DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

IKA Unmul Dorong Transparansi Pemilihan Rektor, Agus Suwandy Tekankan Persatuan Kampus.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Ir. H. Agus Suwandy: Perbedaan Pandangan Boleh, Perpecahan Jangan Sampai Terjadi.

SAMARINDA, literasikaltim.com – Penundaan proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul) untuk periode mendatang menjadi perhatian berbagai pihak di lingkungan kampus.

Keputusan yang mengubah jadwal tahapan pemilihan tersebut, memunculkan beragam respons dari sivitas akademika, mulai dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa hingga alumni.

Menyikapi situasi tersebut, Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) mengeluarkan pernyataan sikap yang menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kondusivitas kampus, selama proses pemilihan rektor berlangsung.

Ketua IKA Unmul, Agus Suwandy, menegaskan bahwa penundaan yang terjadi seharusnya tidak dipandang sebagai persoalan yang memicu perpecahan, melainkan sebagai bagian dari upaya menyempurnakan tahapan, agar seluruh proses berjalan sesuai ketentuan dan menghasilkan keputusan terbaik bagi masa depan Universitas Mulawarman.

Menurutnya, dinamika yang muncul dalam sebuah proses demokratis merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan pandangan yang berkembang di tengah sivitas akademika harus tetap disikapi secara dewasa dan mengedepankan kepentingan institusi.

“Kami meminta seluruh elemen kampus, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa maupun alumni, untuk tetap menjaga persatuan dan keharmonisan,” katanya, saat di wawancarai belum lama ini.

“Perbedaan pandangan adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai memecah kebersamaan yang selama ini telah terjalin dengan baik di lingkungan Universitas Mulawarman,” tegas Agus Suwandy.

Ia menilai bahwa seluruh tahapan pemilihan rektor pada hakikatnya memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan pemimpin terbaik yang mampu membawa Universitas Mulawarman semakin maju dan kompetitif, di tengah tantangan dunia pendidikan tinggi yang terus berkembang.

Karena itu, Agus mengajak seluruh pihak untuk memberikan ruang kepada mekanisme yang sedang berjalan, serta menghormati proses yang dilakukan oleh panitia maupun pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam penyelenggaraan pemilihan rektor.

Menurutnya, proses yang dilaksanakan secara teliti, transparan dan berlandaskan aturan akan menjadi fondasi penting dalam menghasilkan pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas akademik, serta visi yang kuat untuk mengembangkan universitas.

“Tujuan utama dari seluruh rangkaian ini, adalah mendapatkan pilihan yang terbaik bagi kemajuan Unmul,” ujarnya.

“Proses yang teliti, transparan, dan sesuai aturan akan menjamin terpilihnya pemimpin yang berintegritas, berwawasan luas, serta mampu membawa universitas ini semakin maju baik di tingkat nasional maupun internasional,” sambungnya.

Lebih lanjut, IKA Unmul juga mendorong panitia pelaksana dan pihak berwenang, untuk memberikan informasi yang jelas kepada sivitas akademika terkait kelanjutan tahapan pemilihan rektor.

Keterbukaan informasi dinilai penting, untuk menjaga kepercayaan publik kampus sekaligus menghindari munculnya spekulasi yang dapat memperkeruh suasana.

Agus menegaskan bahwa, penundaan yang terjadi hendaknya dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan penyempurnaan terhadap setiap tahapan yang diperlukan.

Dengan demikian, seluruh proses dapat berlangsung secara optimal dan menghasilkan keputusan yang dapat diterima oleh semua pihak.

Ia berharap situasi yang berkembang tidak menghambat semangat Universitas Mulawarman, dalam menjalankan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan tinggi terbesar di Kalimantan Timur.

Sebagai perguruan tinggi yang memiliki kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul di daerah, Unmul dinilai harus tetap menjadi teladan dalam penerapan tata kelola yang baik, demokratis, dan menjunjung tinggi etika akademik.

Dalam pandangan IKA Unmul, perbedaan pendapat yang muncul selama proses pemilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat.

Namun seluruh pihak diingatkan, agar tetap menempatkan kepentingan universitas di atas kepentingan kelompok maupun individu demi menjaga marwah institusi.

“Pihak IKA juga mengajak panitia pelaksana dan pihak berwenang, untuk memastikan kelanjutan proses berjalan jelas dan terbuka, sehingga kepercayaan sivitas akademika tetap terjaga,” jelasnya.

“Penundaan yang terjadi diharapkan menjadi momen untuk memastikan setiap tahapan berjalan sempurna, bukan menghambat kemajuan kampus,” pungkas Agus Suwandy.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *