DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Welcome Dinner HUT ke-80 SPS, Samarinda Perkuat Silaturahmi dengan Insan Pers.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

Andi Harun: Kalau Ada Pejabat Tutupi Data, Beritahu Saya!

SAMARINDA, literasikaltim.com – Keterbukaan Pemerintah terhadap kritik dan pemberitaan media menjadi pesan utama Wali Kota Samarinda, Dr H Andi Harun, saat menjamu jajaran Serikat Perusahaan Pers (SPS) dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 organisasi tersebut.

Dalam jamuan Welcome Dinner yang berlangsung di Anjungan Karangmumus, Balai Kota Samarinda, Kamis (5/11/2026) malam, Andi Harun secara terbuka mengajak insan pers untuk tidak ragu mengungkap berbagai persoalan di lapangan, termasuk apabila menemukan informasi yang tidak tersampaikan melalui jalur birokrasi pemerintahan.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Umum SPS Indonesia, Januar Primadi Ruswita, beserta pengurus dan perwakilan perusahaan pers dari berbagai Provinsi, yang mengikuti agenda Rakernas SPS di Kalimantan Timur.

Di hadapan para peserta, Andi Harun menempatkan pers sebagai bagian penting dalam proses evaluasi penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menilai, media memiliki kemampuan menjangkau berbagai persoalan masyarakat yang terkadang tidak terpantau oleh pejabat, melalui laporan administrasi maupun mekanisme kerja pemerintahan.

Karena itu, ia menginginkan hubungan pemerintah dengan perusahaan pers tidak sebatas kerja sama publikasi.

Kritik dan temuan jurnalistik justru diperlukan, untuk memperluas sudut pandang pemimpin dalam mengambil keputusan.

“Sebagai kepala daerah itu harus memperbanyak sharing dan tidak boleh menjadi agen tunggal dari kebenaran. Karena situasi terus berubah, apalagi di tengah tuntutan perbaikan dan peningkatan tata kelola,” kata Andi Harun.

Ia mengungkapkan, informasi dari wartawan kerap memberikan gambaran berbeda terhadap kondisi yang selama ini diterima pemerintah.

Bahkan, pemberitaan media dapat menjadi sumber awal untuk mengetahui persoalan infrastruktur, pelayanan publik, hingga berbagai permasalahan yang membutuhkan penanganan pemerintah daerah.

Andi Harun mengaku terbantu dengan keberadaan wartawan, yang menyampaikan informasi secara langsung dari masyarakat.

Menurutnya, perspektif di luar lingkungan birokrasi diperlukan, agar Kepala Daerah tidak hanya bergantung pada laporan internal.

“Saya bersyukur dibantu oleh banyak teman-teman wartawan. Dengan begitu saya bisa melihat sisi lain yang tidak Saya lihat. Kadang-kadang teman-teman wartawan justru bisa membongkar sesuatu yang tidak saya lihat secara formal sehari-hari,” ungkapnya.

Tidak hanya menyampaikan apresiasi, Andi Harun juga memberikan ruang kepada wartawan, untuk menguji kebenaran setiap pernyataan yang disampaikan Pemerintah.

Ia bahkan meminta agar dirinya diberi informasi apabila ditemukan pejabat, yang tidak terbuka dalam memberikan data kepada media.

Baginya, transparansi bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.

Sebab, kepercayaan publik harus diperoleh melalui tindakan dan pembuktian, bukan hanya melalui komunikasi atau pernyataan seorang pemimpin.

“Kalau saya bilang ada, memang ada. Kalau tidak ada, ayo kita sama-sama pahami keadaan ini. Saya juga sampaikan kepada teman-teman wartawan, ucapan saya ini silakan dicek. Kalau ada pejabat yang menutupi data, beritahu saya,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Samarinda itu juga mengangkat persoalan keteladanan dalam menjalankan kebijakan efisiensi anggaran.

Ia menilai, instruksi penghematan kepada seluruh jajaran pemerintahan harus dimulai dari perilaku pimpinan.

Andi Harun mencontohkan pengendalian belanja konsumsi rapat, dan perjalanan dinas sebagai bagian dari penerapan efisiensi.

Menurutnya, seorang pemimpin akan sulit meminta bawahannya berhemat apabila tidak terlebih dahulu menunjukkan sikap yang sama.

“Kalau Saya tidak memberikan contoh, anak buah Saya di belakang akan bilang, Wali Kota menyuruh Kita berhemat, tetapi wali kotanya sendiri bolak-balik Jakarta. Saya akan gagal menjadi teladan bagi mereka,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia berharap perusahaan pers tetap konsisten menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan independen.

Keberanian menyampaikan fakta, melakukan pengawasan, serta memberikan kritik konstruktif merupakan bagian dari kontribusi media dalam menjaga demokrasi.

Ia juga menyinggung harapan terhadap kehidupan politik yang semakin sehat, terutama dalam meningkatkan kualitas proses rekrutmen politik.

Dalam hal ini, pers dinilai mempunyai peran penting untuk memberikan informasi, yang dibutuhkan masyarakat sekaligus mengawal jalannya demokrasi.

“Politik kita harapkan semakin sehat, kualitas rekrutmen politik juga semakin membaik. Saya kira pers adalah salah satu kekuatan demokrasi yang terus kita harapkan berkontribusi solid,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum SPS Indonesia, Januar Primadi Ruswita, menyampaikan terima kasih atas sambutan Pemerintah Kota Samarinda, yang telah menerima dan menjamu peserta Rakernas sekaligus peringatan HUT ke-80 SPS.

Januar mengapresiasi suasana penyambutan, yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Ia juga melontarkan komentar ringan mengenai hidangan, yang disajikan dalam acara tersebut.

“Makanannya enak, enak sekali, dan mengenyangkan kita,” ucap Januar yang disambut tepuk tangan serta tawa para peserta.

Welcome Dinner ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional SPS di Samarinda, sekaligus mempertemukan Pemerintah Daerah dengan para pengelola perusahaan pers dari berbagai wilayah.

Melalui pertemuan tersebut, komunikasi antara Pemerintah dan media diharapkan semakin terbuka, sehingga pers dapat menjalankan perannya secara independen dalam menyampaikan informasi dan mengawal kepentingan publik.

Penulis: Andi Isnar

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *