![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com — Komisi II DPRD Samarinda menyoroti belum optimalnya pemanfaatan promosi digital, dalam pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda.
Pemanfaatan media sosial, platform digital, serta kolaborasi dengan pelaku konten kreatif dinilai masih perlu diperkuat agar mampu memperluas jangkauan promosi destinasi wisata daerah.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, H. Viktor Yuan, SH., MH, menilai bahwa di era digital saat ini, strategi promosi pariwisata tidak lagi dapat bergantung pada metode konvensional semata, melainkan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perilaku wisatawan modern.
Menurutnya, sejumlah destinasi wisata di Samarinda memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas, namun belum diiringi dengan pengelolaan promosi digital yang terstruktur, konsisten, dan berkelanjutan.
“Promosi wisata harus mengikuti perkembangan zaman. Digitalisasi menjadi kunci agar destinasi kita lebih dikenal luas,” ujarnya, belum lama ini.
Ia menjelaskan bahwa platform media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube memiliki peran strategis dalam membentuk citra dan daya tarik destinasi wisata.
Konten visual yang menarik dinilai mampu meningkatkan minat kunjungan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
Namun demikian, ia menilai pengelolaan konten digital pada sektor pariwisata di Samarinda masih belum maksimal.
Banyak destinasi wisata belum memiliki strategi komunikasi digital yang konsisten, sehingga informasi yang tersedia belum tersebar secara luas dan efektif.
Selain itu, kolaborasi dengan kreator konten lokal serta pelaku industri kreatif digital juga dinilai masih perlu diperkuat untuk meningkatkan daya jangkau promosi wisata.
Keterlibatan pihak kreatif dianggap mampu menghadirkan konten yang lebih menarik, informatif, dan sesuai dengan tren digital saat ini.
Viktor juga menekankan pentingnya penguatan strategi komunikasi digital yang terintegrasi antara pemerintah daerah, pengelola destinasi wisata, dan pelaku ekonomi kreatif. Dengan demikian, promosi pariwisata dapat berjalan lebih efektif dan tidak dilakukan secara parsial.
Ia menambahkan bahwa, optimalisasi promosi digital tidak hanya berdampak pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM di sekitar kawasan wisata.
“Kalau promosi digital ini diperkuat, dampaknya tidak hanya pada jumlah kunjungan, tetapi juga pada perputaran ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar












