DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

David Jingga: Maulid Nabi Jadi Momentum Pererat Persaudaraan dan Perkuat Ibadah Kader PSI.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

SAMARINDA, literasikaltim.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Samarinda menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, di Sekretariat DPD PSI Kota Samarinda, Jalan Perjuangan, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat (28/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut, diikuti jajaran DPC dan DPRt PSI se-Kota Samarinda.

Selain menjadi agenda keagamaan, peringatan Maulid Nabi dimanfaatkan sebagai momentum mempererat persaudaraan, memperkuat soliditas internal, serta meningkatkan nilai keagamaan para kader di tengah aktivitas organisasi dan pengabdian kepada masyarakat.

Peringatan diisi tausiah oleh Ustadz Ahmad Alhusairi, S.Pd, serta lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Qori Fatih Cahya Nugraha.

Ketua DPD PSI Kota Samarinda, David Jingga, mengatakan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting bagi seluruh jajaran partai.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan kesempatan bagi kader untuk mengambil pelajaran dari kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW.

“Jadi, perjalanan Nabi Muhammad SAW itu menjadi pelajaran untuk kehidupan kita,” jelasnya.

David menuturkan, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW penting diterapkan kader dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menjalankan aktivitas organisasi dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Ia juga menekankan, pentingnya menjaga hubungan persaudaraan antarkader.

Keterlibatan pengurus dari tingkat DPD, DPC hingga DPRt diharapkan mampu memperkuat komunikasi dan kebersamaan, sehingga seluruh jajaran partai, semakin solid dalam menjalankan program serta pengabdian kepada masyarakat.

Di samping memperkuat hubungan internal, David mengingatkan para kader agar tidak mengesampingkan kewajiban beribadah di tengah kesibukan organisasi.

Menurutnya, aktivitas politik dan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berjalan seimbang dengan kehidupan keagamaan.

Kader yang aktif berada di tengah masyarakat, lanjutnya, perlu memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat.

Kesibukan menjalankan agenda organisasi, maupun kegiatan sosial tidak seharusnya menjadi alasan untuk meninggalkan kewajiban beribadah.

Karena itu, momentum Maulid Nabi diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh kader, untuk meningkatkan ketakwaan, menjaga akhlak, serta menghadirkan sikap santun, peduli dan bermanfaat bagi masyarakat.

David menilai, semangat persaudaraan dan nilai keteladanan Rasulullah SAW harus tercermin dalam setiap aktivitas kader.

Dengan demikian, tugas organisasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian program, tetapi juga memiliki nilai pengabdian dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menambahkan, kegiatan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter kader PSI.

Sebab, kekuatan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur dan program kerja, tetapi juga kualitas moral, kedisiplinan dan keteladanan setiap kader.

“Harapannya, melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, Kita semua bisa semakin mempererat persaudaraan, semakin memahami keteladanan Rasulullah SAW, dan tetap taat beribadah dalam kondisi apa pun, termasuk ketika Kita sedang menjalankan tugas dan turun langsung ke masyarakat,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *