![]()
Salman Farisi Beberkan Misi HIPKA: Hilirisasi, UMKM Naik Kelas, dan Ekonomi Daerah Mandiri.
SAMARINDA, literasikaltim.com – Himpunan Pengusaha KAHMI (HIPKA) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem bisnis pengusaha lokal melalui pelantikan pengurus, forum bisnis, dan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), dengan sejumlah mitra strategis yang digelar di Hotel Claro Pandurata Samarinda, Selasa (17/6/2026).
Mengusung tema “Penguatan Ekosistem Bisnis Pengusaha Lokal Menuju Kemandirian Ekonomi Kalimantan Timur”, kegiatan tersebut menjadi wadah konsolidasi berbagai elemen dunia usaha, untuk membangun kolaborasi yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan dan peluang ekonomi daerah, khususnya di tengah pesatnya pembangunan Kaltim.
Ketua Panitia Pelaksana, Arif Rahman Hakim, mengatakan pelantikan pengurus HIPKA Kaltim tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi titik awal penguatan kemitraan strategis, yang diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan dunia usaha lokal.

Ia menyebutkan, dari 10 mitra yang direncanakan menjalin kerja sama dengan HIPKA Kaltim, sebanyak delapan mitra menandatangani MoU pada kegiatan tersebut, sebagai bentuk komitmen bersama membangun sinergi dan memperkuat jaringan bisnis daerah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah bersinergi bersama HIPKA. Hari ini, dari 10 mitra yang direncanakan, sebanyak delapan mitra akan menandatangani MoU sebagai bentuk komitmen bersama, dalam mempercepat pembangunan kemitraan dan penguatan ekosistem bisnis di Kalimantan Timur,” kata Arif.
Selain pelantikan dan penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga menghadirkan forum diskusi bisnis yang melibatkan akademisi dan praktisi.
Diskusi dipandu akademisi Universitas Kutai Kartanegara, Dudi Harisabutra, dengan fokus membahas strategi peningkatan daya saing pengusaha lokal, dalam menghadapi dinamika ekonomi dan investasi yang terus berkembang di Kaltim.
Arif menilai keberhasilan pembangunan ekonomi daerah tidak dapat dilakukan secara parsial.
Menurutnya, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang mampu menyatukan kepentingan pelaku usaha, Pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam satu visi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) HIPKA Kaltim, H. Salman Farisi, menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan fokus mendorong penguatan ekosistem usaha dari sektor hulu hingga hilir.
Menurut Salman, Kaltim memiliki sejumlah sektor unggulan seperti pertambangan, minyak dan gas bumi, serta perkebunan kelapa sawit yang selama ini masih didominasi ekspor bahan mentah.
Kondisi tersebut dinilai menyebabkan nilai tambah ekonomi, yang seharusnya dapat dinikmati masyarakat daerah, justru lebih banyak dinikmati wilayah lain yang telah mengembangkan industri hilirisasi.
“Selama ini komoditas unggulan kita sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Padahal apabila dilakukan hilirisasi, dampaknya akan sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi produktif dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, HIPKA Kaltim akan melakukan audiensi dengan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menyampaikan berbagai gagasan dan rekomendasi terkait pengembangan hilirisasi industri, serta penguatan sektor ekonomi yang memiliki keterkaitan langsung dengan pembangunan daerah.

Menurutnya, penguatan hilirisasi menjadi langkah penting, untuk mengantisipasi perlambatan ekonomi yang berpotensi terjadi apabila sektor-sektor utama mengalami penurunan produksi maupun investasi.
Dalam forum tersebut, HIPKA juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem pangan yang kuat.
Salman menilai daerah harus mampu memperkuat rantai pasok, meningkatkan kapasitas penyimpanan hasil produksi, serta mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dalam memenuhi kebutuhan pasar.
“Kita ingin potensi ekonomi daerah dapat dikelola oleh pelaku usaha lokal, dan jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri,” tegasnya.
“Karena itu, diperlukan ekosistem yang menghubungkan sektor produksi, distribusi, pembiayaan hingga pemasaran dalam satu rantai yang saling mendukung,” sambungnya.
Selain fokus pada sektor strategis, HIPKA Kaltim juga menyiapkan program pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program tersebut, akan diarahkan pada penguatan akses pembiayaan, peningkatan kapasitas manajemen usaha, digitalisasi pemasaran, hingga pendampingan pengembangan produk.
Salman menjelaskan, HIPKA telah menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan forum UMKM, untuk membangun basis data digital yang terintegrasi sebagai langkah awal dalam memetakan kebutuhan pelaku usaha.
“Kalau UMKM ingin naik kelas, mereka tidak hanya membutuhkan modal, dan Mereka juga perlu pendampingan manajemen, akses pasar, pemasaran digital, hingga peningkatan kualitas produk. Itu yang akan kami fasilitasi melalui program-program HIPKA ke depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kepengurusan HIPKA Kaltim akan menjalankan organisasi secara profesional, dengan menitikberatkan pada program kerja yang terukur dan memberikan manfaat langsung bagi anggota.
Menurutnya, organisasi harus mampu menghadirkan solusi konkret bagi pengusaha, terutama generasi muda, melalui pembukaan akses jaringan bisnis dan penciptaan peluang usaha baru.
Pada kesempatan yang sama, Arif Rahman Hakim mengungkapkan bahwa keluarga besar KAHMI Kaltim, juga tengah mempersiapkan diri untuk mendukung pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) HIPKA Pusat yang akan datang.
“Kaltim siap mengambil peran strategis dan berupaya menjadi daerah, yang terdepan dalam mendukung agenda besar HIPKA di tingkat nasional,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pengurus HIPKA Pusat, tokoh pengusaha, akademisi, perwakilan organisasi dunia usaha seperti KADIN, HIPMI, APINDO, serta sejumlah mitra strategis yang berkomitmen mendukung penguatan ekonomi daerah.
Melalui pelantikan, forum bisnis, dan penandatanganan kerja sama tersebut, HIPKA Kaltim berharap mampu membangun kolaborasi yang berkelanjutan, memperkuat daya saing pengusaha lokal, serta menciptakan kemandirian ekonomi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kaltim.
“Kalau peran HIPKA benar-benar berjalan dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi pelaku usaha, khususnya UMKM dan pengusaha muda, maka organisasi ini akan menjadi wadah yang mampu mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha lokal yang kuat dan mandiri di Kaltim,” pungkas Salman Farisi.
Penulis: Andi Isnar












