DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

FAS 2026 Ditutup Mahyunadi, Event Adventure Dinilai Beri Dampak Positif bagi Ekonomi Kutim

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com – Penyelenggaraan Fun Adventure Sangatta (FAS) 2026, menjadi salah satu agenda olahraga minat khusus yang mendapat sambutan besar dari komunitas pecinta petualangan.

Memasuki tahun kedua pelaksanaan, kegiatan tersebut berhasil menghadirkan ribuan rider dari berbagai daerah di Kalimantan Timur dan resmi ditutup Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, Sabtu malam (7/11/2026).

Berakhirnya kegiatan ini sekaligus menandai keberhasilan panitia dalam menyelenggarakan agenda yang mempertemukan para penggemar olahraga jelajah alam.

Mahyunadi memberikan apresiasi terhadap kerja seluruh pihak yang terlibat, terutama panitia yang dinilai mampu mengelola rangkaian acara hingga selesai dengan baik.

Menurutnya, tingginya jumlah peserta menjadi salah satu indikator bahwa FAS mulai memiliki tempat di kalangan komunitas adventure.

Kehadiran pengendara dari sejumlah daerah juga memperlihatkan bahwa, kegiatan ini mampu membangun daya tarik di luar lingkungan komunitas lokal.

Mahyunadi menilai, perubahan penyelenggaraan dari kegiatan sebelumnya merupakan bagian dari proses perkembangan sebuah agenda olahraga.

Ia menyebut pergantian nama dari Jelajah Alam Sangatta (JELAS), menjadi Fun Adventure Sangatta (FAS) sebagai bentuk penyesuaian agar kegiatan dapat terus berkembang mengikuti kebutuhan dan dinamika penyelenggaraan.

“Setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya. Maka Jelajah Alam Sangatta (JELAS) kita ganti dengan FAS, Fun Adventure Sangatta,” ungkapnya.

Lebih jauh, Mahyunadi melihat penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala besar memiliki manfaat yang melampaui sektor olahraga.

Pergerakan peserta dan pengunjung selama acara berlangsung berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha jasa, kuliner, serta sektor pariwisata.

Menurutnya, semakin banyak agenda yang digelar di Kutim, semakin terbuka pula kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh manfaat ekonomi dari kunjungan peserta maupun tamu dari luar daerah.

Hal tersebut, terlihat dari berlangsungnya dua kegiatan olahraga dalam waktu berdekatan, yakni Bapor Porprov Korpri dan Fun Adventure Sangatta.

Kehadiran kedua agenda tersebut menjadi bagian dari aktivitas daerah yang tidak hanya melibatkan peserta olahraga, tetapi juga membuka peluang perputaran ekonomi di lingkungan sekitar penyelenggaraan.

Wakil Bupati juga berharap, pengalaman selama mengikuti FAS 2026 dapat meninggalkan kesan baik bagi seluruh peserta. Terlebih, kegiatan tersebut berlangsung ketika Kutim baru saja memperingati hari jadinya yang ke-27 tahun.

Ia turut membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan masukan, apabila menemukan kekurangan selama kegiatan berlangsung.

Evaluasi secara langsung kepada Pemerintah dan panitia dinilai lebih bermanfaat, agar penyelenggaraan berikutnya dapat diperbaiki tanpa menimbulkan kesalahpahaman di antara komunitas.

“Apabila ada kekurangan dari panitia, jangan sampaikan kepada rider lainnya, tetapi sampaikan kepada kami supaya bisa segera dilakukan evaluasi,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *