DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Danau Luah Putih Tertutup Gulma, Normalisasi Masuk Rencana Pembenahan 2027

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com – Kondisi danau yang tertutup gulma, menjadi salah satu pekerjaan utama dalam rencana pembenahan objek wisata Luah Putih di Desa Persiapan Kelinjau Tengah, Kecamatan Muara Ancalong, Kabupaten Kutai Timur (Kutim).

Normalisasi danau diperlukan, agar kawasan wisata tersebut dapat kembali dimanfaatkan sesuai fungsinya.

Camat Muara Ancalong, Saberan Nete, menjelaskan bahwa sejumlah fasilitas dasar di kawasan Luah Putih sebenarnya telah dibangun.

Sarana ini, meliputi gazebo untuk tempat bersantai pengunjung serta toilet umum yang disiapkan sebagai fasilitas penunjang aktivitas wisata.

Namun, keberadaan fasilitas fisik itu belum cukup untuk mengoptimalkan pemanfaatan kawasan. Kondisi danau yang tertutup gulma masih menjadi persoalan yang perlu ditangani agar daya tarik utama destinasi tersebut dapat dipulihkan.

Saberan mengatakan, Pemerintah Kecamatan merencanakan pembenahan kembali kawasan Luah Putih mulai 2027.

Salah satu pekerjaan yang menjadi perhatian, adalah membuka kembali area danau melalui proses normalisasi.

“Insyaallah rencana 2027 kita fokus lagi terkait itu. Sarana infrastruktur penunjang seperti gazebo kemudian WC dan sebagainya sudah ada built-in dibangun. Tinggal apa namanya danaunya yang perlu dinormalisasi, perlu dibuka kembali karena tertutup gulma itu,” ujar Saberan saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin (28/9/2026).

Normalisasi danau menjadi aspek penting dalam pemulihan kawasan, karena kondisi lingkungan perairan berpengaruh terhadap pemanfaatan destinasi wisata.

Penanganan gulma diharapkan dapat membantu mengembalikan fungsi danau, sekaligus mendukung keberadaan fasilitas yang telah tersedia.

Meski demikian, pelaksanaan pekerjaan tersebut masih bergantung pada kesiapan program dan dukungan anggaran.

Saberan belum merinci metode normalisasi, luas area yang perlu ditangani, maupun besaran biaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pembenahan tersebut.

Rencana yang ditargetkan pada 2027 itu, perlu disertai pemetaan kondisi lapangan agar pekerjaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan sebenarnya.

Selain penanganan gulma, pemeliharaan gazebo dan toilet juga menjadi hal yang perlu diperhatikan supaya fasilitas yang sudah dibangun tetap layak digunakan ketika kawasan kembali dikembangkan.

Pembenahan fisik tersebut, diharapkan menjadi langkah awal untuk mendukung pemanfaatan Luah Putih sebagai destinasi wisata di Muara Ancalong.

Dengan penanganan yang terencana, sarana yang telah tersedia berpeluang memberikan manfaat lebih optimal bagi pengunjung.

Saberan menegaskan, fokus pembenahan pada 2027 diarahkan pada penataan kembali kawasan, terutama danau yang saat ini masih tertutup gulma.

“Tinggal danaunya yang perlu dinormalisasi, perlu dibuka kembali karena tertutup gulma itu,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *