DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Kawasan Olahraga Kudungga Dibuka Gratis untuk Masyarakat, Dispora Kutim Beri Ruang UMKM Berusaha

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus mendorong pemanfaatan Kawasan Olahraga Kudungga, sebagai ruang publik yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

Tidak hanya menunjang kegiatan olahraga, kawasan tersebut juga dikembangkan sebagai pusat aktivitas sosial, kepemudaan hingga pemberdayaan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyampaikan bahwa masyarakat diberikan keleluasaan menggunakan fasilitas kawasan Stadion Kudungga, tanpa dipungut biaya.

Area ini, dapat dimanfaatkan setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 18.00 Wita.

Kebijakan tersebut, merupakan bagian dari upaya Pemerintah Daerah, agar fasilitas olahraga yang tersedia tidak hanya digunakan untuk kegiatan atlet, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, yang ingin berolahraga maupun melakukan aktivitas rekreasi.

“Tempat ini dibuka dan kami tidak pungut biaya. Kalau teman-teman ingin berolahraga silakan dari jam 06.00 pagi sampai jam 06.00 sore,” ujar Basuki, Jumat (2/10/2026).

Selain menyediakan ruang untuk kegiatan olahraga, Dispora Kutim juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menggelar berbagai aktivitas publik di kawasan tersebut.

Sejumlah kegiatan hiburan dan kemasyarakatan, telah memanfaatkan area stadion sebagai lokasi penyelenggaraan.

Perhatian terhadap sektor ekonomi masyarakat juga, menjadi bagian dari pengembangan kawasan itu.

Dispora memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM, untuk memasarkan produk dagangannya dengan menyediakan tempat berjualan tanpa biaya sewa.

Bahkan, fasilitas berupa tenda turut disiapkan untuk mendukung aktivitas para pedagang.

Basuki menilai keberadaan UMKM di lingkungan olahraga, dapat menciptakan hubungan saling menguntungkan antara aktivitas masyarakat, dan perputaran ekonomi lokal.

“Teman-teman UMKM begitu happy. Kita tidak pungut biaya. Kita sediakan tenda, malah mereka di sini. Artinya apa? Dengan olahraga geliat ekonomi juga bisa kita saksikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Kawasan Olahraga Kudungga juga diproyeksikan menjadi salah satu fasilitas pendukung kompetisi sepak bola nasional.

Stadion ini, telah dipersiapkan sebagai markas Persikutim United, untuk menghadapi Liga Nusantara melalui proses verifikasi oleh Badan Liga.

Basuki mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan sejumlah fasilitas utama stadion telah memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pertandingan.

Fasilitas yang menjadi bagian dari penilaian meliputi kondisi lapangan, area parkir, ruang ganti pemain, ruang wasit hingga tribun penonton.

Bahkan, berdasarkan hasil verifikasi tersebut, stadion di Kutim dinilai memiliki kelayakan, untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi dengan tingkatan lebih tinggi.

“Badan Liga mengatakan sebenarnya tempat kita ini layak untuk Liga 2 dan Liga 1,” ungkap Basuki.

Dari sisi daya tampung, Stadion Kudungga diperkirakan mampu menampung sekitar 15 ribu hingga 20 ribu penonton.

Dengan kondisi fasilitas yang telah melalui verifikasi, Dispora menyebut tidak diperlukan pembenahan besar untuk mendukung kesiapan stadion sebagai lokasi pertandingan.

Pengembangan kawasan juga masih terus dilakukan, melalui penambahan sarana olahraga.

Salah satunya, pembangunan kolam renang yang saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir.

Selain itu, rencana pembangunan fasilitas lapangan mini soccer, turut menjadi bagian dari pengembangan kawasan olahraga tersebut.

Basuki berharap, keberadaan berbagai fasilitas itu dapat menjadikan Kawasan Olahraga Kudungga, sebagai ruang bersama yang produktif dan terbuka bagi masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh pengunjung, agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan, serta merawat fasilitas yang telah disediakan Pemerintah.

“Bukan hanya untuk kegiatan olahraga, tapi untuk kegiatan kemasyarakatan, untuk kepemudaan, untuk apa pun. Silakan gunakan tempat ini karena bagi kami ini milik semuanya,” tuturnya.

“Yang terpenting, Saya hanya minta dijaga dan dirawat kebersihannya,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *