DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Efisiensi Tak Matikan Semangat Kemerdekaan, Sekretariat DPRD Samarinda Gelar HUT RI Tanpa APBD.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di lingkungan Sekretariat DPRD Samarinda tahun ini, berlangsung dengan konsep berbeda.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, seluruh rangkaian kegiatan kemerdekaan digelar tanpa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kegiatan yang dimulai sejak 19 Agustus 2026 tersebut, mengandalkan semangat gotong royong serta dukungan sukarela dari berbagai pihak.

Tidak hanya melibatkan keluarga besar Sekretariat DPRD Samarinda, rangkaian perayaan juga membuka ruang partisipasi bagi pelajar, masyarakat hingga perangkat daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPRD Samarinda, Eddy Syahrani, mengatakan keterbatasan fiskal tidak menjadi alasan untuk menghilangkan semangat masyarakat dalam memperingati momentum kemerdekaan.

“Tidak ada anggaran APBD yang kita gunakan. Kegiatan ini kita bangun melalui gotong royong dan dukungan berbagai pihak. Kalau ada bantuan, sifatnya sukarela,” kata Eddy, Kamis (13/8/2026).

Menurutnya, pola pelaksanaan tersebut sekaligus menjadi bentuk penerapan efisiensi anggaran.

Perayaan kemerdekaan tetap dapat dilaksanakan, namun konsep dan pembiayaannya disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Eddy menjelaskan, rangkaian kegiatan dibagi ke dalam sejumlah agenda yang menyasar peserta internal maupun masyarakat umum.

Untuk keluarga besar Sekretariat DPRD Samarinda, panitia menyiapkan berbagai perlombaan yang bertujuan mempererat kebersamaan dan kekompakan.

Sejumlah lomba internal yang disiapkan antara lain bulu tangkis, catur, domino, PlayStation hingga poker.

Permainan tradisional secara beregu, juga masuk dalam rangkaian kegiatan dan dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus 2026.

Namun, semangat perayaan tidak hanya berputar di lingkungan internal Sekretariat DPRD Samarinda.

Panitia juga memberikan ruang kepada generasi muda, melalui festival band yang diperuntukkan bagi pelajar.

Festival tersebut, terbuka bagi peserta dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas dengan rentang usia 7 sampai 18 tahun.

Selain menjadi hiburan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi pelajar untuk menampilkan kreativitas dan kemampuan bermusik.

“Untuk festival band, kita buka untuk pelajar usia 7 sampai 18 tahun. Jadi anak-anak sekolah dari SD sampai SMA bisa ikut,” ujar Eddy.

Partisipasi masyarakat juga diperluas melalui lomba karaoke, yang dijadwalkan berlangsung pada 28 Agustus 2026.

Setiap kecamatan di Samarinda akan mengirimkan dua wakil, masing-masing untuk kategori putra dan putri.

Panitia memberikan batasan peserta dengan memprioritaskan masyarakat, yang belum pernah mengikuti kompetisi karaoke tingkat provinsi maupun nasional.

Kebijakan tersebut, dimaksudkan agar kompetisi dapat menjadi ruang bagi talenta baru dari tingkat masyarakat.

“Pesertanya kita batasi supaya ruangnya lebih terbuka untuk masyarakat umum. Mereka yang sebelumnya belum mengikuti kompetisi tingkat provinsi atau nasional yang kita prioritaskan,” katanya.

Selain perlombaan, rangkaian HUT ke-81 RI juga diisi kegiatan sosial, dan para Panitia menjadwalkan penggalangan dana, yang selanjutnya akan disalurkan kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Kegiatan sosial lainnya berupa bazar yang dijadwalkan berlangsung pada 26 Agustus, kemudian pada 27 Agustus, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Keterlibatan kegiatan sosial tersebut menunjukkan bahwa, perayaan kemerdekaan di lingkungan Sekretariat DPRD Samarinda tidak hanya diarahkan pada aspek hiburan.

Momentum HUT RI juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kepedulian sosial, dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan, kemudian dijadwalkan ditutup melalui jalan santai pada 29 Agustus 2026.

Pada hari yang sama, panitia juga akan mengumumkan serta membagikan hadiah kepada para pemenang berbagai perlombaan yang telah digelar.

Hadiah yang disiapkan terdiri atas uang pembinaan, sembako serta sejumlah hadiah undian atau doorprize.

Panitia menyiapkan sembilan unit sepeda, mesin cuci dan berbagai hadiah lainnya bagi peserta yang beruntung.

Bagi Eddy, konsep perayaan dengan mengandalkan gotong royong justru memperlihatkan bahwa, semangat kemerdekaan dapat dibangun tanpa harus bergantung pada anggaran pemerintah.

Partisipasi berbagai pihak menjadi kekuatan utama, agar kegiatan tetap berlangsung di tengah kebijakan efisiensi.

Konsep ini, juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah menekan belanja yang tidak menjadi prioritas.

Dengan tidak menggunakan APBD, kegiatan kemerdekaan dapat tetap dilaksanakan tanpa menambah beban terhadap keuangan daerah.

Di sisi lain, keterlibatan pelajar dan masyarakat dalam rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa, Sekretariat DPRD Samarinda tidak menutup ruang partisipasi publik dalam momentum peringatan kemerdekaan.

Melalui olahraga, seni, hiburan, kegiatan sosial hingga jalan santai, perayaan HUT ke-81 RI diarahkan menjadi ruang kebersamaan, yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.

“Intinya kita ingin semangat kemerdekaan tetap terasa. Tidak harus selalu dengan anggaran besar. Yang penting kebersamaan, partisipasi masyarakat dan semangat gotong royongnya tetap ada. Dengan cara itu, perayaan kemerdekaan tetap bisa berlangsung tanpa membebani APBD,” tandasnya.

Penulis: Rizky A.P

Editor: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *