DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

El Nino Picu Intrusi Air Laut, SAMAQUA Pastikan Produksi Tetap 330 Dus per Hari.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, mulai memberikan tekanan terhadap kondisi air baku di Sungai Mahakam.

Intrusi air laut bahkan membuat sejumlah instalasi pengolahan air (IPA), harus menyesuaikan pola operasional.

Namun, kondisi tersebut sejauh ini belum mengganggu produksi air minum dalam kemasan (AMDK) SAMAQUA milik Perumda Tirta Kencana Samarinda.

Perusahaan daerah memastikan proses produksi SAMAQUA, masih berjalan secara normal.

Tidak terdapat pengurangan kapasitas produksi, meski kondisi air baku di Sungai Mahakam mengalami perubahan akibat masuknya air asin.

Humas Perumda Tirta Mahakam, Taufiq, menjelaskan bahwa produksi AMDK memiliki tahapan pengolahan dan pemurnian tersendiri, sehingga kondisi air baku yang berdampak pada sejumlah IPA tidak serta-merta menghambat proses produksi SAMAQUA.

“Produksi SAMAQUA sampai sekarang masih berjalan normal. Kondisi air asin yang terjadi di Sungai Mahakam belum memberikan dampak terhadap proses produksinya,” ujar Taufiq.

Menurutnya, produksi harian SAMAQUA saat ini masih berada pada kisaran 330 dus.

Volume tersebut, dinilai masih stabil dan belum menunjukkan adanya penurunan akibat kondisi kemarau yang berlangsung.

“Untuk produksi harian masih sekitar 330 dus. Sampai saat ini belum ada perubahan yang signifikan,” katanya.

SAMAQUA diproduksi melalui fasilitas AMDK, yang berada di kawasan IPA Kalhol Kecamatan Palaran.

Air yang menjadi bahan baku berasal dari hasil pengolahan instalasi, sebelum menjalani rangkaian proses pemurnian untuk memastikan kualitasnya memenuhi standar air minum dalam kemasan.

Proses pengolahan dilakukan melalui sejumlah tahapan, dan air terlebih dahulu melewati media penyaringan, di antaranya green sand dan karbon aktif yang menggunakan bahan arang tempurung kelapa.

Setelah itu, air kembali melewati filter bertingkat sebelum masuk ke proses ultrafiltrasi.

Tahapan berikutnya, dilakukan melalui sterilisasi menggunakan sinar ultraviolet.

Setelah dinyatakan memenuhi persyaratan, air kemudian masuk ke proses pengemasan.

Fasilitas produksi SAMAQUA, juga telah didukung sistem otomatisasi.

Selain mengolah air, perusahaan memproduksi botol sendiri dengan menggunakan bahan baku preform.

Proses ini, mencakup pembentukan botol, pencucian, pengisian air hingga penutupan kemasan.

Dari sisi pilihan produk, SAMAQUA saat ini tersedia dalam sejumlah ukuran, yakni 220 mililiter, 330 mililiter dan kemasan galon.

Perumda Tirta Kencana juga menyiapkan pengembangan produk dengan ukuran sekitar 600 mililiter, untuk memberikan alternatif lebih luas kepada konsumen.

Pengendalian mutu turut menjadi bagian penting sebelum produk didistribusikan, dan setiap produk yang telah selesai, dikemas terlebih dahulu menjalani masa karantina selama 24 jam sebelum dipasarkan.

Taufiq menegaskan, hingga kini belum terdapat kondisi yang menyebabkan kapasitas produksi SAMAQUA harus dikurangi.

Karena itu, masyarakat tidak perlu mencemaskan ketersediaan produk tersebut selama periode kemarau dan fenomena intrusi air laut masih berlangsung.

“Sejauh ini produksinya tetap normal dan berjalan seperti biasanya,” pungkasnya.

Penulis : Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *