DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Dispora Kutim Perkuat Pembinaan Atlet Sejak Usia Dini, Olahraga Inklusif Jadi Perhatian

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com – Menyiapkan atlet berprestasi, membutuhkan proses pembinaan yang berkesinambungan.

Hal tersebut, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dengan mendorong pengembangan potensi olahraga sejak usia anak-anak, hingga memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, mengatakan pembinaan atlet usia dini menjadi salah satu fondasi penting, dalam membangun masa depan olahraga daerah.

Melalui pengenalan olahraga sejak anak-anak, potensi dan kemampuan mereka dapat dikembangkan secara bertahap, untuk menghadapi jenjang pembinaan berikutnya.

Menurutnya, Kutim telah memberikan ruang bagi anak-anak, untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan bakat olahraga yang dimiliki.

“Pembinaan usia dini juga kita akan sampaikan. Tunjukkan bahwasanya Kutai Timur ini sudah melakukan pembinaan usia dini,” ujar Basuki, Jumat (2/10/2026).

Ia menambahkan, aktivitas olahraga bagi anak-anak tidak semata-mata diarahkan untuk mencetak atlet, yang mampu bersaing dalam kejuaraan.

Lebih dari itu, olahraga juga berperan membangun kebiasaan hidup sehat, meningkatkan kebugaran, serta membentuk kemampuan dan kepercayaan diri sejak dini.

Basuki menilai, penampilan anak-anak dalam sejumlah kegiatan olahraga, menjadi gambaran potensi yang dimiliki generasi muda Kutim.

Kemampuan yang ditunjukkan itu, perlu mendapatkan perhatian dan dukungan, agar dapat berkembang melalui pembinaan yang terarah.

“Tadi kita lihat semua yang tampil, anak-anak usia dini yang betul memiliki prestasi yang luar biasa,” ungkapnya.

Selain pembinaan atlet, Dispora Kutim juga memperluas perhatian terhadap budaya olahraga masyarakat.

Upaya ini dilakukan, agar aktivitas olahraga tidak hanya identik dengan pertandingan dan kompetisi, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Dengan kondisi masyarakat yang bugar, diharapkan produktivitas dan partisipasi dalam berbagai aktivitas pembangunan daerah juga dapat meningkat.

Karena itu, pemerintah terus memberikan ruang bagi olahraga rekreasi, agar masyarakat dari berbagai kelompok usia dapat beraktivitas, sesuai kemampuan masing-masing.

Komitmen pengembangan olahraga itu, juga mencakup masyarakat penyandang disabilitas.

Dispora Kutim turut memberikan perhatian terhadap pembinaan atlet disabilitas, melalui National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kutim.

Basuki menegaskan, keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

Fasilitas dan kesempatan pembinaan harus dapat dinikmati secara inklusif, sehingga setiap individu memiliki peluang untuk mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki.

“Olahraga untuk semua, bahkan saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus, yang disabilitas juga kita bina,” pungkasnya.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *