![]()
Mus Mulyadi: Kami Ingin Tidak Ada Alumni SMK Medika yang Menganggur.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Pendidikan karakter menjadi salah satu fokus utama, yang terus diperkuat SMK Medika Samarinda dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki keterampilan kerja, tetapi juga integritas dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan Kepala SMK Medika Samarinda, Mus Mulyadi, saat memberikan sambutan pada acara pelepasan dan perpisahan 451 siswa-siswi Kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 yang berlangsung di Gedung Serba Guna GOR Segiri Samarinda, Sabtu (30/5/2026).
Acara yang dihadiri para orang tua siswa, guru, tamu undangan, serta sejumlah perwakilan perguruan tinggi itu menjadi momentum pelepasan bagi para lulusan dari berbagai program keahlian, mulai dari Keperawatan, Farmasi, Teknik Laboratorium Medik, Teknik Sepeda Motor, hingga Desain Komunikasi Visual dan Multimedia.
Dalam sambutannya, Mus Mulyadi menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari nilai akademik maupun kemampuan teknis yang dimiliki siswa.
Menurutnya, pembentukan karakter justru menjadi fondasi utama yang akan menentukan keberhasilan seseorang ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Karena itu, SMK Medika Samarinda menerapkan berbagai program pembinaan yang berorientasi pada kedisiplinan, tanggung jawab, dan penguatan akhlak peserta didik.
Salah satu metode yang diterapkan sekolah, adalah pemberian konsekuensi edukatif bagi siswa, yang melakukan pelanggaran tata tertib melalui sistem denda menggunakan bata merah.
Mus menjelaskan, kebijakan tersebut bukan dimaksudkan sebagai bentuk hukuman, melainkan sarana pembelajaran, agar siswa memahami arti tanggung jawab atas setiap tindakan yang dilakukan.
“Tidak ada yang dimarah-marahi dan tidak ada hukuman yang bersifat keras. Namun tetap harus ada konsekuensi agar anak-anak belajar bertanggung jawab terhadap perbuatannya,” ujarnya.
Menurut Mus, pembelajaran agama, etika, dan nilai-nilai moral menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan, yang diterapkan sekolah selama ini.
Ia meyakini, karakter yang kuat akan menjadi bekal penting bagi para lulusan, dalam menghadapi tantangan kehidupan di masa mendatang.

Selain penguatan karakter, SMK Medika juga terus menyesuaikan proses pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja.
Mus mengungkapkan bahwa sekitar 70 persen kegiatan belajar siswa dilakukan melalui praktik, sedangkan teori hanya sekitar 30 persen.
Pola tersebut diterapkan, agar para lulusan memiliki pengalaman dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, serta mampu bersaing setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kami ingin lulusan tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa kemampuan yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja,” katanya.
Perkembangan SMK Medika Samarinda, dalam beberapa tahun terakhir juga menjadi sorotan.
Sekolah yang kini menjadi salah satu lembaga pendidikan swasta terbesar di Kalimantan Timur itu, tercatat memiliki jumlah peserta didik yang mendekati 1.500 orang.
Bahkan, untuk tahun ajaran baru mendatang, jumlah pendaftar yang telah mendaftarkan diri disebut telah menembus angka lebih dari 500 calon siswa.
Mus menilai, tingginya minat masyarakat merupakan bentuk kepercayaan terhadap kualitas pendidikan, yang terus dibangun oleh sekolah.
“Tahun depan target Kami mencapai 2.000 siswa, dan ini menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar SMK Medika, untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, melalui program pendidikan gratis yang dinilai, membantu masyarakat memperoleh akses pendidikan yang lebih luas.
Menurutnya, keberadaan program tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi pendidikan, sekaligus membantu sekolah swasta dalam memperluas layanan kepada masyarakat.
Tak hanya itu, Mus mengungkapkan bahwa pada tahun ini sebanyak 783 siswa SMK Medika menerima bantuan beasiswa, dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.
Dana tersebut, kata dia, disalurkan langsung kepada siswa penerima tanpa pemotongan apa pun, sebagai bentuk komitmen sekolah terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan.
Dalam kesempatan yang sama, pihak sekolah juga membuka ruang bagi sejumlah perguruan tinggi, untuk memperkenalkan program pendidikan kepada para siswa yang akan lulus.
Langkah tersebut, dilakukan untuk memberikan gambaran lebih luas, mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kami memberikan kesempatan kepada perguruan tinggi untuk memperkenalkan program-program unggulannya. Nanti siswa sendiri yang akan menilai dan menentukan pilihan yang sesuai dengan masa depannya,” jelas Mus.

Dalam kesempatan ini pula, Mus Mulyadi menyampaikan pesan kepada seluruh lulusan agar terus berjuang meraih cita-cita, menjaga nama baik almamater, serta tidak berhenti belajar, meskipun telah menyelesaikan pendidikan di bangku sekolah menengah kejuruan.
Ia berharap para alumni SMK Medika Samarinda mampu menjadi generasi yang produktif, mandiri, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Saya berharap tidak ada alumni SMK Medika yang menganggur, dan keberhasilan kalian nantinya akan menjadi kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Penulis: Ira Rosalina
Editor: Andi Isnar













