DPRD Samarinda Diskominfo Kutim

Buaya 4,4 Meter Dievakuasi Usai Teror Warga di Bantaran Sungai Sangatta.

DISCLAIMER: Penayangan ulang sebagian atau keseluruhan berita untuk konten akun media sosial komersil harus seizin Redaksi

Loading

KUTIM, literasikaltim.com — Warga di sekitar bantaran Sungai Sangatta, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), kembali dihadapkan pada ancaman buaya.

Seekor buaya betina sepanjang sekitar 4,4 meter berhasil dievakuasi, setelah seorang warga diduga diserang reptil tersebut di Gang Durian RT 06, Desa Sangatta Utara.

Korban diketahui bernama Aji Jumadak (60), dan mengalami luka pada kaki kanan setelah diserang buaya, saat beraktivitas di sekitar perairan pada Sabtu (19/9/2026), sekitar pukul 14.30 WITA.

Saat kejadian, korban disebut tengah memperbaiki saluran atau pipa air di batakan atau kontrakan miliknya.

Serangan berlangsung secara tiba-tiba, hingga korban mengalami luka dan mendapat pertolongan.

Informasi tersebut, kemudian ditindaklanjuti Tim Laskar Kebangkitan Kutai (LKK) Kutai Timur, dengan melakukan penyisiran di sekitar lokasi.

Pencarian berlangsung, hingga Minggu (20/9/2026) dini hari.

Tim akhirnya, menemukan seekor buaya betina berukuran sekitar 4 meter 40 sentimeter.

Satwa tersebut, berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.00 hingga 05.00 WITA.

Ketua LKK Kutim Rony Effendy mengatakan, buaya yang diamankan memiliki ciri khusus berupa ban sepeda motor, yang melingkar pada bagian lehernya.

Ciri tersebut, menjadi salah satu petunjuk tim dalam memastikan buaya yang dievakuasi.

“Karena satu ekor yang sudah menggigit warga, akhirnya Kita eksekusi. Tandanya itu ada di bagian lehernya, ada sebuah ban motor yang melekat di lehernya. Itulah yang jadi patokan Kami untuk mengeksekusinya,” kata Rony, pungkasnya.

Rony menjelaskan, proses evakuasi tidak mudah karena ukuran buaya cukup besar.

Tim harus melibatkan banyak orang, dan menggunakan peralatan yang tersedia untuk mengamankan satwa tersebut.

Setelah berhasil diamankan, buaya kemudian diserahkan kepada pihak terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Rony juga menyebut masih terdapat buaya lain di sekitar kawasan tersebut.

Berdasarkan pemantauan tim, sedikitnya tiga ekor buaya berukuran besar masih terlihat di sekitar perairan.

Ia meminta warga, khususnya yang tinggal di bantaran Sungai Sangatta dan sekitar Gang Durian, meningkatkan kewaspadaan, dan anak-anak juga diminta tidak bermain di sekitar sungai.

“Untuk warga sekitar bantaran, daerah Gang Durian ini, tolong berhati-hati. Jaga anak-anak dari sungai,” ujarnya.

Koordinator Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kutim, Abdul Muis, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dan tim gabungan dalam proses evakuasi.

Ia mengingatkan masyarakat, agar lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas di sekitar perairan, mengingat masih adanya potensi pertemuan dengan buaya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Kutai Timur, agar berhati-hati apabila melakukan aktivitas di perairan. Semoga ke depannya tidak ada lagi korban diterkam,” kata Abdul Muis.

Menurut Abdul Muis, buaya yang telah dievakuasi akan dibawa terlebih dahulu ke markas untuk mendapatkan penanganan.

Selanjutnya, Disdamkartan Kutim akan berkoordinasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) terkait langkah penanganan satwa tersebut.

“Rencana rilis yang jelas jauh dari permukiman. Nanti kita juga koordinasi dengan BPSPL,” jelasnya, pungkasnya.

Ia menambahkan, kewaspadaan perlu ditingkatkan pada waktu tertentu ketika aktivitas buaya berpotensi lebih tinggi.

Masyarakat diminta menghindari aktivitas di sekitar habitat buaya, khususnya malam hingga menjelang pagi.

Sementara itu, Camat Sangatta Utara Hasdiah Dohi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas langsung di sungai.

Hal tersebut, menyusul keberadaan habitat buaya yang berada di sepanjang Sungai Sangatta.

“Binatang buas yang ada di sungai, terutama buaya, banyak habitatnya di Sungai Sangatta. Lebih baik jangan melakukan aktivitas di sungai,” kata Hasdiah.

Ia juga meminta masyarakat, tidak mengambil atau menggunakan air sungai secara langsung tanpa pengolahan.

Warga diimbau menghindari aktivitas, yang membuat mereka terlalu dekat dengan tepian sungai.

Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara, kata Hasdiah, akan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa untuk memperkuat peringatan di sejumlah titikyang dinilai rawan.

Salah satu langkah yang akan dibahas, yakni pemasangan papan imbauan atau rambu peringatan mengenai keberadaan buaya.

“Tapi nanti Kami dari kecamatan berkoordinasi dengan desa untuk memberikan peringatan dan memasang rambu-rambu peringatan di tempat yang rawan ada buayanya,” ujarnya.

Evakuasi buaya sepanjang 4,4 meter tersebut, belum sepenuhnya menghilangkan potensi ancaman bagi warga di sekitar bantaran Sungai Sangatta.

Dengan laporan masih adanya buaya lain, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas berisiko di tepian sungai.

Pemerintah Kecamatan, tim penyelamat, komunitas, dan masyarakat akan terus berkoordinasi untuk mengantisipasi keberadaan buaya, serta mencegah kembali terjadinya serangan terhadap warga.

REDAKSI.

Permintaan ralat, koreksi, revisi maupun hak jawab, silakan WA 0822 2777 3286

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *