Diskominfo Kutim

Penipuan Catut Nama Pejabat Kejari Samarinda Sasar Pemkot dan BPN, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda dilaporkan semakin meluas dan menyasar sejumlah instansi, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Samarinda.

Aparat kejaksaan mengimbau masyarakat dan instansi Pemerintah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap upaya penipuan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah tangkapan layar percakapan WhatsApp, pelaku menggunakan nomor telepon tidak dikenal dan mengaku sebagai pihak dari Kejari Samarinda.

Dalam komunikasi tersebut, pelaku menyebut nama pejabat kejaksaan, serta meminta pihak tertentu untuk segera menghubungi “Pak Kajari”.

Modus yang digunakan terbilang sistematis, dan pelaku tidak hanya mengirim pesan singkat, tetapi juga menyertakan kontak yang ditampilkan sebagai akun WhatsApp Business, dengan identitas menyerupai pejabat kejaksaan, lengkap dengan nama, gelar, jabatan, hingga foto mengenakan seragam dinas.

Bahkan, ditemukan adanya lebih dari satu nomor yang digunakan dengan identitas berbeda namun tetap mengatasnamakan pejabat Kejari Samarinda.

Dalam salah satu percakapan, pelaku mengaku sebagai staf atau perwakilan dari pejabat kejaksaan dan mencoba membangun komunikasi awal dengan bahasa formal, sebelum kemudian mengarahkan korban untuk menghubungi nomor lain yang diklaim sebagai Kepala Kejaksaan Negeri.

Cara ini, diduga sebagai upaya untuk meyakinkan korban, agar mengikuti arahan selanjutnya.

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Samarinda, Bara Mantio Irsahara, S.H., M.H., membenarkan adanya upaya penipuan tersebut dan menyatakan bahwa, sasarannya tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga telah menjangkau lingkungan Pemerintahan.

“Kami menerima informasi bahwa modus ini juga menyasar instansi seperti Pemerintah Kota Samarinda dan BPN,” ucapnya melalui pesan WhatsApp ke media ini, Rabu (6/5/2026).

“Ini tentu sangat kami sayangkan karena pelaku mencoba memanfaatkan nama institusi untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Bara menegaskan bahwa,.seluruh komunikasi resmi Kejari Samarinda dilakukan, melalui mekanisme kedinasan yang jelas dan bukan melalui nomor pribadi yang tidak terverifikasi.

“Kami pastikan bahwa pejabat Kejaksaan tidak akan menghubungi pihak mana pun secara pribadi, untuk kepentingan yang tidak resmi, apalagi sampai meminta sesuatu, dan jika ada yang mengatasnamakan kami dengan cara seperti itu, dapat dipastikan itu adalah penipuan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan sejumlah ciri yang patut diwaspadai, antara lain penggunaan nomor baru atau tidak dikenal, permintaan komunikasi yang bersifat mendesak, serta adanya pengalihan komunikasi ke nomor lain yang mengaku sebagai pejabat tertentu.

Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, pelaku kejahatan siber semakin canggih dalam memanfaatkan identitas visual dan jabatan untuk menipu korban.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mudah percaya, meskipun pelaku menggunakan foto resmi atau atribut institusi negara.

Kejari Samarinda mengimbau seluruh pihak, baik masyarakat maupun instansi Pemerintah, untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat.

Jika menerima pesan mencurigakan, disarankan untuk tidak menindaklanjuti dan segera mengonfirmasi ke kantor Kejari Samarinda melalui saluran resmi.

“Kami juga mengajak masyarakat dan instansi, untuk segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan serupa agar dapat segera ditindaklanjuti,” katanya

“Kewaspadaan bersama sangat penting, untuk mencegah korban lebih banyak,” pungkas Bara Mantio Irsahara.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *