![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kaltim H. Viktor Yuan, S.H., M.H., menghadiri Apel Besar Sabuk Kamtibmas Tahun 2026, yang digelar Polda Kalimantan Timur di Lapangan Parkir GOR Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Kota Samarinda, Kamis (13/8/2026) pagi.
Kegiatan tersebut, dipimpin langsung Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro dan diikuti sekitar 1.700 hingga 2.000 peserta, yang berasal dari berbagai unsur masyarakat.
Apel menjadi momentum memperkuat sinergi antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kalimantan Timur.
H. Viktor Yuan yang juga menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Samarinda ini menilai, bahwa pelaksanaan Apel Besar Sabuk Kamtibmas memiliki arti strategis, di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks.
Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa, keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Ketika TNI-Polri, Pemerintah Daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, organisasi kemasyarakatan dan seluruh elemen warga dapat bersinergi, maka berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Viktor Yuan.
Apel Besar Sabuk Kamtibmas 2026 mengusung tema “Guyub Rukun Benua Etam Bersatu Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Tema tersebut, dinilai relevan dengan kebutuhan Kaltim untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.
Peserta apel berasal dari sekitar 30 komponen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan, komunitas, tokoh adat, tokoh pemuda, Satkamling, satuan pengamanan (Satpam), hingga personel Bhabinkamtibmas.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut, memperlihatkan luasnya dukungan masyarakat, terhadap upaya menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Menurut Viktor, konsep Sabuk Kamtibmas menjadi penting, karena keamanan lingkungan pada dasarnya dimulai dari kepedulian masyarakat di tingkat paling bawah.
Lingkungan yang memiliki komunikasi dan koordinasi yang baik, akan lebih cepat mengenali potensi persoalan sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
“Partisipasi masyarakat harus terus diperkuat. Jangan sampai persoalan keamanan baru menjadi perhatian ketika sudah terjadi gangguan, dan pencegahan melalui komunikasi, kepedulian dan koordinasi di lingkungan masing-masing jauh lebih penting,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Kaltim juga secara resmi meluncurkan Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Reserse Polda Kaltim beserta Polres dan Polresta jajaran.
Peluncuran itu, dilengkapi simulasi penindakan lapangan sebagai gambaran kesiapsiagaan aparat, dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Viktor menyambut baik pembentukan Unit Reaksi Cepat tersebut, dan menilai kesiapsiagaan aparat merupakan bagian penting dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, terlebih Kalimantan Timur memiliki posisi strategis sebagai wilayah, yang terus berkembang dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan nasional.
“Kecepatan dalam merespons setiap potensi gangguan tentu sangat penting. Namun, kecepatan tersebut harus tetap dibarengi dengan profesionalisme, ketepatan tindakan dan komunikasi yang baik dengan masyarakat,” katanya.
Selain penguatan keamanan, Apel Besar Sabuk Kamtibmas juga diwarnai aksi sosial,.berupa penyerahan bantuan beras secara simbolis sebanyak 2.000 sak dengan total 10 ton kepada masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan dan paguyuban daerah.
Bagi Viktor, kegiatan sosial tersebut memberikan pesan bahwa, pendekatan menjaga keamanan tidak semata-mata melalui penegakan hukum, tetapi juga dapat dilakukan dengan membangun kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antara aparat dengan masyarakat.
Ia menilai kehadiran berbagai organisasi, paguyuban dan kelompok masyarakat dalam kegiatan tersebut, menjadi modal sosial yang penting untuk membangun komunikasi lintas komunitas.
Kerukunan yang terjaga, akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih kuat menghadapi provokasi maupun berbagai informasi yang berpotensi memecah persatuan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penandatanganan Ikrar Peserta Apel Sabuk Kamtibmas.
Ikrar tersebut,.menjadi bentuk komitmen bersama untuk menolak segala bentuk provokasi, penyebaran hoaks dan ujaran kebencian yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah.
Viktor menegaskan, perkembangan teknologi informasi membuat masyarakat harus semakin bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat langsung dipercaya, terlebih apabila berpotensi memicu konflik atau memperkeruh situasi.
Sebagai anggota DPRD Kota Samarinda, ia juga mengajak masyarakat untuk terus membangun komunikasi dengan Pemerintah dan aparat apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan.
Menurutnya, sinergi tersebut harus berjalan dua arah agar berbagai persoalan dapat ditangani secara cepat dan tepat.
“Jangan mudah terprovokasi, jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya dan jangan memberikan ruang bagi ujaran kebencian,” katanya.
“Kalau ada persoalan, mari diselesaikan melalui komunikasi dan jalur yang tepat. Kaltim harus tetap aman, damai dan kondusif,” tegas Viktor.
Ia berharap, semangat Guyub Rukun Benua Etam Bersatu tidak berhenti pada pelaksanaan apel, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi antara Pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat, dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas daerah, sekaligus mendukung pembangunan Kalimantan Timur.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Samarinda, dan Kalimantan Timur tetap kondusif,” tuturnya.
“Pembangunan tidak akan berjalan maksimal tanpa keamanan, dan keamanan juga tidak akan terwujud tanpa persatuan serta partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
“Karena itu, mari kita rawat kebersamaan, saling menghormati dan bersama-sama menjaga Benua Etam,” tutup Viktor Yuan.
Penulis: Andi Isnar













