DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Masuki Masa Libur Sekolah, Astra Motor Kaltim 2 Bagikan Tips Berkendara Aman Bersama Anak

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Masuki masa libur siswa di Kalimantan Timur yang jatuh pada 22 Juni hingga 11 Juli mendatang, tentu menjadi satu hal yang dinanti bagi para anggota keluarga khususnya di Samarinda.

Momen ini tentunya menjadi hal yang dapat dimanfaatkan sejumlah keluarga, untuk merencanakan perjalanan keluarga sembari mengisi waktu selama masa libur berlangsung.

Guna menamani perjalanan keluarga dimoment masa liburan sekolah, Astra Motor Kalimantan Timur 2 kembali bagikan tips berkendara yang dapat diterapkan bagi keluarga, yang akan melakukan perjalanan jarak dekat ataupun jarak jauh sembari berboncengan dengan anak lewat tips #Cari_Aman.

“Melakukan perjalanan sembari berboncengan, tentu perlu diimbangi dengan tips berkendara yang aman lewat tips Cari Aman, agar perjalanan bersama keluarga tetap terasa menyenangkan dan aman sampai tujuan,” ucap Arisettya.

“Contoh mudah dan paling banyak dilakukan ialah menepatkan posisi berkendara yang baik dan benar, saat membonceng anak di posisi depan,” jelasnya.

“Hal ini tentunya harus diperhatikan karena jika dilakukan dengan tidak tepat, terdapat beberapa potensi Bahasa seperti terbendur ataupun terjepit” tambahnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan beberapa tips #Cari_Aman, yang bisa dilakukan oleh para pengendara khususnya yang telah berkeluarga, dalam melakukan perjalanan bersama keluarga sembari membonceng anak.

1. Perlengkapan berkendara.
Anak wajib menggunakan perlengkapan berkendara, karena pembonceng dan pengendara memiliki risiko yang sama.

Sehingga, keduanya wajib menggunakan perlengkapan berkendara, seperti helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

2. Posisi.
Pastikan anak membonceng di belakang dengan posisi lurus dengan tubuh pengendara dan rapat, sehingga anak dapat memegang tubuh pengendara lebih baik dan meningkatkan keseimbangan saat berkendara.

3. Anak siap dibonceng.
Pastikan tangan anak sudah bisa memegang kuat pengendara. Pegangan yang kuat dapat mencegah keseimbangan anak terganggu ketika membonceng.

Bisa juga ditambahkan sabuk pembonceng sehingga keseimbangan dan posisi anak dapat lebih terjaga.Lalu, kaki sudah bisa menginjak pijakan kaki pembonceng dan ingatkan anak kita, untuk tidak memainkan kakinya ketika membonceng, guna mencegah potensi tersenggol kendaraan lain.

4. Kontrol Kecepatan.
Saat berkendara dengan anak, kita perlu mengontrol kecepatan berkendara. Hal ini ditujukan untuk:

a) Mencegah anak terpental kebelakang/ berguncang saat kita mebuka gas karena pegangan anak yang belum kuat, atau anak tidak siap terhadap pergerakan tiba-tiba sepeda motor.

b) Mencegah anak terlempar saat bermanuver/ menikung dengan kecepatan tinggi. Hal ini berpotensi terjadi karena kekuatan pegangan anak ke tubuh pengendara tidak akan sekuat orang dewasa.

c) Mencegah terjadinya pengereman yang kuat. Saat menggunakan kecepatan tinggi, kita berpotensi untuk melakukan pengereman kuat yang akhirnya memberikan rasa tidak nyaman kepada anak kita.

5. Atur waktu, rute, dan jarak.
Anak memiliki ketahanan fisik yang berbeda dengan orang dewasa, sehingga mereka tidak bisa diperlakukan sama.

Mengatur waktu keberangkatan seperti berangkat lebih pagi untuk menghindari terik matahari akan dapat mengurangi ketidaknyamanan mereka ketika berkendara.

Mengatur rute keberangkatan juga diperlukan sehingga kita terhindar dari kemacetan dan dapat sampai lebih cepat. Namun, pastikan rute tersebut aman, layak dan tidak melanggar peraturan lalu-lintas.

Saat berkendara dengan anak , kita juga perlu mengatur jarak perjalanan sehingga kita bisa menentukan waktu istirahat yang baik untuk anak kita ketika berkendara.

6. Konfirmasi.
Kita harus sering melakukan konfirmasi terhadap anak, apakah dia haus, mengantuk, capek dan lainnya. Ketika sering melakukan konfirmasi, kita dapat menemukan masalah pada anak sedini mungkin, sehingga dapat mencegah terjadinya potensi bahaya.

7. Edukasi Cari_aman.
Anak-anak perlu diedukasi sedini mungkin tentang keselamatan berkendara dan rambu lalu lintas yang berlaku, sehingga mereka dapat memahami potensi bahaya di jalan raya.

(IRA)

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *