Diskominfo Kutim

Swadaya di Tengah Pembiaran Pemerintah, Warga Buton Selatan Tambal Jalan yang Diabaikan.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

BUTON SELATAN, literasikaltim.com — Buruknya kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Buton Selatan, kembali menuai sorotan tajam.

Di tengah minimnya respons Pemerintah Daerah, masyarakat di sejumlah Desa justru memilih bergerak sendiri memperbaiki jalan rusak, yang selama ini dikeluhkan.

Di Desa Hendea, Kecamatan Sampolawa, sekelompok pemuda terlihat bergotong royong menambal dan meratakan badan jalan yang rusak.

Aksi tersebut, terekam dalam video yang beredar di media sosial, dan menjadi simbol kekecewaan warga atas lambannya penanganan Pemerintah.

Salah seorang warga dalam unggahan tersebut, mengungkapkan harapannya agar pemerintah segera turun tangan.

“Aktivitas pemuda Desa Hendea memperbaiki jalan, dan Kami sangat berharap kepada Pemerintah, secepatnya memperbaiki jalan Buton,” tulisnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Gaya Baru, Kecamatan Lapandewa. Warga setempat bahu-membahu memperbaiki jalan poros yang menjadi akses utama menuju sejumlah wilayah, termasuk objek wisata andalan Waburi Park.

Jalan tersebut, dinilai vital karena kerap dilalui masyarakat maupun rombongan kegiatan Pemerintah.

Kondisi jalan Buton Selatan, tepatnya jalan poros ke Waburi Park Gaya Baru, seharusnya menjadi perhatian pemerintah,” tulis warga dalam unggahan lain.

Ironisnya, meski menjadi jalur menuju destinasi wisata unggulan yang sering digunakan dalam agenda resmi Pemerintah Daerah, kondisi jalan justru dilaporkan rusak parah, dan belum tersentuh perbaikan. Hal ini memicu kritik tajam dari masyarakat.

“Sepertinya Pemerintah sering melewati jalan itu saat menuju Waburi, namun tidak ada perhatian,” ujar seorang warga dalam kolom komentar, yang kemudian diamini warga lainnya.

“Tepat sekali, padahal setiap kegiatan sering dilaksanakan di Waburi, tetapi kondisi jalannya tidak diperbaiki,” timpal warga lain.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kerusakan jalan tidak hanya terjadi di satu titik.

Ruas jalan poros dari Desa Kaongkeongkea menuju Desa Hendea, dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius.

Kondisi serupa juga ditemukan di kawasan Gunung Sejuk, hingga simpang tiga menuju Desa Tira, yang disebut belum pernah mendapatkan perbaikan berarti.

Tak hanya itu, akses menuju Desa Lapandewa Kaindea, Desa Gerak Makmur, hingga Desa Gaya Baru juga dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan dan menghambat mobilitas masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi maupun kebutuhan sehari-hari.

Warga mengaku keluhan terkait kerusakan jalan tersebut telah berulang kali disampaikan kepada pemerintah daerah.

Namun hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret untuk menangani persoalan tersebut secara menyeluruh.

Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen dan prioritas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buton Selatan.

Jalan sebagai akses dasar masyarakat dinilai seharusnya menjadi perhatian utama Pemerintah.

Masyarakat pun mendesak agar pemerintah daerah segera mengambil tindakan nyata, tidak hanya merespons keluhan, tetapi juga merealisasikan janji pembangunan yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik.

“Harapan Kami sederhana, jalan ini segera diperbaiki agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu,” pungkas salah seorang warga.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *