DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

GOR Segiri Dipadati 1.536 Atlet, Turnamen Domino Series IV Resmi Dimulai.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com — GOR Segiri Samarinda dipadati ribuan pehobi, sekaligus atlet domino dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebanyak 1.536 atlet dalam 768 pasangan turun dalam Turnamen Domino Series IV Indonesia yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Liga Pro PORDI Indonesia, Sabtu (12/9/2026).

Ajang yang berlangsung hingga Minggu malam tersebut m, dibuka langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun sekitar pukul 14.00 WITA.

Prosesi pembukaan, ditandai dengan aksi membanting kartu domino secara serentak.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah membuat turnamen ini, menjadi salah satu kompetisi domino dengan jumlah peserta besar yang digelar di Samarinda.

Selain menjadi arena adu kemampuan, turnamen juga menjadi bagian dari agenda PORDI memperluas pembinaan atlet, dan membangun kompetisi domino yang lebih terarah.

Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam sambutannya, menilai permainan domino memiliki unsur strategi yang kuat.

Menurutnya, kemenangan tidak hanya bergantung pada kartu yang berada di tangan pemain, tetapi juga bagaimana pemain membaca situasi dan menentukan langkah.

“Dalam olahraga domino, prestasi tidak hanya ditentukan kartu yang kita dapat. Ada taktik, strategi, kesabaran, dan kemampuan mengambil keputusan pada waktu yang tepat,” ujar Andi Harun.

Ia meminta peserta menjaga ketertiban selama pertandingan, serta ikut merawat fasilitas GOR Segiri.

Salah satu hal yang ditekankan, adalah larangan merokok di dalam gedung.

“Gedung ini, didesain bukan untuk perokok,” tegasnya.

Andi Harun juga tidak berlama-lama dalam memberikan sambutan, lantaran harus melanjutkan agenda lainnya.

Ia menyebut, masih memiliki jadwal mengajar di kampus pada hari yang sama.

“Saya harus ke kampus untuk mengajar, karena hari Sabtu ini Saya memiliki jadwal memberikan kuliah,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PB PORDI Andi Jamaro Dulung mengatakan perkembangan olahraga domino saat ini, terus diarahkan agar semakin terorganisasi dan memiliki jenjang kompetisi yang jelas.

Ia menjelaskan, PORDI berada di bawah koordinasi KORMI.

Kondisi itu, berkaitan dengan keberadaan organisasi domino lain yang telah lebih dahulu berada di bawah KONI.

Menurut Andi Jamaro, perbedaan naungan organisasi bukan menjadi persoalan utama, selama pembinaan dan perkembangan olahraga domino terus berjalan.

“Bagi Kami tidak menjadi persoalan apakah berada di KORMI maupun KONI. Yang paling penting adalah PORDI terus berkembang dan olahraga domino semakin maju,” katanya.

Dalam turnamen tersebut, PORDI juga menekankan pentingnya menjaga pertandingan dari aktivitas yang bertentangan dengan semangat olahraga.

Peserta dilarang melakukan perjudian, membawa narkoba, mengonsumsi minuman beralkohol maupun merokok selama kegiatan berlangsung.

PORDI juga menerapkan penghentian pertandingan, ketika memasuki waktu salat.

Peserta diberikan kesempatan, untuk menjalankan ibadah sebelum pertandingan kembali dilanjutkan.

“Ketika sudah masuk waktu salat, pertandingan dihentikan terlebih dahulu. Setelah peserta selesai melaksanakan ibadah, pertandingan kembali dilanjutkan,” tegas Andi Jamaro.

Turnamen Series IV di Samarinda, menjadi salah satu tahapan Road to Liga Pro PORDI Indonesia.

Dengan mempertemukan atlet dari berbagai daerah, ajang ini sekaligus menjadi ruang mengukur kemampuan, memperkuat kompetisi, dan memperluas jaringan pembinaan olahraga domino di tingkat Nasional.

“Saya berharap rangkaian kompetisi ini, dapat melahirkan semakin banyak atlet berprestasi, sekaligus mendorong domino memiliki ekosistem olahraga yang profesional, terukur, dan menjunjung sportivitas,” tukasnya.

Penulis: Ira Rosalina
Editor: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *