![]()
KUTIM, literasikaltim.com – Kontingen Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil menempatkan diri di posisi tertinggi, dalam klasemen akhir Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) IV Kalimantan Timur (Kaltim) 2026.
Berstatus sebagai tuan rumah, Kutim tidak hanya sukses menyelenggarakan kompetisi olahraga antaraparatur sipil negara (ASN), tetapi juga memastikan gelar juara umum dengan perolehan 44 medali.
Hasil tersebut terdiri atas 17 medali emas, 14 perak, dan 13 perunggu, serta tambahan satu emas dari nomor ganda putra cabang bulutangkis pada hari terakhir pertandingan, menjadi penentu pencapaian kontingen Kutim dalam mengunci posisi teratas.
Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan daya saing atlet Korpri Kutim, ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai Kabupaten dan Kota di Kaltim.
Persaingan yang berlangsung selama kejuaraan menuntut setiap atlet menjaga performa, hingga seluruh nomor pertandingan diselesaikan.
Ketua Kontingen Porprov Korpri IV Kutim yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, mengungkapkan apresiasinya terhadap perjuangan seluruh atlet.
Ia menyebut pencapaian ini, merupakan hasil kerja keras para peserta yang tetap berusaha memberikan hasil terbaik di setiap cabang olahraga.
Saat ditemui di GOR Kudungga, Sangatta, Sabtu (7/11/2026), Basuki menyampaikan bahwa perjuangan kontingen berlangsung hingga pertandingan penutup.
Menurutnya, kekuatan peserta dari daerah lain membuat persaingan perebutan medali berjalan cukup kompetitif.
“Alhamdulillah, seluruh cabang olahraga sudah berjuang maksimal. Kita bersyukur atas hasil yang diraih sampai hari terakhir pertandingan,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, setiap daerah membawa atlet dengan kemampuan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Kondisi tersebut, membuat kontingen Kutim harus menjaga konsistensi penampilan, agar peluang memperoleh medali tetap terbuka hingga kompetisi berakhir.
Salah satu nomor yang sempat diharapkan, menyumbangkan tambahan emas bagi tuan rumah adalah bola voli putri.
Namun, peluang tersebut belum berhasil diwujudkan setelah tim Kutim menghadapi lawan dengan persaingan yang ketat.
Basuki menilai hasil pertandingan merupakan bagian dari dinamika kompetisi, dan baginya, perjuangan atlet dalam mewakili daerah tetap menjadi hal penting, terlepas dari hasil akhir yang diperoleh masing-masing cabang olahraga.
“Persaingan memang cukup ketat karena semua daerah memiliki atlet yang bagus. Tetapi teman-teman dari Kutim terus berjuang memberikan yang terbaik sampai pertandingan terakhir,” kata Basuki.
Sementara itu, kepastian tambahan medali emas justru datang dari cabang bulutangkis.
Pasangan ganda putra Dedi dan Rifai berhasil menyumbangkan satu emas yang mengangkat perolehan Kutim dari sebelumnya 16 menjadi 17 medali emas.
“Ada tambahan satu emas dari ganda putra Dedi dan Rifai, sehingga Kutim mendapatkan 17 emas,” tuturnya.
Tambahan ini, melengkapi koleksi medali kontingen tuan rumah sekaligus memastikan keberhasilan Kutim mempertahankan posisi teratas, hingga penutupan pertandingan.
Raihan 17 emas menjadi modal utama, dalam menempatkan Kutim sebagai juara umum Porprov Korpri IV Kaltim 2026.
Di luar pencapaian atlet, penyelenggaraan kejuaraan tingkat Provinsi ini juga memberikan kesempatan bagi Kutim untuk memperlihatkan kesiapan sebagai daerah penyelenggara.
Sejumlah fasilitas olahraga di Sangatta digunakan sebagai pusat kegiatan pertandingan, termasuk GOR Kudungga yang menjadi salah satu lokasi utama aktivitas peserta.
Pelaksanaan Porprov Korpri, juga menjadi ruang pertemuan bagi anggota Korpri dari berbagai daerah.
Selain menguji kemampuan olahraga, kegiatan tersebut memperkuat interaksi antaraparat pemerintah melalui persaingan yang menjunjung sportivitas dan kebersamaan.
Bagi Pemerintah Daerah, capaian ini diharapkan menjadi dorongan untuk terus mengembangkan kegiatan olahraga di lingkungan ASN.
Prestasi yang telah diraih perlu diikuti dengan pembinaan berkesinambungan, agar kemampuan atlet tidak berhenti setelah kejuaraan selesai.
Basuki berharap, keberhasilan menjadi tuan rumah sekaligus meraih gelar juara umum dapat menjadi pengalaman positif bagi Kutim dalam mengembangkan prestasi olahraga pada masa mendatang.
“Kami bersyukur Kutai Timur bisa menjadi tuan rumah sekaligus meraih juara umum. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kita semua dan mudah-mudahan bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi olahraga ke depan,” pungkasnya.
Penulis: Andi Isnar












