![]()
H. Viktor Yuan S.H. M.H: Pariwisata Samarinda Harus Jadi Penopang Ekonomi Pascatambang.
SAMARINDA, literasikaltim.com – DPRD Kota Samarinda terus mematangkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), tentang Pengembangan dan Pengelolaan Kepariwisataan.
Penyusunan regulasi ini, kini memasuki tahapan uji publik sebagai bagian dari upaya legislatif menyerap masukan sebelum rancangan aturan ditetapkan menjadi peraturan daerah.
Uji publik digelar di Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Kamis (6/8/2026), dengan melibatkan sejumlah pihak yang memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan sektor pariwisata di Kota Samarinda.
Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Samarinda, H. Viktor Yuan S.H. M.H, mengatakan uji publik menjadi tahapan penting dalam proses pembentukan regulasi.
Menurutnya, DPRD tidak ingin Raperda kepariwisataan hanya disusun dari perspektif Pemerintah dan legislatif, tetapi juga harus mampu mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha, akademisi, organisasi pariwisata, serta masyarakat.
Viktor menyebut, pembahasan dalam uji publik berlangsung dinamis, dan berbagai gagasan dan masukan yang disampaikan peserta dinilai memberikan tambahan substansi terhadap rancangan regulasi yang tengah dimatangkan DPRD.
“Masukan yang kami terima sangat baik. Apa yang disampaikan narasumber dan pansus nyambung dengan kebutuhan Kota Samarinda. Bahkan banyak masukan baru yang menambah kekayaan substansi perda ini,” kata Viktor.
Ia menjelaskan, sejumlah organisasi dan pelaku usaha turut memberikan pandangan terkait arah pengembangan pariwisata Samarinda.
Di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), pelaku transportasi, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA), serta berbagai peserta lainnya.
Menurut Viktor, masukan tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan pariwisata tidak dapat berdiri sendiri.
Pengembangan destinasi harus berjalan beriringan dengan sektor pendukung, mulai dari perhotelan, transportasi, UMKM hingga ekonomi kreatif.
Karena itu, DPRD Samarinda melalui proses pembahasan Raperda berupaya membangun kerangka regulasi yang mampu menciptakan ekosistem pariwisata secara lebih terintegrasi.
Regulasi nantinya diharapkan tidak hanya mengatur pengembangan destinasi, tetapi juga memberikan kepastian dan ruang tumbuh bagi berbagai sektor ekonomi yang ikut bergerak di dalamnya.
Viktor menegaskan, penyusunan Raperda tersebut memiliki relevansi yang cukup kuat dengan tantangan ekonomi Samarinda ke depan.
Ketergantungan terhadap sektor pertambangan, dinilai perlu secara bertahap diimbangi dengan pengembangan sektor ekonomi lain yang memiliki potensi berkelanjutan.
Dalam konteks tersebut, pariwisata dipandang memiliki peluang untuk menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
DPRD berharap, regulasi yang sedang disusun mampu memberikan arah pembangunan pariwisata yang lebih terencana, terintegrasi dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
“Output yang Kami harapkan setelah perda ini selesai adalah memberikan manfaat bagi masyarakat, Pemerintah, maupun pelaku usaha. Ke depan pariwisata harus bisa menjadi penopang ekonomi pascatambang,” ujarnya.
Lebih lanjut, Viktor menilai Samarinda memiliki sejumlah potensi wisata yang masih dapat dikembangkan.
Potensi tersebut, membutuhkan pengelolaan yang lebih terarah agar mampu memberikan nilai ekonomi sekaligus meningkatkan daya tarik kota.
DPRD juga melihat pengembangan pariwisata, yang dikelola secara baik berpeluang memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Namun, hal tersebut membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, pelaku usaha, komunitas, akademisi dan masyarakat.
Melalui uji publik ini, DPRD Samarinda berharap seluruh masukan dapat menjadi bahan penyempurnaan, sebelum Raperda memasuki tahapan pembahasan selanjutnya.
Dengan demikian, regulasi yang dihasilkan tidak hanya memiliki kekuatan hukum, tetapi juga relevan dengan kebutuhan dan potensi pariwisata di Kota Tepian.
“Kita ingin perda ini nantinya tidak berhenti sebagai aturan di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi pijakan untuk membangun sektor pariwisata Samarinda secara berkelanjutan, membuka peluang usaha, memperkuat ekonomi masyarakat dan meningkatkan kontribusi terhadap daerah,” tandasnya.
Penulis: Rizky A.P
Editor: Andi Isnar












