![]()
SANGATTA, literasikaltim.com – Upaya memperkuat hubungan antar wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai diarahkan pada pembukaan akses infrastruktur jalan.
Kedua Pemerintah Daerah menjajaki kerja sama pembangunan jalur penghubung, yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
Pembahasan ini mengemuka saat Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menerima kunjungan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, bersama rombongan di Sangatta, Kamis (5/11/2026).
Pertemuan itu, menjadi langkah awal menyatukan rencana pembangunan infrastruktur yang melibatkan dua wilayah administrasi berbeda.
Mahyunadi menyambut positif inisiatif Pemkab Kukar, dan menurutnya, pembangunan jalan lintas kabupaten memiliki manfaat strategis karena dapat memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, yang selama ini bergantung pada jalur penghubung antarkawasan.
Wilayah yang berbatasan langsung antara Kutim dan Kukar menjadi salah satu kawasan, yang diharapkan memperoleh manfaat dari rencana tersebut.
Terbukanya akses jalan dinilai dapat membantu aktivitas masyarakat, baik untuk perjalanan sehari-hari maupun menunjang kegiatan perekonomian.
Ia menegaskan, realisasi pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan salah satu pemerintah daerah.
Diperlukan kesepahaman, pembagian peran, serta dukungan berbagai pihak agar rencana tersebut dapat diwujudkan secara terarah.
“Pembangunan jalan lintas daerah membutuhkan kerja sama yang kuat karena manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh satu wilayah, tetapi juga masyarakat di dua kabupaten,” ujar Mahyunadi.

Dalam pembahasan itu, Mahyunadi turut menyoroti pentingnya keterlibatan perusahaan yang memiliki wilayah operasional bersinggungan dengan rencana trase jalan.
Menurutnya, partisipasi sektor swasta dapat memperluas dukungan terhadap pembangunan infrastruktur, terutama apabila jalur yang direncanakan melintasi kawasan operasional perusahaan.
Ia juga berharap, pengalaman Kukar dalam membangun kolaborasi bersama perusahaan untuk mendukung infrastruktur dapat menjadi referensi bagi Kutim.
Pola kerja sama ini, dinilai berpeluang diterapkan dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masing-masing wilayah.
Sebagai tindak lanjut, perangkat daerah teknis dari kedua kabupaten diminta segera melakukan pembahasan lebih mendalam.
Sejumlah aspek yang perlu diselaraskan meliputi penentuan trase atau lintasan jalan, kewenangan pemerintah daerah, kemungkinan dukungan perusahaan, hingga kebutuhan teknis pelaksanaan pembangunan.
Sementara itu, Sekda Kukar Sunggono menjelaskan bahwa, terdapat sejumlah peluang pembangunan infrastruktur yang dapat dikerjasamakan dengan Pemkab Kutim.

Salah satu rencana yang dibicarakan adalah pembukaan jalur dari Kutim menuju Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sebulu, kemudian dilanjutkan ke Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kutim.
Rencana konektivitas tersebut, dipandang memiliki arti penting bagi kawasan yang membutuhkan akses transportasi lebih baik.
Selain berpotensi memangkas waktu perjalanan, keberadaan jalan penghubung juga dapat mendukung kelancaran distribusi barang dan hasil kegiatan ekonomi masyarakat.
Sunggono menilai, peningkatan konektivitas antarkabupaten akan memberikan dampak lebih luas daripada sekadar mempermudah perjalanan.
Akses infrastruktur yang memadai juga berpeluang mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan jangkauan pelayanan pemerintah, serta mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi di sepanjang jalur yang dikembangkan.
“Ini penting agar pembangunan jalan penghubung tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka akses pelayanan publik, distribusi ekonomi, dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat di dua kabupaten,” tutup Sunggono.
Penulis: Andi Isnar












