![]()
Sabir Ibrahim: Harlah Emas ke-50 KKSS Bakal Diisi Lomba Budaya dan Seni Libatkan 24 Pilar serta 10 BPD.
SAMARINDA, literasikaltim.com — Badan Pengurus Daerah Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPD KKSS) Kota Samarinda mematangkan rangkaian kegiatan yang memadukan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Maulid Nabi Muhammad SAW, serta menyambut Hari Lahir (Harlah) ke-50 KKSS yang memasuki usia emas pada November 2026.
Finalisasi persiapan dilakukan melalui rapat panitia di Warkop Bagios Cafe & Resto, Jalan KH Abdurrasyid, Samarinda, Selasa (25/8/2026).
Rapat tersebut, menjadi bagian dari koordinasi akhir untuk memastikan seluruh agenda dapat terlaksana sesuai rencana.
Sekretaris BPD KKSS Samarinda, Sabir Ibrahim, SH, mengatakan rapat tersebut membahas finalisasi sejumlah kegiatan, yang akan digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI, sekaligus dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan rangkaian menuju Harlah emas KKSS ke-50.
“Hari ini rapat Kita mengenai finalisasi terkait beberapa kegiatan untuk menyemarakkan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 yang dirangkai dengan Maulid Nabi Muhammad SAW serta hari lahir KKSS ke-50 tahun yang jatuh pada 12 November 2026,” ujar Sabir.
Menurut dia, terdapat tiga momentum besar yang menjadi bagian dari rangkaian agenda KKSS, yakni peringatan HUT Kemerdekaan RI, Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah emas KKSS ke-50.
Untuk rangkaian HUT RI dan Maulid Nabi, sejumlah kegiatan telah disiapkan dan mayoritas bersifat terbuka, untuk masyarakat umum.
Agenda tersebut, meliputi jalan sehat, sunatan massal, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, pemeriksaan mata gratis, Gebyar UMKM atau pasar UMKM, serta pelatihan public speaking.

Khusus pelatihan public speaking, panitia menyasar peserta dari kalangan pelajar SMP, SMA dan mahasiswa.
Jumlah peserta dibatasi maksimal 81 orang, sebagai bentuk simbolisasi peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Public speaking ini menarik untuk peserta SMP, SMA dan perguruan tinggi. Bisa mendaftar dan dibatasi maksimal 81 peserta. Kenapa 81 peserta? Karena mengingat angka kita ini ke-81,” jelas Sabir.

Sementara itu, kegiatan jalan sehat juga disiapkan dengan berbagai hadiah bagi peserta.
Hadiah utama untuk agenda Maulid Nabi, adalah satu paket perjalanan umrah.
Sedangkan dalam jalan sehat, panitia menyiapkan satu unit sepeda motor serta berbagai barang elektronik dan hadiah lainnya.

Sabir mengatakan, jenis hadiah dalam jalan sehat masih dapat bertambah seiring adanya dukungan maupun sumbangan dari berbagai pihak yang ingin berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan.
“Yang jelas ada motor dan aneka barang elektronik lainnya. Nanti kita lihat apakah ada sumbangan-sumbangan untuk hadiah,” katanya.
Selain menjadi sarana olahraga dan hiburan, rangkaian kegiatan tersebut juga dirancang sebagai wadah pelayanan sosial.
Pemeriksaan kesehatan umum dan pemeriksaan mata gratis, donor darah serta sunatan massal diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.
Sabir menegaskan seluruh agenda HUT RI dan Maulid Nabi tersebut bersifat umum.
Artinya, kegiatan tidak hanya diperuntukkan bagi warga KKSS, tetapi terbuka bagi masyarakat Samarinda dari berbagai latar belakang suku dan etnis.
“Semua kegiatan tadi itu bersifat umum. Bersifat umum,” tegasnya.
Sementara itu, rangkaian Harlah emas KKSS ke-50 yang jatuh pada 12 November 2026 akan memiliki konsep berbeda.
Kegiatan Harlah direncanakan digelar pada 14–15 November 2026 melalui kerja sama BPD KKSS Samarinda dengan Badan Pengurus Wilayah (BPW) KKSS Provinsi Kalimantan Timur.
Berbeda dengan rangkaian HUT RI dan Maulid Nabi yang terbuka untuk masyarakat, kegiatan Harlah lebih diarahkan pada keterlibatan internal organisasi KKSS, termasuk 24 pilar, 10 BPD kabupaten/kota di Kalimantan Timur serta badan otonom KKSS.
Berbagai lomba budaya dan seni, akan menjadi bagian utama Harlah emas tersebut.
Di antaranya lomba menyanyi, tari kolosal, busana serta lomba stand up comedy atau dalam istilah yang dikaitkan dengan budaya Sulawesi Selatan seperti manoko atau pacarita.
Setiap kegiatan lomba akan mengangkat kekayaan budaya empat subetnis utama Sulawesi Selatan, yakni Bugis, Makassar, Toraja dan Mandar.
Sabir menjelaskan, peserta nantinya dapat menampilkan lagu, tarian, busana maupun cerita yang merepresentasikan salah satu dari empat rumpun budaya tersebut.
“Misalnya menyanyi membawakan salah satu lagu dari empat daerah ini. Kalau menari, membawakan tarian salah satu daerah ini. Busana juga begitu. Untuk stand up, nanti bisa bercerita tentang kebiasaan menggunakan bahasa Makassar, bahasa Toraja, bahasa Bugis atau lainnya,” paparnya.
Menurut Sabir, konsep tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperlihatkan eksistensi sekaligus kekayaan budaya yang dibawa warga KKSS dari tanah kelahiran ke daerah perantauan, khususnya di Kalimantan Timur.
Keterlibatan 24 pilar KKSS, 10 BPD dan badan otonom diharapkan membuat persaingan dalam berbagai lomba semakin semarak.
Selain mempererat hubungan internal organisasi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni dan budaya Sulawesi Selatan kepada masyarakat, dari paguyuban maupun etnis lainnya di Samarinda.
“Budaya dan seni itu mengakar, dibawa oleh warga KKSS dari tanah kelahirannya ke tempat perantauan. Jadi ini semacam eksistensi budaya kita,” ujarnya.
Tak hanya perlombaan, panitia juga membuka kemungkinan menghadirkan seminar serta kegiatan tapak tilas, untuk mengangkat sejarah dan kontribusi warga Sulawesi Selatan di Kalimantan Timur.
Sabir menyebut, salah satu lokasi yang kemungkinan berkaitan dengan agenda sejarah tersebut adalah kawasan Sambutan Seberang.
Namun, bentuk dan lokasi pelaksanaan kegiatan sejarah masih akan dimatangkan oleh panitia.
“Rencananya panitia juga akan mengadakan seminar, kemudian tapak tilas kontribusi warga KKSS di Kalimantan Timur. Untuk lokasi, nanti tergantung panitia. Yang jelas sementara ini berbagai lomba tadi akan melibatkan 24 pilar, 10 BPD serta badan otonom,” jelasnya.
Ia mengatakan, rangkaian HUT RI, Maulid Nabi dan Harlah emas KKSS memiliki semangat besar yang sama, yakni memperkuat persatuan dan kebersamaan.
Semangat tersebut tidak hanya berlaku di lingkungan KKSS, tetapi juga mencakup hubungan dengan berbagai paguyuban, suku, etnis dan kelompok masyarakat lainnya.
“Memang kita ini perlu guyub, perlu bersatu. Bersatu dalam arti sesama rumpun KKSS maupun dengan paguyuban lain. Mulai dari semua etnis, suku, agama, kita memang perlu bersatu. NKRI,” tuturnya.
Sabir menjelaskan, pelaksanaan kegiatan tahun ini juga memiliki latar belakang tersendiri.
Gagasan awal kegiatan muncul sebagai upaya BPD KKSS Samarinda, untuk tetap menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI setelah agenda pawai pembangunan yang biasanya melibatkan berbagai organisasi tidak dilaksanakan.
Selama tahun-tahun sebelumnya, BPD KKSS Samarinda turut berpartisipasi dalam kegiatan pawai yang digelar Pemerintah Kota Samarinda, baik pawai jalan kaki maupun kendaraan.
Namun, dengan tidak adanya kegiatan tersebut tahun ini, BPD KKSS kemudian berinisiatif membuat kegiatan mandiri.

“Awalnya ide kegiatan ini adalah menyemarakkan 17 Agustus. Biasanya Pemerintah Kota Samarinda menggelar pawai, baik pawai jalan kaki maupun kendaraan, dan BPD KKSS tiap tahun berpartisipasi. Berhubung tahun ini tidak ada, akhirnya BPD membuat kegiatan sendiri,” ungkap Sabir.
Ia menyebut, alasan tidak digelarnya pawai pembangunan berkaitan dengan efisiensi anggaran.
Kondisi tersebut, kemudian mendorong BPD KKSS Samarinda mengambil inisiatif agar semangat peringatan kemerdekaan tetap dapat dirasakan masyarakat.
Momentum HUT RI yang berdekatan dengan Maulid Nabi, kemudian menjadi alasan kedua agenda tersebut dirangkai dalam satu kegiatan.
Sementara Harlah emas KKSS ke-50 yang jatuh pada November akan dilaksanakan dalam rangkaian tersendiri meski masih berada dalam satu koordinasi kepanitiaan.
“Agustusan, Maulid dengan Harlah ini berdekatan. Jadi sekalian kepanitiaannya menyatu, cuma kegiatannya nanti terpisah. Rangkaian 17 Agustus dengan Maulid digabung, kemudian Harlah dilaksanakan pada bulan November,” katanya.
Untuk rangkaian HUT RI dan Maulid Nabi, seluruh kegiatan akan dipusatkan di GOR Segiri Samarinda pada 5–6 September 2026.
Sementara Harlah emas KKSS direncanakan berlangsung pada 14–15 November 2026.
Sabir berharap, seluruh persiapan dapat berjalan lancar dan memperoleh respons positif dari masyarakat luas.
Ia juga berharap kegiatan tersebut, menjadi momentum mempererat silaturahmi warga KKSS sekaligus memperkuat hubungan dengan masyarakat Samarinda secara keseluruhan.
“Semoga kegiatan ini lancar dan mendapat respons positif dari masyarakat secara luas. Insyaallah tahun depan BPD KKSS Kota Samarinda bersama BPW Provinsi Kalimantan Timur akan membuat kegiatan yang lebih meriah lagi,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar













