Diskominfo Kutim

Warga Desa Separi Swadaya Perbaiki Jalan Rusak 1 Kilometer, Soroti Aktivitas Truk ODOL dan Minimnya Perhatian Pemerintah.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUKAR, literasikaltim.com – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat Desa Separi, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara. Warga secara swadaya melakukan perbaikan jalan rusak di jalur penghubung antara Desa Separi dan Desa Kerta Buana (L4) yang selama bertahun-tahun belum tersentuh perbaikan.

Perbaikan jalan tersebut dilakukan melalui kegiatan gotong royong yang diinisiasi warga RT 3 Desa Separi dengan mengumpulkan iuran, untuk membeli material batu latrik guna menimbun jalan yang rusak parah.

Perwakilan warga Desa Separi, Rachmad Irjali, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat, terhadap kondisi jalan yang menjadi akses utama menuju Kecamatan hingga ke Samarinda.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan warga. Pada Minggu kemarin masyarakat Desa Separi, khususnya RT 3, melakukan iuran untuk membeli batu latrik guna menimbun jalan yang ada di jalur L4. Jalan ini merupakan jalur utama yang menghubungkan desa menuju kecamatan, kabupaten hingga ke Samarinda,” ujar Rachmad Irjali, saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, dari hasil iuran warga berhasil terkumpul dana sekitar Rp1.250.000. Dana tersebut kemudian digunakan untuk membeli tiga ret batu latrik yang digunakan sebagai material penimbunan jalan.

“Alhamdulillah dari hasil iuran masyarakat terkumpul sekitar Rp1.250.000. Ada warga yang menyumbang Rp50 ribu, ada juga Rp100 ribu. Dana itu kami gunakan untuk membeli tiga ret batu latrik, dan sisanya Kami gunakan untuk membeli minuman dan roti bagi warga yang ikut bergotong royong,” jelasnya.

Selain memperbaiki jalan, warga juga berencana menggelar doa bersama, sebagai bentuk rasa syukur atas kebersamaan masyarakat dalam memperbaiki akses jalan Desa.

“InsyaAllah nanti juga akan dibacakan doa selamat di langgar dan kami bagikan nasi kepada warga yang ikut dalam kegiatan ini,” tambahnya.

Rachmad mengungkapkan kondisi jalan yang diperbaiki warga tersebut, memiliki panjang sekitar satu kilometer.

Kerusakan jalan bahkan disebut, telah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan signifikan dari pihak terkait.

“Kurang lebih panjang jalan yang rusak sekitar satu kilometer, dan kondisi ini sudah berlangsung hampir lima tahun dan belum ada perhatian serius dari pemerintah, baik Pemerintah Desa, Kecamatan maupun Pemerintah Daerah,” katanya.

Ia menilai kerusakan jalan tersebut, diduga juga dipicu oleh aktivitas kendaraan berat yang melintas di jalur tersebut, dengan muatan berlebih atau Over Dimension Over Load (ODOL).

Menurutnya, kendaraan tersebut kerap mengangkut hasil perkebunan maupun minyak dengan kapasitas yang cukup besar.

“Ada kendaraan yang melintas membawa muatan sawit maupun minyak dengan kapasitas sekitar 5.000 liter hingga 20.000 liter, dan kendaraan seperti ini diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan jalan,” ungkapnya.

Rachmad menegaskan, jika merujuk pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kendaraan dengan muatan berlebih sebenarnya dapat ditertibkan oleh aparat terkait.

“Kalau mengacu pada regulasi yang ada, kendaraan ODOL seharusnya bisa ditertibkan oleh pihak berwenang seperti Kasat Lantas maupun Dinas Perhubungan, karena pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi administratif hingga pidana,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti peran perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut, seperti perusahaan pertambangan yang aktivitas kendaraannya turut melintasi jalan tersebut.

Menurutnya, perusahaan semestinya dapat memberikan kontribusi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu memperbaiki infrastruktur yang digunakan masyarakat.

“Di wilayah ini juga ada aktivitas perusahaan seperti PT Jembayan Mahakam dan PT Kitadin, dan seharusnya ada perhatian melalui program CSR atau community development untuk membantu memperbaiki jalan yang juga digunakan masyarakat,” tegasnya.

Rachmad berharap Pemerintah maupun pihak perusahaan dapat segera mengambil langkah nyata, untuk memperbaiki jalan tersebut secara permanen, terlebih menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri.

“Kami berharap sebelum Lebaran jalan ini bisa diperbaiki lebih baik lagi, kalau bisa diaspal agar masyarakat lebih nyaman melintas,” harapnya.

“Apalagi biasanya banyak keluarga dari luar daerah, yang pulang kampung ke Desa Separi,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0878-8345-4028

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *