![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Suasana hangat dan penuh apresiasi mewarnai kegiatan pisah sambut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Samarinda, yang digelar di Ballroom Hotel Puri Senyiur Samarinda, Rabu (14/4/2026) malam.
Acara ini menjadi momentum peralihan kepemimpinan dari Kajari lama, Firmansyah Subhan, kepada Kajari baru, Haedar, dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta jajaran Pemerintah Kota Samarinda.
Dalam sambutannya, Firmansyah Subhan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dan sinergi seluruh pihak selama dirinya menjabat kurang lebih tiga tahun di Samarinda.

Ia menegaskan bahwa, capaian yang diraih Kejari Samarinda, termasuk predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), tidak lepas dari kolaborasi yang kuat antara institusi penegak hukum, Pemerintah Daerah, dan seluruh elemen terkait.
“Semua tidak terlepas dari sinergitas dan kebersamaan. Prestasi yang diraih merupakan hasil kerja bersama, baik dengan Pemerintah Kota maupun instansi vertikal lainnya,” ujarnya.
Firmansyah juga menyampaikan bahwa masa jabatannya berakhir seiring ketentuan usia di institusi kejaksaan.
Ia akan melanjutkan pengabdian sebagai jaksa ahli utama di Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama bertugas terdapat kekhilafan.
“Saya mohon pamit dan apabila selama ini ada kata-kata atau sikap yang kurang berkenan, saya mohon dimaafkan,” ucapnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Wali Kota Samarinda Andi Harun, yang dinilainya sebagai sosok pemimpin nasionalis dan mampu menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
Sementara itu, Kajari Samarinda yang baru, Haedar, menyatakan komitmennya untuk melanjutkan dan memperkuat sinergi, yang telah dibangun oleh pendahulunya.

Ia mengaku membutuhkan dukungan seluruh pihak, dalam menjalankan tugas penegakan hukum di Kota Tepian.
“Tanpa sinergi dan kolaborasi, tugas Kami tidak dapat berjalan maksimal. Kami mohon dukungan dari seluruh pihak agar dapat melanjutkan apa yang telah dibangun sebelumnya,” katanya.
Haedar juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Forkopimda di bawah koordinasi Wali Kota Samarinda, guna menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan daerah.
Di sisi lain, Wali Kota Samarinda Andi Harun menyampaikan apresiasi atas kinerja Firmansyah Subhan selama memimpin Kejari Samarinda.
Ia menilai, terdapat tiga capaian penting yang berhasil diwujudkan, yakni penguatan penegakan hukum, sinergi yang konstruktif dengan Pemerintah Daerah, serta terciptanya kondisi kota yang aman dan kondusif.

“Jejak pengabdian Pak Firmansyah telah menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Samarinda. Ini adalah kontribusi yang sangat berarti,” ungkap Andi Harun.
Kepada Kajari yang baru, Andi Harun berharap agar sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat, terutama dalam pengawalan pembangunan strategis, penegakan hukum yang berkeadilan, serta upaya pencegahan korupsi di lingkungan Pemerintah Daerah.
“Semua tindakan Pemerintah harus didasarkan pada hukum. Kami juga berharap penguatan program pencegahan korupsi dapat terus dilakukan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah melalui kolaborasi antara Pemerintah, aparat penegak hukum, TNI-Polri, dan seluruh elemen masyarakat.
Acara pisah sambut ini, ditutup dengan pemberian ucapan selamat kepada pejabat lama atas pengabdian yang telah diberikan, serta harapan sukses bagi pejabat baru dalam mengemban amanah di Kota Samarinda.
Penulis: Rizky Aulia
Editor: Masronaliansyah S.Pd













