![]()
YOGYAKARTA, literasikaltim.com – Musyawarah Nasional (Munas) IV Forum Pelanggan Air Minum Nasional (FORPAMNAS) menjadi tonggak penting bagi penguatan pelayanan air minum di Indonesia. Forum yang digelar selama tiga hari di Hotel Rich Yogyakarta dan resmi dibuka oleh Bupati Sleman, H. Harda Kiswaya, pada Jumat (17/7/2026), menghasilkan kepengurusan baru, dan sekaligus menetapkan sejumlah agenda strategis, yang akan menjadi fokus organisasi dalam empat tahun ke depan.
Melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung penuh semangat kebersamaan, peserta Munas secara aklamasi menetapkan H. Sunardi Dito Prawiro, ST., MA. sebagai Ketua Umum FORPAMNAS periode 2026–2030.
Sementara posisi Sekretaris Jenderal dipercayakan kepada Sutikno, menggantikan kepengurusan sebelumnya yang dipimpin Ir. Bambang Hardjono.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu memperkuat peran FORPAMNAS sebagai mitra strategis Pemerintah dan perusahaan daerah air minum, dalam mengawal kepentingan pelanggan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih di seluruh Indonesia.
Munas IV turut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari jajaran Dewan Pembina FORPAMNAS, Pemerintah Daerah, hingga pimpinan perusahaan penyedia air minum dari berbagai provinsi.
Hadir di antaranya Bupati Sleman H. Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman selaku Ketua Dewan Pembina FORPAMNAS, Wakil Wali Kota Yogyakarta, serta Sekretaris Umum PERPAMSI Pusat Rino Indira Gusniawan, ST., MM.
Sejumlah pimpinan perusahaan air minum daerah juga ikut menghadiri forum Nasional tersebut, di antaranya Direktur Utama PDAM Sleman Bernadus Edy Nugroho, SE., MM., Direktur Utama PDAM Kota Tangerang Doddy Effendy, SH., Direktur Umum PT Air Minum Bandarmasih Hj. Yulia Riana Sari, S.Sos., Dewan Pengawas PDAM Sleman Sukarmin, ST., MT., serta perwakilan PDAM Kota Yogyakarta H. Dani Darmawan, SH., M.Kn.
Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut, menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam membangun sistem pelayanan air minum yang semakin profesional, transparan, dan berpihak kepada masyarakat sebagai pelanggan.
Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam Munas IV adalah, komitmen kepengurusan baru untuk mendorong percepatan pembentukan Badan Regulator Air Minum Nasional.
Lembaga tersebut, diproyeksikan menjadi regulator independen yang mampu memperkuat perlindungan hak pelanggan, sekaligus memastikan pelayanan Perumda Air Minum di seluruh Indonesia berjalan sesuai standar Nasional.
FORPAMNAS juga menegaskan pentingnya penerapan standar pelayanan 4K+T, yakni Kualitas, Kuantitas, Kontinuitas, Keterjangkauan, serta Tekanan distribusi air bersih.
Standar tersebut, dinilai menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pelayanan air minum yang merata, berkualitas, dan berkelanjutan.
Ketua Forum Informasi Pelanggan (FIP) Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Rasyid Ridha, menyambut positif hasil Munas IV tersebut.
Menurutnya, kepengurusan baru membawa harapan besar bagi peningkatan kualitas pelayanan air minum, baik di tingkat nasional maupun daerah.
“Kami mengucapkan selamat kepada Bapak Sunardi Dito Prawiro yang telah dipercaya sebagai Ketua Umum FORPAMNAS dan Bapak Sutikno sebagai Sekretaris Jenderal periode 2026–2030,” ucapnya.
“Dan, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan membawa kemajuan bagi pelayanan air minum di Indonesia,” lanjutnya.
Rasyid menilai keberhasilan FORPAMNAS ke depan tidak hanya bergantung pada kepengurusan pusat, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif seluruh forum pelanggan di daerah.
Sinergi antara masyarakat, Perumda Air Minum, dan pemerintah menjadi faktor penting dalam menciptakan pelayanan publik yang semakin baik.
Ia juga menyebut, pembentukan Badan Regulator Air Minum Nasional akan menjadi langkah strategis dalam menciptakan keseimbangan antara kepentingan pelanggan, penyelenggara layanan, serta pemerintah sebagai pembuat kebijakan.
Tidak hanya menghasilkan keputusan organisasi, rangkaian Munas IV FORPAMNAS juga diisi dengan aksi nyata peduli lingkungan.
Kepengurusan baru bersama para peserta melaksanakan penanaman bibit pohon di kawasan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Maguwoharjo, Sleman, sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian sumber daya air yang menjadi penopang utama kehidupan masyarakat.
Bagi FORPAMNAS, menjaga keberlanjutan sumber daya air merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan air minum.
Dengan sumber air yang lestari, pelayanan kepada masyarakat diharapkan dapat terus terjaga untuk generasi mendatang.
“Saya berharap, hasil Munas IV menjadi awal lahirnya berbagai kebijakan yang semakin berpihak kepada pelanggan, memperkuat tata kelola Perumda Air Minum, serta menghadirkan pelayanan air bersih yang berkualitas, berkeadilan, dan menjangkau seluruh masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
REDAKSI.












