![]()
SURABAYA, literasikaltim.com – Upaya modernisasi pelabuhan nasional terus diperkuat PT Pelabuhan Indonesia (Persero) melalui penambahan berbagai peralatan bongkar muat berteknologi modern, di sejumlah terminal peti kemas strategis.
Dalam proses tersebut, PT Pelindo Marine Service (Pelindo Marine) mengambil peran penting dengan memastikan kelancaran penundaan, dan penyandaran kapal pengangkut peralatan sehingga seluruh rangkaian distribusi berjalan aman, efisien, dan sesuai standar keselamatan operasional.
Hingga Juli 2026, Pelindo Marine berhasil mengawal kedatangan empat unit Quay Container Crane (QCC) dan 14 unit Rubber Tyred Gantry (RTG), untuk PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS).
Selain itu, perusahaan juga mendukung proses kedatangan dua unit QCC dan empat unit RTG, yang diperuntukkan bagi PT Prima Multi Terminal (PMT) Belawan.
Penambahan peralatan modern tersebut, merupakan bagian dari strategi Pelindo Group dalam meningkatkan kapasitas terminal, mempercepat proses bongkar muat peti kemas, sekaligus memperkuat kualitas layanan kepelabuhanan Nasional, di tengah meningkatnya aktivitas logistik dan perdagangan domestik maupun internasional.
Sebagai penyedia layanan jasa kapal, Pelindo Marine bertanggung jawab memastikan seluruh proses penundaan kapal yang mengangkut alat berat tersebut berlangsung tanpa hambatan.
Mulai dari proses memasuki alur pelayaran, penyandaran kapal, hingga penempatan peralatan di terminal dilakukan dengan perencanaan matang serta mengutamakan aspek keselamatan kerja.
Direktur Komersial, Operasi, dan Teknik PT Pelindo Marine Service, Elvin Syah Putra, menjelaskan keberhasilan proses penyandaran alat bongkar muat di Pelabuhan Belawan maupun Tanjung Perak, merupakan hasil kesiapan armada serta kompetensi personel yang terlibat dalam operasi tersebut.
Untuk mendukung kegiatan di Belawan, Pelindo Marine mengerahkan Kapal Tunda KT Hang Tuah II dan KT Hang Tuah III, yang masing-masing memiliki tenaga 2.000 horsepower (HP).
Sementara itu, proses penundaan di Pelabuhan Tanjung Perak dipimpin oleh KT Jayanegara 305, dengan kekuatan mesin mencapai 3.000 HP.
Menurut Elvin, kesiapan armada modern harus dibarengi dengan sumber daya manusia yang profesional, agar pelayanan kepelabuhanan dapat berjalan optimal.
“Selain didukung armada yang andal, Kami juga memastikan kompetensi personel, untuk menjamin kelancaran operasional serta menghadirkan layanan kepelabuhanan yang aman, andal, dan tepat waktu,” ucapnya, melalui keterangan tertulis ke media ini, Rabu (29/7/2026).
Modernisasi fasilitas pelabuhan, juga mendapat apresiasi dari pelaku industri pelayaran nasional.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesia National Shipowners’ Association (INSA), Carmelita Hartoto, menilai peningkatan kualitas infrastruktur dan peralatan pelabuhan merupakan kebutuhan mendesak, untuk mengimbangi pertumbuhan arus barang yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Ia menegaskan, keberhasilan sistem logistik nasional tidak hanya bergantung pada armada pelayaran, tetapi juga didukung kesiapan pelabuhan sebagai simpul utama distribusi barang.
“Dukungan infrastruktur, peralatan dan sistem operasi pelabuhan harus terus diperbarui agar distribusi logistik nasional lebih optimal,” katanya.
Di Pelabuhan Belawan, tambahan QCC dan RTG akan dioperasikan oleh PT Prima Multi Terminal untuk meningkatkan produktivitas terminal sekaligus mempercepat pelayanan kapal maupun arus peti kemas.
Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, mengatakan investasi peralatan baru merupakan langkah strategis perusahaan, dalam mengantisipasi pertumbuhan volume peti kemas di kawasan Sumatera.
Dengan dukungan teknologi yang lebih modern, PMT optimistis mampu meningkatkan kecepatan layanan, serta efisiensi operasional terminal sehingga memberikan manfaat bagi pengguna jasa pelabuhan.
“Penambahan QCC dan RTG ini, merupakan langkah strategis untuk mengantisipasi pertumbuhan volume peti kemas di Belawan, dan dengan dukungan peralatan yang lebih modern, kami optimistis dapat meningkatkan produktivitas terminal serta mempercepat pelayanan kapal dan kargo,” jelasnya.
Sementara itu, PT Terminal Petikemas Surabaya juga terus melakukan penguatan kapasitas melalui modernisasi fasilitas dan optimalisasi aset yang dimiliki.
Direktur Teknik PT Terminal Petikemas Surabaya, Topo Sapto Nugroho, menjelaskan selain mendatangkan QCC dan RTG baru, pihaknya juga melakukan relokasi dua unit QCC dari TPS menuju Terminal Petikemas Berlian, sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas layanan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kesiapan terminal dalam menghadapi pertumbuhan arus peti kemas yang diproyeksikan terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.
“Selain mendatangkan peralatan baru untuk meningkatkan produktivitas dan keandalan operasional, Kami juga melakukan relokasi dua unit QCC dari TPS ke Terminal Petikemas Berlian sebagai bagian dari upaya optimalisasi kapasitas layanan, dan penguatan kesiapan menghadapi pertumbuhan arus peti kemas,” pungkasnya.
Kolaborasi antara Pelindo Marine dengan operator terminal di Surabaya dan Belawan menjadi bagian penting, dalam mendukung transformasi layanan kepelabuhanan nasional.
Sinergi tersebut, tidak hanya bertujuan meningkatkan efisiensi logistik dan daya saing pelabuhan Indonesia, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menyambut rencana kedatangan bertahap sebanyak 39 unit alat bongkar muat baru, di sejumlah pelabuhan utama di Indonesia.
Dengan tambahan peralatan tersebut, diharapkan kapasitas pelayanan terminal peti kemas semakin meningkat, waktu sandar kapal dapat dipersingkat, serta distribusi logistik nasional menjadi lebih cepat, efisien, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia secara berkelanjutan.
Penulis: Andi Isnar
Sumber: Corcom SPJM












