![]()
SEMARANG, literasikaltim.com – Rangkaian Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 76 Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Semarang berlangsung khidmat, semarak, dan sarat makna.
Kegiatan yang mempertemukan alumni lintas angkatan tersebut, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan nostalgia, tetapi juga diarahkan sebagai momentum untuk melahirkan kontribusi nyata, bagi dunia pendidikan, masyarakat, serta generasi penerus bangsa.
Salah satu agenda penting berlangsung pada Sabtu (22/8/2026), yakni pengukuhan sekaligus serah terima jabatan Ketua Umum ALJIRO SMANSA periode 2026-2031.
Jabatan tersebut diserahterimakan dari Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hendardji Soepandji, S.H. kepada Koeshartanto, S.E., M.B.A., alumnus angkatan 1980.
Pergantian kepemimpinan itu, menjadi bagian penting dari keberlanjutan organisasi alumni, dalam memperkuat peran dan kontribusinya.
Kepemimpinan baru, diharapkan mampu meneruskan berbagai program yang telah berjalan, sekaligus menghadirkan gagasan baru yang memberikan manfaat lebih luas.
Koeshartanto dalam sambutannya menegaskan, Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 2026 sengaja dirancang dengan orientasi yang lebih jauh daripada sekadar pertemuan alumni.
Menurut dia, keberadaan alumni harus mampu memberikan warisan positif yang dapat dirasakan sekolah, masyarakat, hingga generasi yang akan datang.
“Reuni ini, Kami desain bukan sekadar untuk bernostalgia, tetapi bagaimana alumni bisa meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi sekolah, masyarakat, dan generasi berikutnya,” ujar Koeshartanto seusai pengukuhan.
Semangat meninggalkan warisan tersebut, turut diwujudkan melalui penandatanganan prasasti dan gerakan simbolis Legacy Tree Movement.
Dalam kegiatan itu, alumni menanam Pohon Baobab (Adansonia digitata) yang didatangkan khusus dari Kediri.
Pemilihan Baobab, yang dikenal sebagai The Tree of Life bukan tanpa alasan.
Pohon tersebut, menjadi simbol ketahanan, keberlanjutan, serta warisan lintas generasi.
Kehadirannya di lingkungan SMA Negeri 1 Semarang diharapkan menjadi penanda sejarah, yang dapat terus dikenang oleh para siswa maupun alumni pada masa mendatang.
Sementara itu, Mayjen TNI (Purn) Drs. H. Hendardji Soepandji, S.H. menekankan bahwa ikatan alumni harus memiliki peran strategis dalam memberikan sumbangsih terhadap bangsa.
Reuni, menurutnya, tidak boleh berhenti pada kegiatan temu kangen, melainkan harus berkembang menjadi wadah yang mampu melahirkan gagasan dan aksi nyata.
“Ikatan alumni ALJIRO SMANSA harus menjadi panggung kontribusi nyata, bukan sekadar ajang temu kangen,” tegas Hendardji.
Semangat kontribusi tersebut, kemudian diperkuat melalui Forum Grup Diskusi (FGD) Pemikiran Kebijakan Nasional yang dibuka bersama Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP).
Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan untuk merumuskan National Policy Brief dan Youth Declaration sebagai bagian dari upaya mendorong reformasi pendidikan yang bermutu dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
Salah satu sorotan utama dalam forum Nasional itu, adalah paparan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Dr. Ir. H. Seno Aji, M.Si, yang mengangkat pengalaman Kaltim dalam meningkatkan kualitas dan akses pendidikan, melalui keberpihakan anggaran Pemerintah Daerah.
Seno Aji memaparkan program unggulan Gratispol Pendidikan, sebuah kebijakan yang diarahkan untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Program tersebut, antara lain mencakup pemberian seragam gratis bagi siswa SMA/SMK, serta pembebasan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa jenjang S1 hingga S3.
Di hadapan peserta forum, Seno Aji menyampaikan bahwa keberpihakan Pemerintah terhadap sektor pendidikan memberikan dampak terhadap peningkatan partisipasi pendidikan di Kaltim.
Kebijakan tersebut, kata dia, merupakan bagian dari strategi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Komitmen pemda pada sektor pendidikan ini terbukti berhasil mendongkrak Kaltim, hingga menduduki peringkat pertama angka partisipasi pendidikan nasional,” ujar Seno Aji.
Ia menjelaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai lebih dari 20 persen dari APBD.
Selain dukungan anggaran, Pemerintah Daerah juga menerapkan kebijakan afirmatif, untuk memastikan anak-anak di Kaltim, tidak terpaksa menghentikan pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.
Menurut Seno Aji, investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan pembangunan manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
Karena itu, program Gratispol Pendidikan dipandang sebagai salah satu langkah strategis dalam mempersiapkan generasi unggul.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Ketika kami membebaskan biaya pendidikan dari SMA hingga perguruan tinggi, kami sedang membangun masa depan daerah,” tegasnya.
Ia sekaligus mengajak para alumni yang tergabung dalam ALJIRO-SMANSA, untuk mengambil bagian dalam mendorong lahirnya kebijakan pendidikan yang lebih kuat di tingkat Nasional.
Jejaring alumni, menurutnya, memiliki posisi strategis untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan praktik baik dari berbagai daerah kepada para pemangku kebijakan.
Selain Seno Aji, forum tersebut turut mendapat perhatian dari Wakil Menteri Luar Negeri RI, H.E. Arrmanatha Christiawan Nasir, S.H., S.I.P., M.A.
Ia menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi perubahan global, termasuk melalui penguatan jejaring alumni di tingkat internasional.
Wamenlu juga memberikan dukungan terhadap forum kepemudaan ALJIRO, yang diharapkan mampu melahirkan rekomendasi kebijakan adaptif.
Beberapa aspek yang dinilai penting meliputi penguatan literasi digital, penguasaan bahasa internasional, serta kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi dan dinamika global.
Perhatian terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia, juga datang dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Ia menekankan pentingnya integritas, serta pembenahan tata kelola sumber daya manusia sebagai fondasi pembangunan daerah.
Ahmad Luthfi mengingatkan para Kepala Daerah, agar tidak mengabaikan pengawasan internal dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Di sisi lain, Jawa Tengah juga terus mendorong tersedianya ruang pendidikan berbasis keahlian, dan kebutuhan dunia industri melalui konsep link and match.
Rangkaian Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 76 Tahun 2026 sebelumnya telah dimulai pada Jumat (21/8/2026) malam, melalui ALJIRO SMANSA Cultural Night For Indonesia 2026.
Agenda tersebut, menghadirkan perpaduan seni tradisional dan modern yang melibatkan alumni serta para pelaku seni.
Salah satu pertunjukan yang menjadi perhatian adalah Tari Musikal “Jejak Peradaban SMAN 1 Semarang”, yang ditampilkan Sanggar Tari Greget Semarang.
Pertunjukan tersebut, kemudian dilengkapi penampilan Peppi Kamadhatu dan Congrock 17, yang semakin menghidupkan suasana malam budaya.
Tidak hanya menampilkan hiburan dan ekspresi seni, malam budaya tersebut juga menjadi momentum pencatatan prestasi. Sebanyak 3.925 alumni dari 73 angkatan mengenakan busana adat Nusantara secara bersama-sama.
Kegiatan tersebut, kemudian tercatat sebagai rekor terbanyak oleh Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID).
Pencapaian itu, sekaligus memperlihatkan kuatnya keberagaman budaya Nusantara, yang dapat dipersatukan melalui semangat kebersamaan alumni.
Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka, menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa, Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 2026 mampu menghadirkan karya dan prestasi, bukan hanya mengenang perjalanan masa lalu.
“Ini adalah bukti nyata, bahwa reuni ini bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menghadirkan karya dan prestasi yang menginspirasi,” ujar Paulus Pangka.
Secara keseluruhan, Reuni Akbar ALJIRO-SMANSA 76 Tahun 2026 menjadi ruang pertemuan lintas generasi yang menggabungkan silaturahmi, kebudayaan, pendidikan, gagasan kebijakan nasional, hingga aksi nyata melalui Legacy Tree Movement.
Semangat tersebut, menjadi bagian dari upaya alumni untuk menjaga hubungan dengan almamater, sekaligus memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat dan bangsa.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026-2031, ALJIRO SMANSA diharapkan semakin mampu mengonsolidasikan potensi alumni lintas angkatan dan profesi.
Jejaring tersebut, menjadi modal penting untuk menghadirkan berbagai program yang berkelanjutan, terutama dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
REDAKSI.













