![]()
SAMARINDA, literasikaltim.com – Rumah Sakit (RS) Primecare Samarinda resmi membuka babak baru pelayanan kesehatan di Kota Samarinda melalui kegiatan Grand Opening “Celebrating a New Chapter in Healthcare”, yang digelar di Function Hall Lantai 2 RS Primecare Samarinda, Sabtu (8/8/2026).
Peresmian tersebut, menjadi momentum penting bagi PT Primecare Hospital Group untuk memperkenalkan fasilitas pelayanan kesehatan baru yang mengusung konsep pelayanan berorientasi pada pasien, teknologi medis, profesionalisme, serta empati.
Dalam kegiatan tersebut, hadir jajaran pemilik dan manajemen RS Primecare Samarinda, para dokter dan tenaga kesehatan, mitra perusahaan dari sektor kontraktor, teknologi, alat kesehatan dan obat-obatan, perwakilan perbankan nasional maupun swasta, perusahaan dan asuransi, Pertamina Group, PLN Group, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
CEO PT Primecare Hospital Group, Jhon Kwari, mengatakan berdirinya RS Primecare Samarinda berawal dari sebuah percakapan sederhana saat peresmian Primecare Klinik pada 2021.
Ketika itu, muncul pertanyaan mengapa layanan yang tersedia hanya berbentuk klinik dan tidak dikembangkan menjadi rumah sakit.
Menurutnya, gagasan tersebut kemudian berkembang seiring banyaknya masukan dari sahabat, keluarga, pasien, maupun para dokter yang menginginkan kehadiran rumah sakit dengan konsep pelayanan yang berbeda.

“Kenapa cuma klinik? Kenapa tidak buat rumah sakit saja?” demikian pertanyaan yang menjadi salah satu awal lahirnya gagasan pembangunan RS Primecare Samarinda.
Jhon menjelaskan, membangun rumah sakit bukanlah perkara sederhana. Dibutuhkan investasi yang besar, keberanian menghadapi risiko, serta tanggung jawab yang jauh lebih besar dibandingkan sebuah klinik.
Namun, di balik tantangan tersebut terdapat tujuan yang lebih besar, yakni menghadirkan fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat Samarinda secara lebih luas.
“Samarinda bukan hanya butuh satu rumah sakit lagi. Samarinda butuh rumah sakit yang berbeda,” ujarnya.
Ia menegaskan, RS Primecare Samarinda dibangun dengan menempatkan pasien sebagai pusat dari setiap keputusan.
Visi tersebut, diwujudkan melalui komitmen menjadi penyedia layanan kesehatan pilihan yang unggul sekaligus berempati.
Menurutnya, pelayanan terbaik tanpa empati akan terasa dingin, sedangkan empati tanpa pelayanan terbaik juga tidak cukup.
Karena itu, Primecare Samarinda berkomitmen memberikan keduanya secara bersamaan tanpa kompromi.
“Warga di sini pantas mendapat keduanya tanpa kompromi. Ini adalah janji kami kepada warga Samarinda. Kami akan selalu mengutamakan pasien,” tegasnya.
Memiliki 96 Tempat Tidur dan 16 Ruang Poliklinik.
Direktur RS Primecare Samarinda, dr. Boy Eduard Richard Wajong, menjelaskan rumah sakit tersebut telah memperoleh surat izin operasional pada 13 Februari 2026.
RS Primecare Samarinda berdiri di atas lahan, seluas sekitar 8.000 meter persegi atau 0,8 hektare.
Bangunan rumah sakit terdiri atas empat lantai, dengan luas bangunan sekitar 11.000 meter persegi.
Fasilitas tersebut, dilengkapi 16 ruang poliklinik dan kapasitas 96 tempat tidur.
Komposisinya terdiri atas 23 tempat tidur standar, 22 tempat tidur deluxe, 25 tempat tidur junior suite, satu tempat tidur suite room dan satu tempat tidur president suite.
Dari sisi sumber daya manusia, saat ini RS Primecare Samarinda telah mempekerjakan sekitar 130 karyawan.
Sebanyak 95 persen di antaranya, merupakan tenaga kerja yang berasal dari Kota Samarinda.
Sementara itu, rumah sakit tersebut didukung sekitar 52 dokter spesialis dan dokter umum, termasuk 11 dokter tetap yang memberikan pelayanan di rumah sakit.

“Kurang lebih ada 52 dokter spesialis dan dokter umum, di antaranya 11 dokter tetap yang melayani di rumah sakit ini,” kata dr. Boy.
Ia menyebut RS Primecare Samarinda juga memiliki sejumlah dokter dengan kompetensi khusus, di antaranya pelayanan spine, bedah digestif menggunakan metode laparoskopi, serta kompetensi spesialis yang menggabungkan bidang ginekologi dan urologi.
Perkuat Teknologi Medis.
Selain sumber daya manusia, RS Primecare Samarinda juga menyiapkan teknologi medis untuk mendukung pelayanan dan penegakan diagnosis.
Salah satu teknologi yang disiapkan adalah laser holmium, yang dapat digunakan untuk pemecahan batu ginjal maupun terapi pembengkakan prostat.
RS Primecare Samarinda juga tengah mempersiapkan layanan laboratorium genomik melalui kerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman.
Teknologi tersebut, akan menggunakan mesin sequencer untuk membaca DNA sehingga dapat membantu mendeteksi penyakit keturunan, penyakit langka, hingga kemungkinan seseorang memiliki risiko penyakit tertentu, termasuk sejumlah jenis kanker.
Selain untuk mendeteksi kemungkinan penyakit, teknologi genomik tersebut juga dipersiapkan untuk mendukung layanan farmakogenomik, yakni membantu menentukan pilihan obat yang lebih sesuai berdasarkan karakteristik pasien.
“Alat utamanya adalah namanya sequencer, suatu mesin pembaca DNA,” jelas dr. Boy.
Pengembangan teknologi juga, diarahkan pada penerapan sistem rumah sakit cerdas atau smart hospital.
RS Primecare Samarinda telah menggunakan teknologi informasi berupa e-Medical Record, yang terkoneksi dengan aplikasi Satu Sehat Kementerian Kesehatan.
Selain itu, sistem integrasi informasi menggunakan LIS dan PAX memungkinkan dokter memberikan pemeriksaan maupun ekspertise secara lebih fleksibel, karena sistem tersebut dapat terhubung hingga perangkat telepon genggam.
Konsep tersebut, menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam mengembangkan pelayanan berbasis teknologi dengan pendekatan minimal invasif.
Manajemen Berbasis Transparansi dan Pengalaman Pasien.
Dalam pengelolaannya, dr. Boy mengatakan RS Primecare Samarinda menempatkan nilai transparansi, empati, responsif, akurat, profesional dan inovatif sebagai dasar dalam menjalankan setiap kegiatan.
Nilai tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi dijadikan pedoman moral dan etika bagi seluruh karyawan.
Bahkan, setiap karyawan diwajibkan menandatangani komitmen tersebut sebagai bagian dari code of conduct rumah sakit.
Menurut dr. Boy, pengelolaan rumah sakit memiliki tantangan yang kompleks karena merupakan institusi yang padat modal, profesi, teknologi, tenaga kerja, regulasi, prosedur, ukuran kinerja hingga pengaduan masyarakat.
Karena itu, manajemen RS Primecare Samarinda menyiapkan pendekatan yang mencakup kepatuhan terhadap regulasi pemerintah, peningkatan kualitas pelayanan, pengalaman pasien, serta manajemen risiko.
“Kita akan tetap menjaga keeping the best patient experience,” katanya.
Ia menambahkan, rumah sakit juga harus mampu memenuhi kebutuhan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari masyarakat, karyawan, Pemerintah, perusahaan dan asuransi, hingga dokter spesialis, universitas, fakultas kedokteran serta jejaring rujukan.
Menurutnya, seluruh unsur tersebut, harus dibangun dalam satu tim yang kuat agar pelayanan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Wali Kota Samarinda Apresiasi Investasi RS Primecare.
Wali Kota Samarinda, H Andi Harun, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada pemilik dan jajaran RS Primecare Samarinda yang telah melakukan investasi di Kota Samarinda.
Menurut Andi Harun, kehadiran rumah sakit tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelayanan kesehatan sekaligus daya saing kota.
Selain menambah sarana pelayanan kesehatan, keberadaan RS Primecare Samarinda juga memberikan manfaat ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja.
Ia menyoroti fakta bahwa, sekitar 95 persen tenaga kerja rumah sakit berasal dari warga Samarinda.
“Pengaruhnya di bidang ekonomi, tadi 95 persen dr. Boy katakan bahwa tenaga kerja dari lapangan kerja yang terbuka atas pembukaan rumah sakit ini dari warga Samarinda itu satu manfaat yang luar biasa,” kata Andi Harun.
Menurutnya, dampak ekonomi tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja.
Kehadiran rumah sakit juga berpotensi memberikan efek berganda terhadap sektor usaha lainnya, seperti warung, hotel, UMKM dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.

Pemkot Tegaskan Dukungan terhadap Dunia Usaha.
Andi Harun juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Samarinda, untuk terus memberikan dukungan terhadap kegiatan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia meminta jajaran Pemerintah, termasuk perangkat daerah yang berkaitan dengan pelayanan perizinan, dapat memberikan pelayanan yang baik bagi para pelaku usaha.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak unsur TNI, Polri dan Kejaksaan untuk ikut menjaga iklim usaha agar tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, persoalan premanisme maupun gangguan terhadap kegiatan usaha harus menjadi perhatian bersama, apabila Samarinda ingin terus berkembang sebagai kota yang tertib dan memiliki tata kelola pemerintahan yang baik.
“Kita tidak akan pernah bisa maju kalau kota ini masih ada premanismenya, masih ada gangguannya,” tegasnya.
Ia menilai pertumbuhan Samarinda harus dibarengi dengan perbaikan tata kelola, keamanan, ketertiban serta kesadaran masyarakat.
Dengan kondisi tersebut, iklim investasi dan kegiatan usaha diharapkan dapat tumbuh secara sehat sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dorong Rumah Sakit Tak Sekadar Mengobati.
Dalam sambutannya, Andi Harun juga memberikan catatan penting mengenai arah perkembangan pelayanan kesehatan modern.

Ia berharap RS Primecare Samarinda tidak hanya berorientasi pada peningkatan tingkat keterisian tempat tidur atau occupancy rate, tetapi juga konsisten menjaga kualitas pelayanan kesehatan, kebersihan lingkungan, serta pengelolaan limbah medis dan nonmedis.
Lebih jauh, ia mendorong agar rumah sakit mulai memperkuat pendekatan preventif.
Menurutnya, perkembangan pelayanan kesehatan modern tidak lagi hanya berorientasi pada tindakan pengobatan setelah seseorang mengalami penyakit, tetapi juga bagaimana mencegah gangguan kesehatan sejak dini.
“The future of the health care is not treating disease, it’s preventing health,” ujarnya.
Andi Harun berharap konsep tersebut, dapat diterapkan secara nyata oleh manajemen RS Primecare Samarinda, sehingga masyarakat tidak hanya datang ke rumah sakit ketika membutuhkan pengobatan, tetapi juga menjadikan fasilitas kesehatan sebagai tempat memperoleh layanan pencegahan dan menjaga kualitas kesehatan.
Ia juga mengingatkan jajaran manajemen, agar komitmen yang disampaikan dalam grand opening benar-benar diwujudkan dalam praktik pelayanan sehari-hari.
Diharapkan Menjadi Kebanggaan Samarinda dan Kaltim.
Andi Harun berharap kehadiran RS Primecare Samarinda dapat berkembang menjadi institusi kesehatan, yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Ia menyampaikan harapan, agar rumah sakit tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan Kota Samarinda, tetapi juga mampu memberikan kontribusi bagi Kalimantan Timur.
“Mudah-mudahan kehadiran kita semua ini menjadi doa dan sekaligus harapan Rayun Care ini tumbuh menjadi institusi kesehatan yang membanggakan tidak hanya kota ini, tapi bagi Kalimantan Timur,” ungkapnya.
Sementara itu, dr. Boy dalam kesempatan yang sama menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Samarinda, atas dukungan dalam proses perizinan, termasuk izin mendirikan rumah sakit, PBG, izin lingkungan, persetujuan teknis limbah cair, analisis dampak lalu lintas dan berbagai aspek legalitas lainnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pendiri, jajaran manajemen, tenaga kesehatan, masyarakat sekitar serta berbagai pihak yang telah memberikan dukungan hingga RS Primecare Samarinda dapat beroperasi.
Menurutnya, keberadaan rumah sakit tersebut juga menjadi bagian dari upaya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Samarinda, dengan sekitar 95 persen tenaga kerja berasal dari kota ini.
Grand Opening RS Primecare Samarinda akhirnya menjadi penanda dimulainya babak baru pelayanan kesehatan di Kota Samarinda.
Dengan menggabungkan fasilitas medis, sumber daya manusia, teknologi, pendekatan pelayanan berbasis pasien, serta komitmen terhadap empati dan profesionalisme, rumah sakit tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu pilihan pelayanan kesehatan masyarakat.
Bagi manajemen Primecare, rumah sakit ini bukan sekadar bangunan dan fasilitas medis.
Kehadirannya diharapkan menjadi tempat masyarakat memperoleh rasa aman, nyaman dan bermartabat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Semoga tempat ini menjadi sumber rasa nyaman bagi kota ini. Tempat di mana proses sembuh terjadi. Di mana martabat setiap orang dijaga. Dan di mana setiap pasien merasa dirinya penting,” demikian disampaikan CEO PT Primecare Hospital Group, Jhon Kwari, mengakhiri sambutannya.
Penulis: Andi Isnar













