yang berkompetisi jadi berprestasi,” ujarnya.

Michael menilai upaya PORDI mengubah persepsi masyarakat, terhadap domino dari sekadar permainan menjadi olahraga yang positif, kompetitif, dan terorganisasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

Menanggapi masih adanya stigma domino, identik dengan perjudian, Andi Jamaro menegaskan hal tersebut justru menjadi salah satu alasan utama lahirnya PORDI.

Ia menegaskan pertandingan yang berada di bawah PORDI tidak boleh disertai perjudian, narkoba, minuman keras maupun aktivitas merokok.

Selain itu, peserta juga diwajibkan menghentikan pertandingan ketika memasuki waktu salat, untuk melaksanakan ibadah bersama.

“Dengan tersosialisasi seperti itu, saya kira seluruh elemen masyarakat, terutama para ulama yang selama ini menjadi minor terhadap permainan domino, akan menerima domino sebagai permainan yang halal dan justru menjadi metodologi dakwah,” jelasnya.

Andi Jamaro juga menilai Samarinda memiliki potensi besar dalam pengembangan olahraga domino, karena mendapat dukungan Pemerintah Daerah, memiliki infrastruktur yang memadai, serta masyarakat yang dinilai menerima keberadaan olahraga ini.

“Tidak akan ada kesulitan mengembangkan PORDI di Samarinda karena seluruh stakeholder yang ada di sini siap,” pungkasnya.

Penulis: Ira Rosalina
Editor: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *