![]()
Samarinda, literasikaltim.com – Anggota Komisi II DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan, S.H., M.H., mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk tidak hanya berfokus pada penjualan bahan mentah, tetapi mulai beralih pada pengolahan produk bernilai tambah (value added) berbasis potensi lokal Kalimantan.
Menurutnya, penguatan sektor UMKM harus diarahkan pada peningkatan nilai ekonomi melalui inovasi pengolahan, sehingga bahan-bahan lokal dapat memiliki daya jual yang lebih tinggi di pasar.
Langkah ini dinilai penting, untuk memperkuat perekonomian daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.
H. Viktor Yuan menegaskan bahwa Kalimantan memiliki banyak potensi sumber daya alam yang dapat diolah menjadi produk unggulan, seperti teh herbal, produk kesehatan berbahan alami, hingga berbagai produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomis lebih tinggi dibandingkan bahan mentah.
“Selama ini banyak potensi lokal yang masih dijual dalam bentuk bahan mentah, padahal jika diolah dengan baik, nilainya bisa meningkat berkali lipat dan memberikan dampak ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat,” ujar H. Viktor Yuan, Rabu (10/6/2026) siang.
Ia menjelaskan, pengolahan produk menjadi bentuk bernilai tambah tidak hanya meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja baru serta memperkuat daya saing produk lokal di pasar yang lebih luas.
Lebih lanjut, Viktor Yuan yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Samarinda menilai bahwa, transformasi dari bahan mentah ke produk olahan merupakan langkah strategis, dalam membangun ekonomi daerah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Hal ini juga, sejalan dengan upaya memperkuat identitas produk lokal Kalimantan Timur.
“Produk seperti teh herbal, olahan tanaman obat, hingga kerajinan khas daerah harus dikembangkan secara serius agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing dengan produk dari luar daerah,” tambahnya.
Komisi II DPRD Kota Samarinda berharap, Pemerintah Daerah dapat terus memberikan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, serta akses permodalan bagi pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk olahan.
Dengan penguatan nilai tambah ini, UMKM diharapkan tidak hanya menjadi sektor ekonomi kecil, tetapi mampu tumbuh sebagai penggerak utama ekonomi daerah yang berbasis potensi lokal dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar












