DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Ardiansyah Dorong Pemerataan Destinasi Wisata Kutim, Setiap Kecamatan Diminta Angkat Potensi Unggulan

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SANGATTA, literasikaltim.com – Kekayaan alam yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), dinilai menjadi modal penting untuk memperluas pengembangan sektor pariwisata daerah.

Pemerintah Kabupaten Kutim mendorong, agar potensi tersebut tidak hanya terpusat pada destinasi yang sudah dikenal masyarakat, tetapi juga dikembangkan secara merata hingga ke tingkat Kecamatan.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengatakan setiap kecamatan mempunyai karakteristik wisata tersendiri yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Potensi tersebut mencakup wisata pantai, kawasan pegunungan, gua, wisata bahari hingga destinasi berbasis kekayaan alam dan budaya.

Menurutnya, pengembangan objek wisata perlu diikuti penyediaan fasilitas pendukung yang memadai.

Ketersediaan sarana dan prasarana menjadi salah satu faktor penting, agar wisatawan mendapatkan kenyamanan ketika mengunjungi berbagai destinasi di Kutim.

Pandangan tersebut disampaikan Ardiansyah dalam rangkaian kegiatan Borneo Camp 2026 yang berlangsung di Pantai Sekerat, Kecamatan Bengalon, pada 6–8 November 2026.

Kegiatan yang menghadirkan sekitar 500 peserta dari berbagai komunitas itu, menjadi salah satu sarana memperkenalkan potensi alam dan budaya Kutim kepada masyarakat dari luar daerah.

Ardiansyah berharap, kegiatan semacam ini dapat memperluas pengenalan destinasi wisata sekaligus mendorong peningkatan jumlah kunjungan.

Ia menilai keberagaman objek wisata yang dimiliki setiap kecamatan perlu dipromosikan, agar masyarakat mempunyai lebih banyak pilihan tujuan rekreasi.

“Setiap kecamatan di Kutim memiliki potensi wisata khas yang perlu diangkat dan dilengkapi fasilitas yang memadai agar dapat dinikmati lebih banyak pengunjung, sehingga upaya meningkatkan kunjungan wisata tercapai,” katanya.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata yang dipublikasikan melalui Satu Data Kalimantan Timur, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kutim sepanjang 2025 mencapai sekitar 426.771 orang.

Capaian tersebut, meningkat sekitar satu persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pantai Sekerat, menjadi salah satu destinasi yang memperlihatkan perkembangan jumlah kunjungan.

Pada 2022, kawasan tersebut tercatat didatangi 4.735 wisatawan, kemudian 3.771 orang pada 2023.

Jumlahnya meningkat menjadi 16.900 pengunjung pada 2024. Sementara saat libur Lebaran, 22 Maret 2026, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 2.000 orang.

Selain Bengalon, Ardiansyah menyebut sejumlah kawasan lain yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Teluk Pandan mempunyai destinasi wisata gua, pegunungan, arena terjun payung, hingga Taman Nasional Kutai.

Di Sangatta Selatan terdapat Desa Sangkima dan Pantai Teluk Lombok, sedangkan Sangatta Utara memiliki Pantai Teluk Lingga dan kawasan Desa Swarga Bara.

Potensi lainnya tersebar di Kecamatan Kaliorang, Kaubun, serta Sangkulirang yang memiliki daya tarik wisata bahari.

Keberagaman ini, menjadi peluang bagi Kutim untuk memperkuat sektor pariwisata melalui pengembangan destinasi yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah.

“Dengan pemerataan promosi dan peningkatan fasilitas, pemerintah daerah berharap kekayaan wisata Kutim semakin dikenal luas serta mampu mendatangkan lebih banyak pengunjung,” tandasnya.

Penulis : Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *