DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

HUT ke-4 Program We Care Better FUGO Hotels & Resorts, FUGO Samarinda Buka Ruang Kesetaraan bagi Penyandang Disabilitas.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Upaya membangun lingkungan kerja dan pelayanan yang lebih inklusif, terus dilakukan FUGO Hotel Samarinda.

Salah satunya melalui kegiatan bertajuk Inclusivity Act: Preparing a Better Future, yang digelar Jumat (25/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Batara 1, Lantai 3 FUGO Hotel Samarinda ini, menjadi bagian dari rangkaian perayaan 4th Anniversary Program We Care Better.

Workshop tersebut, mengangkat isu inklusivitas dengan agenda utama pengenalan bahasa isyarat.

Para peserta, diajak memahami pentingnya komunikasi dan pelayanan yang lebih aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Melalui kegiatan ini, FUGO Hotel Samarinda juga ingin mendorong terbentuknya lingkungan yang terbuka, ramah, dan memberikan ruang yang setara bagi setiap orang.

Program tersebut, mengusung semangat We Care Better yang telah memasuki tahun keempat.

Selain menjadi bagian dari rangkaian peringatan hari jadi, kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP).

General Manager FUGO Hotel Samarinda, Arman Widianto, mengatakan semangat We Care Better tidak sekadar diwujudkan melalui kegiatan sosial, tetapi diarahkan untuk membangun lingkungan yang mampu menghargai keberadaan dan potensi setiap individu.

Menurutnya, inklusivitas perlu terus diperkenalkan dan dibangun secara berkelanjutan, termasuk di lingkungan kerja dan sektor pelayanan.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi awal dari perubahan yang terus dibangun ke depan, dan semoga juga dapat terus berkembang menjadi lingkungan yang lebih ramah dan inklusif bagi semuanya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Daerah Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (DPD PPDI) Kalimantan Timur, Anni Juwariah, menilai perhatian terhadap penyandang disabilitas di sektor perhotelan dan pariwisata, mulai semakin terbuka.

Namun, menurutnya, keterbukaan tersebut perlu diikuti dengan penguatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) penyandang disabilitas, agar mampu bersaing dan bekerja secara berkelanjutan.

“Program Kami adalah memaksimalkan unit disabilitas. Pendekatan yang sebelumnya hanya charity sudah harus bergerak ke sisi human rights,” ujarnya.

Anni juga menekankan, pentingnya kolaborasi antara organisasi penyandang disabilitas dan korporasi.

Kolaborasi diperlukan, agar kebutuhan perusahaan maupun kemampuan SDM penyandang disabilitas, dapat dipertemukan secara tepat.

“Karena yang paling memahami terkait kebutuhan SDM adalah pihak korporasi. Siapa tahu dengan adanya SDM disabilitas, bisa menjadi daya tarik baru bagi korporasi,” katanya.

Komitmen melanjutkan upaya itu, ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara FUGO Hotel Samarinda dan PPDI Kaltim.

Kerja sama ini, menjadi bagian dari keberlanjutan program inklusivitas yang sebelumnya telah dijalankan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pemahaman mengenai disabilitas yang disampaikan Lina Oktaviani, juru bahasa isyarat sekaligus tenaga pengajar bagi penyandang disabilitas.

Melalui program tersebut, FUGO Hotel Samarinda berharap pemahaman mengenai inklusivitas tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam lingkungan kerja maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini, bisa menjadi awal dari perubahan yang terus dibangun ke depan, dan menjadi lingkungan yang lebih ramah serta inklusif bagi semua orang,” Arman Widianto pungkasnya.

Penulis: Ira Rosalina
Editor: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *