DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Mahasiswa Psikologi Untag Samarinda Edukasi Siswa SD IT As-Salam tentang Komunikasi Santun dan Asertif.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Dean Hikam Dhaneza Ramadhan, C.Ps.: Berawal dari hasil observasi lapangan, workshop psikoedukasi ini menjadi upaya meningkatkan etika komunikasi sekaligus membentuk karakter positif peserta didik di lingkungan sekolah.

SAMARINDA, literasikaltim.com – Upaya membangun karakter peserta didik, dengan melalui penguatan etika komunikasi terus dilakukan berbagai pihak.

Salah satunya melalui kegiatan Workshop Psikoedukasi bertajuk “Komunikasi Santun dan Komunikasi Asertif: Upaya Meningkatkan Etika Komunikasi dan Perilaku Asertif pada Siswa di Lingkungan Sekolah”, yang diselenggarakan Kelompok 9 Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda di SD IT As-Salam Samarinda, Senin (8/6/2026) pagi tadi.

Dan Kelompok 9 Mahasiswa Fakultas Psikologi Untag Samarinda yakni terdiri dari Dean Hikam Dhaneza Ramadhan, C.Ps, Mulik Rohmati, CS Aufaalisa Eka Subakti, Aulia Cahya Rabbani Putri dan Fidia Mega Trilestari.

Kegiatan yang merupakan implementasi mata kuliah Intervensi Psikologi Non Klinis tersebut berlangsung di SD IT As-Salam Samarinda, Jalan Ampera II Gang Dahlia, Kelurahan Rawa Makmur, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda.

Workshop ini diikuti puluhan siswa kelas IV dan V, dengan tujuan meningkatkan pemahaman tentang pentingnya komunikasi santun, sekaligus kemampuan berkomunikasi secara asertif dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan asesmen sederhana mengenai pola komunikasi siswa, dilanjutkan penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, hingga pengisian lembar kerja (worksheet) yang dirancang, untuk membantu siswa memahami cara berkomunikasi yang baik, menghargai orang lain, serta menyampaikan pendapat tanpa menyinggung perasaan lawan bicara.

Salah satu tim pelaksana dari Kelompok 9 Fakultas Psikologi Untag Samarinda, Dean Hikam Dhaneza Ramadhan, C.Ps., mengatakan bahwa tema tersebut dipilih berdasarkan hasil observasi yang dilakukan mahasiswa selama berada di lingkungan sekolah.

Dari hasil pengamatan, mahasiswa menemukan masih terdapat sejumlah siswa yang mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat, meminta bantuan, maupun menggunakan ungkapan-ungkapan santun dalam interaksi sehari-hari.

“Berdasarkan observasi yang kami lakukan, masih ada beberapa aspek komunikasi yang perlu diperkuat. Karena itu kami menghadirkan materi komunikasi santun dan komunikasi asertif agar siswa memiliki kemampuan berkomunikasi yang lebih baik, baik dengan teman sebaya maupun dengan guru,” ujarnya, saat di wawancarai di sela kegiatan tersebut.

Menurut Dean, SD IT As-Salam dipilih, karena selama ini telah menjadi mitra Fakultas Psikologi Untag Samarinda dalam berbagai kegiatan akademik maupun praktik lapangan mahasiswa.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar program yang dilaksanakan satu kali, melainkan diharapkan dapat berkembang menjadi program berkelanjutan dengan tema-tema psikoedukasi lainnya yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.

“Harapan Kami kegiatan seperti ini, bisa terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas. Tidak hanya tentang komunikasi santun, tetapi juga berbagai aspek psikologis lain yang penting bagi perkembangan anak-anak di era sekarang,” tuturnya.

Sementara itu, Dosen Psikologi yang juga menjabat sebagai Ketua Program Studi Psikologi Fakultas Psikologi Untag Samarinda, Iin Andriani, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam mata kuliah Intervensi Psikologi Non Klinis.

Melalui mata kuliah tersebut, mahasiswa dibekali kemampuan untuk melakukan intervensi psikologis nonklinis dalam bentuk psikoedukasi kepada kelompok masyarakat, sekolah maupun komunitas berdasarkan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga belajar menyusun modul, melakukan identifikasi kebutuhan, kemudian merancang intervensi yang tepat berdasarkan hasil observasi. Ini menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon psikolog dan psikoedukator,” jelasnya.

Menurut Iin, pendekatan pembelajaran berbasis praktik lapangan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di Fakultas Psikologi Untag Samarinda, agar mahasiswa memiliki pengalaman nyata dalam memberikan edukasi psikologis kepada masyarakat.

“Kami berharap lulusan Fakultas Psikologi Untag Samarinda nantinya menjadi tenaga profesional yang kompeten, baik sebagai psikolog, konsultan maupun psikoedukator yang mampu memberikan edukasi berdasarkan keilmuan yang dimiliki,” ungkapnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut disampaikan Kepala SD IT As-Salam Samarinda, Abdul Mutalib, S.Pd., Gr. Menurutnya, workshop yang mengangkat tema komunikasi santun dan asertif sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama di tengah perkembangan teknologi digital yang turut memengaruhi pola komunikasi anak-anak.

Ia mengakui bahwa meskipun sekolah terus menanamkan nilai-nilai sopan santun melalui keteladanan dan pembiasaan, masih terdapat perilaku komunikasi yang kurang tepat, termasuk penggunaan kata-kata kasar maupun kecenderungan verbal bullying di kalangan siswa.

“Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat, menolak ajakan teman, atau mengungkapkan perasaan dapat dilakukan dengan cara yang baik tanpa harus menyakiti orang lain. Karena itu kegiatan ini sangat positif dan sesuai dengan kebutuhan mereka,” katanya.

Abdul Mutalib juga menjelaskan bahwa, kerja sama antara SD IT As-Salam dan Fakultas Psikologi Untag Samarinda telah terjalin cukup lama, melalui berbagai program pendampingan, penelitian dan kegiatan pengembangan peserta didik.

Ia berharap program serupa, dapat terus dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya pembentukan karakter siswa.

“Melalui kegiatan seperti ini, Kami berharap kesadaran anak-anak dalam berkomunikasi dapat tumbuh secara bertahap, sehingga nilai-nilai kesantunan dan sikap asertif menjadi bagian dari kehidupan mereka di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat,” harapnya.

Di tempat yang sama, Guru Kelas V SD IT As-Salam Samarinda, Siti Nurmala Wati, S.Pd., menilai materi yang disampaikan sangat sesuai dengan kebutuhan peserta didik saat ini.

Ia melihat secara langsung antusiasme siswa selama mengikuti kegiatan, dan para peserta aktif berdiskusi, berani mengemukakan pendapat serta terlibat dalam setiap sesi yang diberikan oleh mahasiswa.

“Anak-anak terlihat sangat antusias. Mereka berani berbicara, menyampaikan pendapat dan mengikuti kegiatan dengan baik dari awal hingga akhir. Ini menunjukkan bahwa materi yang diberikan memang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan berkomunikasi secara santun dan asertif merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang harus terus ditanamkan sejak usia dini.

“Kami berharap kegiatan seperti ini, dapat terus berlanjut dan menjadi program yang berkesinambungan, karena sangat mendukung pengembangan karakter peserta didik sesuai dengan kebutuhan mereka saat ini,” pungkasnya.

Melalui workshop tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi Untag Samarinda tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat menghadirkan program yang bermanfaat, dalam membangun generasi muda yang mampu berkomunikasi secara santun, beretika, dan asertif di tengah dinamika kehidupan sosial yang terus berkembang.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *