Diskominfo Kutim
Daerah  

DEMA-PTKIN Kalimantan Gelar Rakerwil dan Seminar Nasional di IKN, Andriyan Dwi Saputra Resmi Jadi Korwil.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

IKN, literasikaltim.com — Aliansi Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (DEMA-PTKIN) Wilayah Kalimantan menggelar Seminar Nasional, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), serta penetapan kepengurusan baru di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis, dalam memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa PTKIN di Kalimantan.

Dalam forum tersebut, Andriyan Dwi Saputra resmi ditetapkan sebagai Koordinator Wilayah DEMA-PTKIN Kalimantan oleh Miftahul Rizqi.

Penetapan ini dinilai sebagai langkah penting, untuk memperkuat arah gerakan mahasiswa dalam mengawal isu-isu strategis di tingkat regional maupun nasional.

Selain agenda organisasi, kegiatan juga diisi dengan Seminar Nasional, yang mengangkat tema pembangunan IKN dari berbagai perspektif.

Dalam seminar tersebut, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, memaparkan materi bertajuk “IKN sebagai Simbol Peradaban Baru: Membangun Indonesia Berkelanjutan dan Inklusif.”

Alimuddin menjelaskan bahwa pembangunan IKN tidak semata berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pembangunan manusia, kebudayaan, serta keberlanjutan lingkungan.

Menurutnya, pendekatan inklusif menjadi kunci agar pembangunan dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Pembangunan IKN bukan hanya soal fisik, tetapi bagaimana membangun peradaban baru yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kualitas manusia,” ujar Alimuddin dalam pemaparannya.

Rangkaian kegiatan juga, dilengkapi dengan field trip mengelilingi kawasan IKN.

Peserta diajak melihat langsung progres pembangunan, mengenal titik-titik strategis, serta memahami konsep besar yang diusung dalam pembangunan Ibu Kota baru Indonesia.

Andriyan Dwi Saputra menegaskan bahwa kepengurusan baru, diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi bagi mahasiswa PTKIN di Kalimantan.

Ia menilai, mahasiswa memiliki peran penting sebagai agen perubahan yang harus mampu bersikap kritis sekaligus solutif.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mengkritisi, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan pembangunan, khususnya di Kalimantan yang kini menjadi pusat perhatian nasional,” kata Andriyan.

Ia menambahkan bahwa, penguatan konsolidasi antar kampus menjadi kunci, untuk membangun gerakan yang lebih terarah dan berdampak bagi masyarakat.

“Kita ingin gerakan mahasiswa PTKIN di Kalimantan semakin solid, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkas Andriyan.

Sementara itu, Miftahul Rizqi dalam arahannya menegaskan bahwa, kepengurusan wilayah harus mampu menjadi motor penggerak gerakan mahasiswa yang terstruktur dan berdampak nyata.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat basis kajian strategis, serta menjaga independensi gerakan mahasiswa.

“DEMA-PTKIN harus hadir sebagai kekuatan moral dan intelektual yang mampu memberikan solusi atas persoalan umat dan bangsa, dan wilayah Kalimantan memiliki posisi strategis dalam konteks IKN,” tegas Miftahul.

Ia juga mendorong agar kepengurusan yang baru segera menyusun program kerja berbasis kebutuhan masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam mengawal isu pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

“Peran mahasiswa di Kalimantan harus lebih progresif, adaptif, dan terarah dalam mengawal dinamika pembangunan IKN,” pungkasnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Aliansi DEMA-PTKIN Wilayah Kalimantan diharapkan semakin solid sebagai representasi mahasiswa PTKIN yang aktif, kritis, dan konstruktif dalam mengawal transformasi besar pembangunan di Ibu Kota Nusantara.

REDAKSI.

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *