![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com — Pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda dinilai belum sepenuhnya mampu menciptakan multiplier effect atau efek berganda yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Sejumlah kalangan menilai, aktivitas wisata di berbagai destinasi unggulan di Samarinda belum memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi turunan seperti usaha kuliner, kerajinan tangan, hingga jasa penunjang wisata lainnya yang seharusnya dapat berkembang seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.
Anggota Komisi II DPRD Samarinda, H. Viktor Yuan, SH., MH, menyebut bahwa kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan antara potensi wisata dengan manfaat ekonomi yang diterima masyarakat sekitar kawasan wisata.
Ia menilai, idealnya sektor pariwisata tidak hanya menghasilkan peningkatan jumlah kunjungan, tetapi juga mampu menggerakkan rantai ekonomi lokal secara berlapis.
“Ketika wisata berkembang, seharusnya ada efek turunan yang kuat, seperti tumbuhnya UMKM, kuliner, dan produk lokal. Namun yang terjadi saat ini belum sepenuhnya seperti itu,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, lemahnya efek berganda ini disebabkan oleh belum terintegrasinya aktivitas wisata dengan pelaku ekonomi lokal secara optimal.
Banyak destinasi wisata yang masih berfokus pada aspek kunjungan dan estetika kawasan, namun belum sepenuhnya membangun ekosistem ekonomi yang melibatkan masyarakat sekitar secara aktif.
Viktor menegaskan bahwa sektor UMKM seharusnya menjadi garda terdepan dalam memanfaatkan peluang dari aktivitas pariwisata. Kehadiran wisatawan di suatu kawasan semestinya dapat menjadi pasar potensial bagi produk lokal, mulai dari makanan khas, cendera mata, hingga layanan jasa.
Namun demikian, ia menilai peluang tersebut belum dimaksimalkan secara menyeluruh. Akibatnya, perputaran ekonomi di kawasan wisata belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pendapatan masyarakat sekitar.
Ia juga mendorong adanya penguatan strategi pengembangan pariwisata yang lebih terintegrasi, termasuk dengan melibatkan pelaku UMKM sejak tahap perencanaan destinasi wisata.
Dengan demikian, pertumbuhan sektor wisata dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Selain itu, pengembangan ekosistem ekonomi wisata dinilai perlu didukung dengan kebijakan yang berpihak pada pelaku usaha kecil, termasuk penyediaan ruang usaha di kawasan wisata serta pelatihan peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM.
“Pariwisata harus menjadi penggerak ekonomi, bukan hanya tempat kunjungan. Efek berganda itu penting agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas,” tegasnya.
Dengan kondisi tersebut, DPRD Samarinda berharap pemerintah daerah dapat memperkuat sinergi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga potensi wisata di Samarinda benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar












